
PONTIANAK POST – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak mendorong peserta dan ahli waris penerima manfaat kembali mandiri melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).
Program itu ditampilkan dalam rangkaian Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pontianak. Sejumlah penerima manfaat membuka mini bazar dengan menjual dimsum, jamu kesehatan, dan makanan ringan.
Peserta yang datang memperoleh pelayanan dapat mencicipi produk tersebut secara gratis. Kegiatan itu menjadi ruang promosi bagi penerima manfaat, tetapi belum menggambarkan keberlanjutan usahanya setelah bazar berakhir.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak Suhuri mengatakan, program PEKA dirancang agar santunan menjadi pijakan bagi peserta dan ahli waris untuk membangun kembali kehidupan ekonomi.
“Produk yang hari ini hadir di mini bazar ini merupakan bukti bahwa mereka memiliki semangat untuk terus tumbuh dan melanjutkan kehidupan,” ujar Suhuri.
Menurut Suhuri, penerima manfaat memperoleh pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan usaha. Pemasaran langsung melalui bazar diharapkan memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang pasar.
Namun, pemulihan ekonomi keluarga tidak cukup bergantung pada pelatihan dan pameran sesaat. Peserta juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan, akses pasar, penguatan mutu produk, serta pencatatan keuangan.
“Manfaat jaminan sosial tidak hanya membantu ketika peserta menghadapi risiko. Ada kehidupan yang harus dilanjutkan dan ada keluarga yang perlu kembali berdiri setelah melewati masa sulit,” katanya.
BPJS Ketenagakerjaan menyebut PEKA sebagai bagian dari pendekatan Value Beyond Protection dengan prinsip melayani, melindungi, dan memberdayakan. Pendekatan tersebut diarahkan agar manfaat jaminan sosial tidak berakhir pada pembayaran santunan.
Dalam rangkaian Harpelnas, BPJS Ketenagakerjaan Pontianak juga membagikan paket kesehatan kepada peserta. Bantuan diberikan ketika kualitas udara Pontianak memburuk akibat kabut asap.
“Harpelnas ini bukan sekadar momentum satu hari. Kami ingin terus proaktif melayani, memperluas perlindungan, sekaligus memastikan manfaat yang diterima peserta memberikan dampak berkelanjutan,” kata Suhuri. (mse)
