alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Laboratorium Bakal Segera Selesai

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) membantu pembangunan gedung laboratorium RT-PCR di Rumah Sakit TNI AU (RSAU) dr. Moh.Sutomo Lanud Supadio, Kubu Raya. Dengan adanya lab tambahan untuk pemeriksaan Covid-19 ini diharapkan bisa membantu tacing yang dilaksanakan Satgas Covid-19.

“Jadi RSAU ini sudah punya peralatan PCR, hanya ruangnya untuk labnya belum. Kami bantu, supaya cepat pembangunannya. Karena ini virus, jadi harus ada ruang dengan tekanan negatif,” ungkap Gubernur Kalbar Sutarmidji saat meninjau RS tersebut, Selasa (26/1).

Midji sapaan akrabnya memperkirakan pembangunan Gedung lab tersebut bisa selesai dalam waktu dua minggu ke depan. Dengan demikian RS tersebut bisa membantu pemerintah dalam pelaksanaan tracing dan pemeriksaan Covid-19. Adanya lab RT-PCR ini akan lebih memudahkan dalam pemeriksaan karena bisa mengetahui kandungan virus dalam tubuh seseorang lebih detail.

Baca Juga :  IKIP PGRI Pontianak Menduduki Peringkat 3 Perguruan Tinggi PGRI se-Indonesia

“Kalau yang mobile PCR hanya menentukan positif atau negatif. CT (cycle threshold)-nya dan viral load-nya tidak tergambar. Kalau ini (lab RT-PCR), CT-nya kehilatan, viral load-nya kelihatan,” paparnya.

Nilai CT dan viral load menurutnya penting untuk diketahui agar memudahkan penanganan. Sebab selama ini orang yang terkonfirmasi (positif) Covid-19 cendrung hanya malakukan isolasi selama 10 hari dan sudah dinyatakan sembuh. Padahal tidak diketahui berapa nilai CT dan viral load-nya.

“Kalau CT nilainya 37-38, viral load hanya lima (copies virus) tidak masalah. Tapi kalau sudah jutaan atau miliaran (copies virus) tapi OTG, lalu 10 hari dinyatakan sembuh, saya kurang sependapat,” katanya.

Sementara itu, enam kabupaten di Kalimantan Barat kembali masuk zona kuning atau risiko rendah untuk kategori penyebaran Covid-19. Enam kabupaten itu, Sanggau, Sambas, Mempawah, Kapuas Hulu, Kubu Raya dan Kayong.

Baca Juga :  Penanganan Covid-19 di Kalbar Tuai Pujian; Tes Cepat Massal dan Menu Makanan jadi Kunci

Sementara enam kabupaten dan dua kota masih dalam zona orange atau risiko sedang untuk kasus penyebaran Covid-19. Delapan kabupaten itu antara lain Ketapang, Melawi, Sintang, Bengkayang, Landak, Sekadau, Pontianak dan Singkawang.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson mengatakan pihaknya terus mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak melakukan penelusuran dan tes Covid-19.

Sementara itu dalam data Covid-19 Kalimantan Barat tercatat hingga 24 Januari 2020, sebanyak 3.765 kasus konfirmasi Covid-19. Dari data itu 383 kasus konfirmasi isolasi. Kemudian 3.354 kasus konfirmasi yang sembuh dan 26 kasus yang meninggal dunia.

Harisson terus mengimbau masyarakat untuk menaati protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19. “Selalu terapkan 3M. Menjaga kondisi tubuh dan mari bersama-sama mencegah penularan Covid-19,” ajak Harisson. (bar/mse)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) membantu pembangunan gedung laboratorium RT-PCR di Rumah Sakit TNI AU (RSAU) dr. Moh.Sutomo Lanud Supadio, Kubu Raya. Dengan adanya lab tambahan untuk pemeriksaan Covid-19 ini diharapkan bisa membantu tacing yang dilaksanakan Satgas Covid-19.

“Jadi RSAU ini sudah punya peralatan PCR, hanya ruangnya untuk labnya belum. Kami bantu, supaya cepat pembangunannya. Karena ini virus, jadi harus ada ruang dengan tekanan negatif,” ungkap Gubernur Kalbar Sutarmidji saat meninjau RS tersebut, Selasa (26/1).

Midji sapaan akrabnya memperkirakan pembangunan Gedung lab tersebut bisa selesai dalam waktu dua minggu ke depan. Dengan demikian RS tersebut bisa membantu pemerintah dalam pelaksanaan tracing dan pemeriksaan Covid-19. Adanya lab RT-PCR ini akan lebih memudahkan dalam pemeriksaan karena bisa mengetahui kandungan virus dalam tubuh seseorang lebih detail.

Baca Juga :  Wali Kota Bakal Telusuri Rumor Alasan Penolakan Vaksinasi

“Kalau yang mobile PCR hanya menentukan positif atau negatif. CT (cycle threshold)-nya dan viral load-nya tidak tergambar. Kalau ini (lab RT-PCR), CT-nya kehilatan, viral load-nya kelihatan,” paparnya.

Nilai CT dan viral load menurutnya penting untuk diketahui agar memudahkan penanganan. Sebab selama ini orang yang terkonfirmasi (positif) Covid-19 cendrung hanya malakukan isolasi selama 10 hari dan sudah dinyatakan sembuh. Padahal tidak diketahui berapa nilai CT dan viral load-nya.

“Kalau CT nilainya 37-38, viral load hanya lima (copies virus) tidak masalah. Tapi kalau sudah jutaan atau miliaran (copies virus) tapi OTG, lalu 10 hari dinyatakan sembuh, saya kurang sependapat,” katanya.

Sementara itu, enam kabupaten di Kalimantan Barat kembali masuk zona kuning atau risiko rendah untuk kategori penyebaran Covid-19. Enam kabupaten itu, Sanggau, Sambas, Mempawah, Kapuas Hulu, Kubu Raya dan Kayong.

Baca Juga :  Rilis Kinerja Polres Kubu Raya; Ungkap 213 Kasus Kriminal Selama 2019

Sementara enam kabupaten dan dua kota masih dalam zona orange atau risiko sedang untuk kasus penyebaran Covid-19. Delapan kabupaten itu antara lain Ketapang, Melawi, Sintang, Bengkayang, Landak, Sekadau, Pontianak dan Singkawang.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson mengatakan pihaknya terus mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak melakukan penelusuran dan tes Covid-19.

Sementara itu dalam data Covid-19 Kalimantan Barat tercatat hingga 24 Januari 2020, sebanyak 3.765 kasus konfirmasi Covid-19. Dari data itu 383 kasus konfirmasi isolasi. Kemudian 3.354 kasus konfirmasi yang sembuh dan 26 kasus yang meninggal dunia.

Harisson terus mengimbau masyarakat untuk menaati protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19. “Selalu terapkan 3M. Menjaga kondisi tubuh dan mari bersama-sama mencegah penularan Covid-19,” ajak Harisson. (bar/mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/