Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Berbahaya, KBM Madrasah dan RA di Pontianak Kembali Digelar Secara Daring

M
Penulis: Marsita Riandini❯
Paparan kabut asap ini harus segera diatasi secara medis jika sudah muncul empat gejala
Paparan kabut asap ini harus segera diatasi secara medis jika sudah muncul empat gejala

Advertisement

PONTIANAK POST - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) kota Pontianak kembali dilaksanakan secara daring/online pada 7 hingga 11 September 2026.

Ruslan, Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak mengatakan, keputusan ini diambil karena melihati kondisi cuaca dan udara di Kota Pontianak pada  Jum'at 4 September 2026 masih dalam katagori “berbahaya”. "Dimana asap sangat tebal membuat jarak pandang terbatas dan mengancam kesehatan," jelasnya. 

Pembelajaran secara daring disesuaikan dengan jenjang yang ada, serta disesuaikan dengan pembelajaran disaat waktu normal.

"Begitu pula untuk semua kegiatan ekstrakurikuler juga dihentikan sementara, sampai udara dan cuaca normal seperti biasa," ungkapnya. 

Dalam proses belajar daring ini, kepala RA dan madrasah bersama guru memberikan materi atau tugas secara dengan menggunakan masker untuk tetap menjaga kesehatan. Kemudian memantau perkembangan murid melalui sarana komunikasi yang ada dan memastikan orang

Advertisement

tua atau wali selalu mengawasi keberadaan putri putri mereka, membatasi dari kegiatan yang tidak penting diluar rumah, baik siang maupun malam hari. 

Bagi siswa yang mengikuti  pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kota Pontianak yang berlangsung pada 7 hingga 9 September 2026 mesti dalam kondisi sehat. 

"Murid MI, MTs dan MA yang mengikuti harus dipastikan dalam kondisi sehat, menggunakan masker dan membawa air putih serta didampingi guru pendamping dari madrasah. Usai pelaksanaan OMI sesuai sesinya, agar langsung pulang pada kediaman masing masing," ungkap dia.

Ruslan juga meminta pihak sekolah memastikan lingkungan Madrasah/RA tetap bersih serta bersinergi dengan masyarakat setempat agar terlindar dari potensi yang dapat memicu kebakaran lahan maupun korsleting listrik.

"Mari tetap langitkan doa dalam berbagai moment, baik Majelis Dzikir, Majelis Sholawatan terlebih pada moment Sholat Istisqo agar Allah SWT segera menurunkan hujan dan menjadi udara kembali bersih dan segar di Kota Pontianak ini," pungkasnya. (mrd)

Advertisement

Artikel Terkait

Kabut Asap Belum Mereda, Kubu Raya Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh hingga 9 September

Kabut Asap Belum Mereda, Kubu Raya Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh hingga 9 September

Kualitas udara kategori berbahaya (PM2.5 capai 518,1 µg/m³), PJJ Kubu Raya diperpanjang hingga 9 September 2026.

Kabut Asap Karhutla Selimuti Sambas, Warga Mengaku Mudah Lelah Saat Beraktivitas

Kabut Asap Karhutla Selimuti Sambas, Warga Mengaku Mudah Lelah Saat Beraktivitas

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Sambas. Warga mengaku mudah lelah, sementara paparan PM2.5 berisiko mengganggu kesehatan.

Kabut Asap Sintang Makin Pekat, Pemkab Bagikan 3.000 Masker di Tiga Lokasi

Kabut Asap Sintang Makin Pekat, Pemkab Bagikan 3.000 Masker di Tiga Lokasi

Kabut asap Sintang makin pekat, Pemkab membagikan 3.000 masker kepada warga dan mengingatkan bahaya udara tercemar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer