Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kualitas Udara Kalbar Membaik, Zona Merah Masih Tersisa

U
Penulis: Uray Ronald❯
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan keterangan pers usai meninjau karhutla di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9/2026) (ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan keterangan pers usai meninjau karhutla di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9/2026) (ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang)

Advertisement

 

PONTIANAK POST - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membaik. Namun, zona kualitas udara Sangat Tidak Sehat atau kategori merah masih tersisa di sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), zona merah di wilayah terdampak karhutla terus menyusut. Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori Baik hingga Sedang.

Advertisement

Zona Merah Masih Tersisa di Kalbar

Kondisi kualitas udara di Kalbar menjadi perhatian dalam pemantauan karhutla karena sebagian kecil wilayah provinsi tersebut masih berada dalam zona Sangat Tidak Sehat.

Selain zona merah, kategori Tidak Sehat masih mendominasi sejumlah wilayah Kalimantan dan sebagian kecil Sumatera bagian barat.

Advertisement

Kemenhut bersama Satgas Gabungan terus mengoptimalkan penanganan karhutla di lapangan. Satgas melibatkan Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat peduli api, dan para pemangku kepentingan.

Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, patroli, hingga dukungan operasi udara di wilayah prioritas.

Kalbar Masuk Wilayah Prioritas Pemantauan Hotspot

Data sistem pemantauan SiPongi Kemenhut berbasis satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat 688 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) per 3 September 2026 pukul 21.19 WIB.

Pemantauan intensif dilakukan di tujuh wilayah utama, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Kemenhut menegaskan hotspot merupakan indikasi titik panas berdasarkan penginderaan satelit dan tidak selalu berarti terjadi kebakaran aktif.

Advertisement

Artikel Terkait

Polda Kalbar Tangani 63 Kasus Karhutla, 7 Orang Jadi Tersangka dan 720,95 Hektare Lahan Terbakar

Polda Kalbar Tangani 63 Kasus Karhutla, 7 Orang Jadi Tersangka dan 720,95 Hektare Lahan Terbakar

Polda Kalbar menangani 63 kasus karhutla dengan 31 terlapor dan tujuh tersangka. Luas lahan terbakar capai 720,95 hektare.

Titik Panas Fluktuatif, Menhut Minta Pemadaman dan Pendinginan Karhutla Kalbar Diperkuat

Titik Panas Fluktuatif, Menhut Minta Pemadaman dan Pendinginan Karhutla Kalbar Diperkuat

Menhut Raja Antoni minta pendinginan karhutla di Kalbar dimasifkan. Meski titik panas turun, ancaman kabut asap di Pontianak dan Kubu Raya

Menteri Kehutanan Tutup Izin Usaha 5 Perusahaan Terkait Karhutla di Kalbar

Menteri Kehutanan Tutup Izin Usaha 5 Perusahaan Terkait Karhutla di Kalbar

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menutup izin usaha 5 perusahaan di Kalbar yang konsesinya terbakar. Sanksi berpotensi berlanjut pidana

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer