Keberangkatan Umrah dari Kalbar Masih Normal, Kemenhaj Minta Jemaah Tetap Waspada

PONTIANAK POST - Meski eskalasi antara Arab Saudi dan kelompok Houthi sudah berdampak pada sejumlah penerbangan, namun sampai saat ini belum ada laporan penundaan atau pembatalan keberangkatan jemaah umrah dari Kalimantan Barat.
"Sampai saat ini keberangkatan masih normal, belum ada penundaan terkait eskalasi," papar Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar, Kamaludin Senin (12/10)
Pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap jemaah yang berada di Arab Saudi. Melakukan konfirmasi di forum travel untuk memastikan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) mana saja yang saat ini berada di Arau Saudi.
Baca Juga: Ria Norsan Minta Jemaah Haji Kalbar Jaga Kemabruran dan Perbanyak Amal Kebaikan
Ia juga meminta jemaah yang belum berangkat, untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi.
Jemaah hendaknya mengikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan. "Jemaah agar terus melakukan komunikasi dengan PPIU, untuk memastikan keberangkatan. Dan mencari informasi resmi dari kanal resmi pemerintah atau Kemenhaj," paparnya.
Paling penting, kata dia jemaah mesti meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan ke "Apakah perubahan jadwal diakibatkan oleh kondisi perang atau faktor manajemen PPIU bermasalah," katanya mengingatkan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta jemaah umrah Indonesia meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan kelompok Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. "Kemenhaj mengimbau jemaah yang berada di Arab Saudi untuk waspada," ujar Kamaludin.
Imbauan lain juga disampaikan kepada penyelenggara perjalanan ibadah haji (PPIU) agar selalu memantau informasi terkini dari Arab Saudi melalui sumber terpercaya, dan menyampaikan informasi tersebut ke jamaah umrah.
Jemaah diminta untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. (mrd)



