Karantina Kalbar Cegah Rabies Masuk Perbatasan, Puluhan Hewan Diperiksa

PONTIANAK POST – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat memperkuat pencegahan rabies di kawasan perbatasan dengan memeriksa kesehatan hewan secara gratis di PLBN Nanga Badau, Kapuas Hulu, dan PLBN Aruk, Sambas.
Pelayanan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Rabies Sedunia sebagai upaya mencegah masuk dan tersebarnya penyakit rabies melalui lalu lintas hewan di pintu perbatasan negara.
Kepala Karantina Kalbar Ferdi mengatakan, di PLBN Nanga Badau terdapat 35 hewan yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Terdiri atas 32 kucing, dua anjing, dan satu monyet.
Layanan pemeriksaan serupa juga diberikan kepada hewan peliharaan masyarakat di PLBN Aruk.
Petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum memberikan vaksinasi kepada hewan yang memenuhi persyaratan.
Ferdi mengatakan pengawasan tersebut penting karena kawasan perbatasan memiliki mobilitas orang dan barang antarnegara yang cukup tinggi.
"Kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan kawasan perbatasan yang bebas rabies," tuturnya.
Baca Juga: 35 Hewan di Perbatasan Badau Divaksin Rabies Gratis, Ada Kucing, Anjing hingga Seekor Monyet
Petugas Tingkatkan Edukasi Masyarakat
Selain pemeriksaan kesehatan hewan, petugas memberikan edukasi mengenai tugas dan fungsi karantina. Masyarakat juga mendapatkan penjelasan mengenai prosedur pelalulintasan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan melalui PLBN.
Masyarakat diingatkan untuk melaporkan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang dibawa melintasi perbatasan. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit.



