
PONTIANAK POST – Tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Barat membukukan total penjualan Rp113,51 juta selama mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026. Selain penjualan, partisipasi tersebut membuka peluang transaksi lanjutan bagi produk lokal hingga pasar internasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Doni Septadijaya menyampaikan, Ong Birdnest memperoleh pesanan 50 kilogram produk dari pembeli Taiwan. Sementara itu, Alfkhanza Herbal menerima pesanan masing-masing 20 kilogram bawang dayak dan 20 kilogram kayu bajakah dari pembeli lokal.
“Partisipasi ini juga membuka peluang transaksi lanjutan, termasuk pesanan 50 kg produk Ong Birdnest dari buyer Taiwan serta pesanan 20 kg bawang dayak dan 20 kg kayu bajakah dari buyer lokal untuk Alfkhanza Herbal,” kata Doni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/10) siang.
Capaian lainnya datang dari ajang Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC). Dua perwakilan Kalbar meraih juara pertama, yakni Eko Hendrawan pada kategori profesional dan Elpidius Ricky pada kategori vokasi. Ong Birdnest juga mendapat apresiasi sebagai tenant dengan penjualan tertinggi pada kategori makanan dan minuman olahan kemasan.
Tak hanya produk makanan dan minuman, fesyen serta wastra Kalbar turut diperkenalkan melalui peragaan busana. Tenun Sidan khas Kabupaten Kapuas Hulu menjadi salah satu produk budaya yang dipromosikan. Sejumlah UMKM fesyen Kalbar juga berpartisipasi dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026, di antaranya Jazila by BornNeo, Susiana by Uchie Machran, serta Special Parade Dewan IKRA by Wignyo Rahadi.
Doni mengatakan, ISEF menjadi wadah kolaborasi yang menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai mitra untuk memperluas peluang bisnis dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi serta keuangan syariah. “Kolaborasi lintas sektor tersebut semakin memperkuat peran ISEF sebagai platform global yang menghubungkan pelaku usaha, memperluas peluang kolaborasi, serta meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah,” imbuhnya.
Secara nasional, ISEF ke-13 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 dan mencatat penjualan produk makanan halal serta fesyen sebesar Rp13,85 miliar. Selain itu, business matching pembiayaan dan perdagangan syariah mencapai Rp3,16 triliun, terdiri atas pembiayaan syariah Rp2,6 triliun dan perdagangan syariah Rp558,4 miliar. Komitmen kerja sama pasar uang dan pasar valuta asing syariah juga tercatat sebesar Rp6,05 triliun.
Baca Juga: 20 UMKM Mempawah Dapat Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis dari Bank Kalbar dan TP PKK Kalbar
Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro mengatakan, capaian tersebut perlu ditindaklanjuti agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Capaian ini mencerminkan aktivitas yang terbangun. Ke depan, yang terpenting adalah memastikan capaian tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” kata Solikin dalam pernyataan tertulisnya siang kemarin.
ISEF 2026 dikunjungi sekitar 93 ribu orang, dengan jangkauan melalui media massa dan media sosial mencapai 26,5 juta orang. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal, mulai dari UMKM, lembaga keuangan syariah, industri kreatif, hingga investor domestik dan internasional.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, ISEF menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup penguatan industri halal, perluasan peluang usaha dan pembiayaan, serta pemberdayaan perempuan dan generasi muda melalui edukasi, kewirausahaan, dan inovasi.
Doni berharap, peluang dan kolaborasi yang terbangun selama ISEF dapat berlanjut menjadi kegiatan usaha produktif bagi pelaku UMKM Kalbar.
“Melalui sinergi yang berkelanjutan, berbagai inisiatif dan kolaborasi yang terbangun selama ISEF 2026 diharapkan terus berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif, memperluas kesempatan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Doni. (mse)



