Dalam Sebulan, BKSDA dan YIARI Selamatkan 15 Orangutan Terdampak Karhutla

PONTIANAK POST – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelamatkan 15 individu orangutan yang terdampak ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sebulan terakhir.
Direktur Operasional Program YIARI Argitoe Ranting mengatakan, kebakaran tidak hanya menjadi ancaman ketika api mendekati satwa, tetapi juga ketika kebakaran memutus akses orangutan menuju habitat alaminya.
"Yang kami khawatirkan bukan hanya ketika api mendekati orangutan, tetapi juga ketika kebakaran memutus akses mereka menuju hutan. Mereka akhirnya terjebak di lanskap perkebunan dan berpindah dari satu kebun ke kebun lainnya untuk mencari makanan dan tempat berlindung," ujarnya di Ketapang, Kamis (10/9).
Terbaru, kata dia, tim menyelamatkan enam individu orangutan dari kawasan perkebunan campuran milik warga di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Penyelamatan tersebut dilakukan dalam dua operasi evakuasi pada 4 dan 8 September 2026.
Enam orangutan tersebut terdiri atas dua pasangan induk dan anak serta dua individu remaja. Mereka masing-masing bernama Mama Nopi dan anaknya, Nopi, Mama Noni dan anaknya, Noni, serta dua orang utan remaja, Naufal dan Nopan.
Keenam orangutan dievakuasi setelah tim menerima laporan mengenai keberadaan satwa yang bergerak di sekitar perkebunan warga.
Kondisi tersebut terjadi setelah kebakaran di sekitar kawasan memutus akses orangutan menuju blok hutan yang masih tersisa.
YIARI Dukung Respons Pemerintah
Ketua Umum YIARI Silverius Oscar Unggul menyatakan pihaknya mendukung upaya pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan BKSDA Kalimantan Barat dalam merespons dampak karhutla terhadap satwa liar.



