alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Berkah Pedagang Rujak Buah Segar Saat Cuaca Panas, Sehari Laku 70 Bungkus, Pembeli Datang dari Luar Kota

Rujak dengan campuran berbagai macam buah segar begitu nikmat saat diicip di siang bolong. Merasakan lelehan sambal, dengan rasa asam manis, membuat lidah bergoyang ketagihan. Waktu terik matahari menyengat itu, menjadi berkah bagi Arman, pedagang asinan buah-buahan tepi Jalan Sultan Syahrir Abdurahman

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

HARI masih pagi. Namun Arman, pedagang rujak buah-buahan segar sudah mangkal di tepi Jalan Sultan Syahrir Abdurahman. Gerobak dagangan rujak buahnya terletak persis di depan Gang Rawasari, samping Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.

Pantauan Pontianak Post, satu persatu dari delapan jenis buah ia potong kecil-kecil. Jenis buahnya ada jambu air, jambu biji, bengkuang, nanas, pepaya, timun, kedondong dan mangga. Setelah buah-buah itu dipotong, iapun menyiapkan kotak mika, sebagai wadah asinan buah-buahannya.

Baca Juga :  Heboh! Remaja 14 Tahun Gantung Diri

Buah-buahan tersebut makin enak disantap, bila dicampur dengan sambal kacang yang telah diolah Arman. Kata dia, ada dua varian sambal. Yaitu rasa pedas dan rasa asam manis. “Selera lidah orang beda-beda. Ada yang tahan pedas, ada juga yang suka asam manis. Makanya saya buat dua varian,” ujar Arman kepada Pontianak Post, Selasa (26/1) kemarin.

Ia menuturkan, sudah semingguan ini cuaca di Pontianak panas. Cuaca seperti ini sebenarnya menjadi berkah bagi Arman. Dagangan asinan buah-buahannya menjadi laris manis. Apalagi waktu siang bolong. Rujak buah-buahan segar yang ia jual Rp 10 ribu perbungkus, ramai didatangi pembeli.

Namun penjualan rujak segarnya tidak selaris sebelum covid 19 melanda. Jika cuaca seperti ini (terik panas) sehari dulu bisa menghabiskan seratus bungkus rujak. Namun setelah dihantam covid, per hari paling kuat laku 70 bungkus. “Kalau musim hujan, penjualan tak sampai 50 bungkus,” ujarnya.

Baca Juga :  2 Hari Jelang Coblos, Temukan 85 Pelanggar 

Arman sudah lama mangkal menjual buah rujak segar di sini. Ia menjelaskan usaha ini turunan dari ibu dan bapak yang kini telah pulang ke tanah Jawa. Dulu, diawal-awal berjualan, pelanggan tidak seramai ini. Namun kelamaan konsumen mulai ramai. Bahkan pembelinya tak jarang dari luar kota. Rujak dibeli mereka buat disantap di perjalanan.

Hasil dari penjualan rujak buah segar ini, lumayan buat menghidupi kebutuhan keluarga. Apalagi sekarang. Untuk mencari uang sangat sulit. Rujak buah segar ini, benar-benar menjadi tumpuan untuk menafkahi keluarganya.(*)

Rujak dengan campuran berbagai macam buah segar begitu nikmat saat diicip di siang bolong. Merasakan lelehan sambal, dengan rasa asam manis, membuat lidah bergoyang ketagihan. Waktu terik matahari menyengat itu, menjadi berkah bagi Arman, pedagang asinan buah-buahan tepi Jalan Sultan Syahrir Abdurahman

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

HARI masih pagi. Namun Arman, pedagang rujak buah-buahan segar sudah mangkal di tepi Jalan Sultan Syahrir Abdurahman. Gerobak dagangan rujak buahnya terletak persis di depan Gang Rawasari, samping Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.

Pantauan Pontianak Post, satu persatu dari delapan jenis buah ia potong kecil-kecil. Jenis buahnya ada jambu air, jambu biji, bengkuang, nanas, pepaya, timun, kedondong dan mangga. Setelah buah-buah itu dipotong, iapun menyiapkan kotak mika, sebagai wadah asinan buah-buahannya.

Baca Juga :  Jadi Orang Tua Asuh Mangrove ala Desa Sungai Kupah

Buah-buahan tersebut makin enak disantap, bila dicampur dengan sambal kacang yang telah diolah Arman. Kata dia, ada dua varian sambal. Yaitu rasa pedas dan rasa asam manis. “Selera lidah orang beda-beda. Ada yang tahan pedas, ada juga yang suka asam manis. Makanya saya buat dua varian,” ujar Arman kepada Pontianak Post, Selasa (26/1) kemarin.

Ia menuturkan, sudah semingguan ini cuaca di Pontianak panas. Cuaca seperti ini sebenarnya menjadi berkah bagi Arman. Dagangan asinan buah-buahannya menjadi laris manis. Apalagi waktu siang bolong. Rujak buah-buahan segar yang ia jual Rp 10 ribu perbungkus, ramai didatangi pembeli.

Namun penjualan rujak segarnya tidak selaris sebelum covid 19 melanda. Jika cuaca seperti ini (terik panas) sehari dulu bisa menghabiskan seratus bungkus rujak. Namun setelah dihantam covid, per hari paling kuat laku 70 bungkus. “Kalau musim hujan, penjualan tak sampai 50 bungkus,” ujarnya.

Baca Juga :  Mari Ramaikan Kalbar Berselawat Malam Ini

Arman sudah lama mangkal menjual buah rujak segar di sini. Ia menjelaskan usaha ini turunan dari ibu dan bapak yang kini telah pulang ke tanah Jawa. Dulu, diawal-awal berjualan, pelanggan tidak seramai ini. Namun kelamaan konsumen mulai ramai. Bahkan pembelinya tak jarang dari luar kota. Rujak dibeli mereka buat disantap di perjalanan.

Hasil dari penjualan rujak buah segar ini, lumayan buat menghidupi kebutuhan keluarga. Apalagi sekarang. Untuk mencari uang sangat sulit. Rujak buah segar ini, benar-benar menjadi tumpuan untuk menafkahi keluarganya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/