Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertamina Sanksi 160 SPBU Nakal, Tambah Armada BBM di Kalbar

A
DITUTUP SEMENTARA: Salah satu SPBU menghentikan operasional sementara setelah dikenai sanksi Pertamina akibat melanggar ketentuan penyaluran BBM. FOTO: ISTIMEWA
DITUTUP SEMENTARA: Salah satu SPBU menghentikan operasional sementara setelah dikenai sanksi Pertamina akibat melanggar ketentuan penyaluran BBM. FOTO: ISTIMEWA

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2026, lebih dari 200 surat pembinaan dan sanksi diterbitkan kepada 160 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pelanggaran yang ditemukan meliputi penggunaan QR Code tidak sesuai kendaraan terdaftar dan penyaluran BBM subsidi kepada konsumen yang tidak berhak. Temuan lain berupa pelayanan konsumen nonkendaraan tanpa surat rekomendasi serta ketidakpatuhan terhadap prosedur operasional.

Advertisement

Sanksi diberikan berdasarkan tingkat pelanggaran, mulai teguran dan perintah perbaikan hingga penghentian sementara operasional. Satu SPBU dapat menerima lebih dari satu surat karena jenis temuan atau waktu pemeriksaannya berbeda.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, pengawasan dilakukan untuk melindungi hak masyarakat dan memastikan BBM subsidi tepat sasaran.

“Pengawasan kami lakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pelayanan di SPBU berjalan tertib dan sesuai ketentuan,” kata Edi.

Advertisement

Pemeriksaan mencakup penerimaan dan pembongkaran BBM, administrasi, kualitas dan kuantitas produk, sarana keselamatan, serta pelayanan. Pemantauan diperkuat melalui sistem transaksi digital dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum.

“Setiap SPBU kami dorong terus melakukan evaluasi dan pembenahan, baik dari sisi operasional, kepatuhan, keselamatan kerja, maupun kualitas pelayanan,” ujarnya.

Pertalite Tembus Rp18 Ribu

Pengawasan juga dilakukan terhadap penjualan BBM eceran di Kabupaten Kapuas Hulu. Tim gabungan menemukan Pertalite dijual hingga Rp18 ribu per liter ketika memeriksa 21 kios di Putussibau Utara dan Putussibau Selatan, Senin (7/9).

Di Putussibau Utara, harga Pertalite pada 13 kios berkisar Rp15 ribu hingga Rp18 ribu per liter. Sementara itu, harga di delapan lokasi di Putussibau Selatan berkisar Rp14 ribu hingga Rp17 ribu per liter.

Advertisement

Artikel Terkait

Pertamina Perkuat Distribusi BBM di Kalbar, Tambah 9 Mobil Tangki

Pertamina Perkuat Distribusi BBM di Kalbar, Tambah 9 Mobil Tangki

Pertamina menambah sembilan mobil tangki dan membuka suplai alternatif di Tayan untuk memperkuat distribusi BBM di Kalbar.

Mengapa SPBU Pontianak dan Kubu Raya Masih Antre BBM? Ini Penyebab dan Langkah Pertamina

Mengapa SPBU Pontianak dan Kubu Raya Masih Antre BBM? Ini Penyebab dan Langkah Pertamina

Antrean BBM di SPBU Pontianak dan Kubu Raya terjadi akibat distribusi melambat. Stok aman, Pertamina tambah pasokan.

Kemarau Ancam Distribusi BBM Kalbar, Pertamina Diminta Waspada

Kemarau Ancam Distribusi BBM Kalbar, Pertamina Diminta Waspada

Kemarau mengancam distribusi BBM via Sungai Kapuas. Pengamat meminta Pertamina memperkuat stok dan menyiapkan jalur alternatif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer