Hujan Singkat di Pontianak hingga Putussibau Membawa Lega

PONTIANAK POST – Hujan mengguyur Pontianak, Kubu Raya, Putussibau, dan sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Jumat (4/9) sore. Meski hanya berlangsung sekitar satu jam, hujan membawa kelegaan bagi warga yang berminggu-minggu menghadapi cuaca kering dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di Pontianak, hujan mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB dan mereda menjelang pukul 16.00 WIB. Warga keluar rumah, menadahkan tangan, dan mengabadikan momen yang lama dinantikan itu.
“Alhamdulillah hujan. Napas kami sudah sulit karena kabut asap,” ujar Hasanuddin (35), warga Pontianak.
Warga Berharap Hujan Bertahan
Suara air yang membasahi atap dan jalanan menarik perhatian warga. Media sosial pun dipenuhi unggahan foto dan video hujan dari berbagai lokasi.
Di tengah udara panas, debu, dan asap, hujan singkat memberi jeda bagi masyarakat. Namun, warga berharap hujan kembali turun dengan durasi lebih lama dan sebaran merata.
Hujan juga terpantau di Putussibau dan sejumlah wilayah Kubu Raya. Belum ada keterangan resmi yang memastikan hujan tersebut terjadi secara alami atau berkaitan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Delapan Ton Garam Disemai
OMC di Kalbar berlangsung sejak 28 Agustus. Hingga 4 September, sebanyak 10 penerbangan penyemaian awan telah dilakukan dengan menggunakan total 8.000 kilogram natrium klorida atau NaCl.
Operasi yang didukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu dijadwalkan berlanjut hingga 9 September. Pelaksanaannya bergantung pada keberadaan awan potensial, arah dan kecepatan angin, sebaran titik panas, serta kebutuhan pembasahan lahan.
Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Dasrul Chaniago mengatakan, OMC ditujukan untuk meningkatkan curah hujan di kawasan rawan terbakar, terutama lahan gambut.



