alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Akses Layanan Pajak Semakin Mudah

PONTIANAK – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Barat menggelar seminar kehumasan dengan mengundang sejumlah media di Kalimantan Barat, Rabu (26/2). Mengangkat tema ‘Peran Strategis Humas di Era Industri 4.0’, acara ini digelar dalam rangka meningkatkan peran serta media massa dalam mendorong penguatan pajak, serta menjalin kemitraan yang solid dengan mereka.  “Kami sangat menyadari bahwa peran media ini sangat strategis dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat soal pajak. Karena itu kerja sama dan dukungan ini diharapkan semakin baik,” ungkap Vadri Usman, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Kalbar.

Kepala DJP Kalbar, Farid Bachtiar, mengungkapkan bila pelayanan pajak saat ini sudah semakin mudah seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi. Kehadiran teknologi, menurutnya membuat akses masyarakat untuk mendaptakan layanan pajak semakin mudah, seperti pelaporan SPT PPh dengan e-SPT, program e-Filing untuk pelaporan SPT, program e-Billing untuk pembayaran pajak, faktur pajak wajib menggunakan e-Faktur, serta program e-Form.

Baca Juga :  Realisasi Pajak Daerah Naik

Namun begitu, diakuinya masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami pajak, serta urgensinya bagi pembangunan. “Barangkali literasi saat ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan,” kata dia.  Karena itu, selain peningkatan layanan, langkah lain yang ditempuh untuk meningkatkan literasi pajak serta kepatuhan wajib pajak, adalah dengan pengawasan dan penegakan hukum yang berkeadilan. Pihaknya juga memanfaatan data pihak ketiga yang dilakukan melalui tata kelola yang akuntabel, serta perluasan basis pajak melalui penambahan Kantor Pelayanan Pajak Madya dan reorientasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama

“Kami juga berupaya untuk meningkatkan sinergi kelembagaan meliputi rapat bersama, pertukaran data dan analisis bersama, untuk memperkuat integrasi data dan harmonisasi. Kami juga melakukan pendekatan komunitas,” jelas dia.

Pemimpin Redaksi Pontianak Post, Heriyanto, dalam kesempatan tersebut mendorong literasi pajak dengan mengoptimalkan seluruh media yang ada, baik itu media massa seperti cetak dan elektronik, maupun media sosial (medsos). Menurutnya setiap media punya pembacanya masing-masing, sehingga penting untuk memanfaatkan beragam media.

Baca Juga :  Kaum Muda Pontianak Gencar Investasi di Tekfin

“Medsos bisa menjadi salah satu sarana penyuluhan perpajakan kepada Wajib Pajak. Mulai dari facebook, instagram, twitter hingga youtube. Materi perpajakan bisa berupa info peraturan terbaru, pengingat batas akhir pembayaran maupun pelaporan, berita pajak terbaru, dan berbagai kegiatan perpajakan lainnya,” ungkap dia.

Kepala LKBN Antara Biro Kalbar, Teguh Imam Wibowo, menyatakan saat ini peran kehumasan sangat penting dalam rangka membentuk citra lembaga atau badan. Karena itu menurutnya, penting bagi lembaga untuk menempatkan orang yang tepat di posisi itu, yakni mereka yang mampu memanfaatkan banyak media secara optimal. “Mereka yang berada di humas, harus melek media dan teknologinya,” kata dia. (sti)

PONTIANAK – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Barat menggelar seminar kehumasan dengan mengundang sejumlah media di Kalimantan Barat, Rabu (26/2). Mengangkat tema ‘Peran Strategis Humas di Era Industri 4.0’, acara ini digelar dalam rangka meningkatkan peran serta media massa dalam mendorong penguatan pajak, serta menjalin kemitraan yang solid dengan mereka.  “Kami sangat menyadari bahwa peran media ini sangat strategis dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat soal pajak. Karena itu kerja sama dan dukungan ini diharapkan semakin baik,” ungkap Vadri Usman, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Kalbar.

Kepala DJP Kalbar, Farid Bachtiar, mengungkapkan bila pelayanan pajak saat ini sudah semakin mudah seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi. Kehadiran teknologi, menurutnya membuat akses masyarakat untuk mendaptakan layanan pajak semakin mudah, seperti pelaporan SPT PPh dengan e-SPT, program e-Filing untuk pelaporan SPT, program e-Billing untuk pembayaran pajak, faktur pajak wajib menggunakan e-Faktur, serta program e-Form.

Baca Juga :  Ternyata Pemodal Pontianak Paling Besar di Modal Rakyat

Namun begitu, diakuinya masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami pajak, serta urgensinya bagi pembangunan. “Barangkali literasi saat ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan,” kata dia.  Karena itu, selain peningkatan layanan, langkah lain yang ditempuh untuk meningkatkan literasi pajak serta kepatuhan wajib pajak, adalah dengan pengawasan dan penegakan hukum yang berkeadilan. Pihaknya juga memanfaatan data pihak ketiga yang dilakukan melalui tata kelola yang akuntabel, serta perluasan basis pajak melalui penambahan Kantor Pelayanan Pajak Madya dan reorientasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama

“Kami juga berupaya untuk meningkatkan sinergi kelembagaan meliputi rapat bersama, pertukaran data dan analisis bersama, untuk memperkuat integrasi data dan harmonisasi. Kami juga melakukan pendekatan komunitas,” jelas dia.

Pemimpin Redaksi Pontianak Post, Heriyanto, dalam kesempatan tersebut mendorong literasi pajak dengan mengoptimalkan seluruh media yang ada, baik itu media massa seperti cetak dan elektronik, maupun media sosial (medsos). Menurutnya setiap media punya pembacanya masing-masing, sehingga penting untuk memanfaatkan beragam media.

Baca Juga :  Andalkan Tenun Sidan di Smesco Nasional

“Medsos bisa menjadi salah satu sarana penyuluhan perpajakan kepada Wajib Pajak. Mulai dari facebook, instagram, twitter hingga youtube. Materi perpajakan bisa berupa info peraturan terbaru, pengingat batas akhir pembayaran maupun pelaporan, berita pajak terbaru, dan berbagai kegiatan perpajakan lainnya,” ungkap dia.

Kepala LKBN Antara Biro Kalbar, Teguh Imam Wibowo, menyatakan saat ini peran kehumasan sangat penting dalam rangka membentuk citra lembaga atau badan. Karena itu menurutnya, penting bagi lembaga untuk menempatkan orang yang tepat di posisi itu, yakni mereka yang mampu memanfaatkan banyak media secara optimal. “Mereka yang berada di humas, harus melek media dan teknologinya,” kata dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/