Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Cabai di Kalbar Melonjak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp140 Ribu per Kilogram

S
Penulis: Siti Sulbiyah❯
Ilustrasi Cabai Rawit.
Ilustrasi Cabai Rawit.

Advertisement

PONTIANAK POST – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan mulai dirasakan masyarakat. Mulai dari cabai hingga sayuran tercatat mengalami kenaikan harga. Kondisi ini membuat pengeluaran warga untuk kebutuhan dapur semakin besar.

Wondo (35), warga Kota Pontianak, mengaku harus merogoh kocek lebih dalam saat berbelanja kebutuhan dapur. Saat berbelanja, Wondo mencatat sejumlah komoditas yang menurutnya mengalami kenaikan, seperti cabai rawit satu ons sekitar Rp15 ribu, wortel Rp19 ribu untuk dua buah, timun Rp18 ribu, serta kangkung Rp10 ribu untuk dua ikat.

Menurutnya, harga sayuran saat ini terasa cukup mahal dibandingkan sebelumnya. Ia mencontohkan harga kangkung yang mengalami kenaikan cukup terasa. “Sayur kangkung dulu tiga ikat lima ribu rupiah saja. Sekarang 10 ribu dua ikat,” kata Wondo.

Ia menduga kenaikan harga tersebut berkaitan dengan kondisi kemarau yang berimbas pada kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini juga berakibat pada timbulnya asap pekat dalam satu hingga dua bulan terakhir.

Kenaikan harga yang dirasakan warga tersebut juga tercermin dalam data harga pangan di Kalimantan Barat (Kalbar). Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, sejumlah komoditas mengalami kenaikan dibandingkan pencatatan pada 8–9 September 2026.

Advertisement

Harga cabai merah keriting tercatat mencapai Rp122.500 per kilogram, melonjak 51,89 persen. Kenaikan ini menjadi yang paling tinggi di antara sejumlah komoditas lainnya. 

Adapun cabai rawit merah mencapai Rp140 ribu per kilogram, naik 13,50 persen. Harga cabai rawit hijau juga meningkat menjadi Rp121.250 per kilogram, atau naik 13,21 persen. Adapun cabai merah besar tercatat Rp83.600 per kilogram, meningkat 10,22 persen.

Kondisi berbeda terlihat pada beberapa komoditas lainnya. Harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp41.050 per kilogram, turun 4,09 persen, sedangkan bawang putih ukuran sedang Rp36.900 per kilogram, turun 2,51 persen.

Sementara harga beras relatif stabil dengan kenaikan tipis pada beberapa jenis. Beras kualitas bawah I berada di Rp15.500 per kilogram atau naik 0,32 persen, sedangkan beras kualitas super I mencapai Rp18.700 per kilogram atau naik 0,81 persen.

Di Kota Pontianak, berdasarkan data Jendela Pontianak Integrasi (JePIn), rata-rata harga cabai merah keriting mencapai Rp127 ribu per kilogram. Cabai rawit merah berada di Rp121 ribu, cabai rawit hijau Rp86 ribu, dan cabai merah besar Rp78 ribu per kilogram.

Advertisement

Artikel Terkait

Aksi Bagi Paket Bahan Pokok di Taman Alun Kapuas:Bahan Pokok dan Bersih untuk Warga Terdampak Kabut

Aksi Bagi Paket Bahan Pokok di Taman Alun Kapuas:Bahan Pokok dan Bersih untuk Warga Terdampak Kabut

Di tengah kabut asap Pontianak, 1.000 paket sembako dan 10 ribu liter air bersih dibagikan untuk warga dan pengemudi ojol.

Kemarau Karhutla Tekan Panen dan Distribusi, Inflasi Kalbar Melonjak

Kemarau Karhutla Tekan Panen dan Distribusi, Inflasi Kalbar Melonjak

Inflasi tahunan Kalbar mencapai 3,65 persen, melampaui sasaran nasional ketika kemarau menekan panen, distribusi, dan daya beli warga.

Nasionali Deflasi, Kalbar Malah Alami Inflasi Karena Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Pangan

Nasionali Deflasi, Kalbar Malah Alami Inflasi Karena Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Pangan

Inflasi Kalbar tertinggi nasional pada Juli 2026 mencapai 0,38 persen, berbanding terbalik dengan deflasi nasional 0,14 persen.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer