alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Kemenkopolhukam Apresiasi Kinerja Sutarmidji

SPIP dan APIP Seluruh Pemda Minimal Level Tiga

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat apresiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam RI), terkait peningkatan kualitas maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di daerah.

Seperti diungkapkan, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur, Kemenko Polhukam RI Marsda TNI Rus Nurhadi Sutedjo, bahwa pihaknya melaksanakan kunjungan kerja ke Kalbar untuk mendorong peningkatan khusus di bidang reformasi birokrasi. Diantaranya peningkatan kualitas SPIP dan APIP, reformasi birokrasi serta pelayanan publik.

“Kami melihat dan mengapresiasi Kalbar, bahwa dari penilaian sudah pada kategori B, namun memang masih ada beberapa kabupaten yang perlu mendapat dorongan,” ungkapnya usai Rakor di Data Anlytic Room Kantor Gubernur, Rabu (26/2).

Ia yakin dengan kepemimpinan Gubernur Kalbar Sutarmidji, di tahun 2020 ini semua predikat penilaian bisa mencapai level yang baik. Sampai pada bidang pelayanan publik juga seluruhnya bisa berada di zona hijau. Untuk itu semua target yang dicanangkan diharapkan bisa tercapai.

Baca Juga :  Perekonomian Kalbar Terus Membaik

“Saya percaya sepenuhnya dengan kepemimpinan gubernur Kalbar. Dan saya melihat dari visi misi beliau yang sangat baik, ada progres yang baik walau pun masih ada beberapa daerah yang perlu didorong,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Kalbar melakukan kesepakatan dengan Kemenko Polhukam, Kemendagri, Kemenpan RB dan BPKP Perwakilan Kalbar. Ada tiga poin hasil kesepakatan yang ditandatangani bersama.

Pertama meningkatkan kualitas maturitas SPIP dan kapabilitas APIP terhadap Pemda yang masih belum mencapai level tiga, serta meningkatkan ke level berikutnya. Dengan target di tahun 2020 semua Pemda di Kalbar minimal berada di level tiga.

Lalu yang kedua membuat rencana aksi untuk meningkatkan reformasi birokrasi di Kalbar termasuk kabupaten/kota dalam jangka pendek hingga menegah. Rencana aksi dituangkan dalam roadmap reformasi birokrasi di Kalbar periode 2020-2024, diselesaikan pada 2020.

Kemudian yang ketiga meningkatkan kepatuhan terhadap standar pelayanan penyelenggara sesuai Undang-undang (UU) Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Dengan target tahun 2021 seluruh pelayanan publik Pemda di Kalbar sudah zona hijau.

Baca Juga :  Daerah Mesti dapat Kontribusi dari Hasil Riset

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengungkapkan, progres di Kalbar rata-rata terus mengalami peningkatan. Seperti kapabilitas APIP dikatakan sudah bagus. Kemudian layanan publik, jika yang lalu ada enam daerah di zona merah dan kuning, sekarang tinggal satu. Sementara yang lainnya sudah hijau.

“Kemudian yang lain-lain saya rasa tidak ada masalah, maturitas APIP-nya sudah delapan (daerah) yang level tiga. Dan saya berharap tahun ini semuanya sudah level tiga. Jadi target-target capaian kami, target yang perlu kerja keras, tapi saya rasa bisa,” katanya.

Dalam tata kelola pemerintahan, layanan publik di Kalbar menurutnya juga terus mengalami progres atau kemajuan. Intinya ada pada kemauan di masing-masing daerah dan semua pihak harus saling mengingatkan.

“Jadi tidak ada yang tidak bisa. Nah saya yang nanti akan mengingatkan baik lewat media maupun tulisan surat ke pada Pemda yang ada. Beberapa Pemda kami minta ke BPKP untuk intens melakukan pendampingan,” ujarnya. (bar)

SPIP dan APIP Seluruh Pemda Minimal Level Tiga

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat apresiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam RI), terkait peningkatan kualitas maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di daerah.

Seperti diungkapkan, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur, Kemenko Polhukam RI Marsda TNI Rus Nurhadi Sutedjo, bahwa pihaknya melaksanakan kunjungan kerja ke Kalbar untuk mendorong peningkatan khusus di bidang reformasi birokrasi. Diantaranya peningkatan kualitas SPIP dan APIP, reformasi birokrasi serta pelayanan publik.

“Kami melihat dan mengapresiasi Kalbar, bahwa dari penilaian sudah pada kategori B, namun memang masih ada beberapa kabupaten yang perlu mendapat dorongan,” ungkapnya usai Rakor di Data Anlytic Room Kantor Gubernur, Rabu (26/2).

Ia yakin dengan kepemimpinan Gubernur Kalbar Sutarmidji, di tahun 2020 ini semua predikat penilaian bisa mencapai level yang baik. Sampai pada bidang pelayanan publik juga seluruhnya bisa berada di zona hijau. Untuk itu semua target yang dicanangkan diharapkan bisa tercapai.

Baca Juga :  Film 'Bede' Beri Kontribusi Untuk Promosikan Kalbar

“Saya percaya sepenuhnya dengan kepemimpinan gubernur Kalbar. Dan saya melihat dari visi misi beliau yang sangat baik, ada progres yang baik walau pun masih ada beberapa daerah yang perlu didorong,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Kalbar melakukan kesepakatan dengan Kemenko Polhukam, Kemendagri, Kemenpan RB dan BPKP Perwakilan Kalbar. Ada tiga poin hasil kesepakatan yang ditandatangani bersama.

Pertama meningkatkan kualitas maturitas SPIP dan kapabilitas APIP terhadap Pemda yang masih belum mencapai level tiga, serta meningkatkan ke level berikutnya. Dengan target di tahun 2020 semua Pemda di Kalbar minimal berada di level tiga.

Lalu yang kedua membuat rencana aksi untuk meningkatkan reformasi birokrasi di Kalbar termasuk kabupaten/kota dalam jangka pendek hingga menegah. Rencana aksi dituangkan dalam roadmap reformasi birokrasi di Kalbar periode 2020-2024, diselesaikan pada 2020.

Kemudian yang ketiga meningkatkan kepatuhan terhadap standar pelayanan penyelenggara sesuai Undang-undang (UU) Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Dengan target tahun 2021 seluruh pelayanan publik Pemda di Kalbar sudah zona hijau.

Baca Juga :  Gubernur Kalbar Komitmen Hafizh/Hafizhah Selain Hafal Qur'an Bisa Melanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengungkapkan, progres di Kalbar rata-rata terus mengalami peningkatan. Seperti kapabilitas APIP dikatakan sudah bagus. Kemudian layanan publik, jika yang lalu ada enam daerah di zona merah dan kuning, sekarang tinggal satu. Sementara yang lainnya sudah hijau.

“Kemudian yang lain-lain saya rasa tidak ada masalah, maturitas APIP-nya sudah delapan (daerah) yang level tiga. Dan saya berharap tahun ini semuanya sudah level tiga. Jadi target-target capaian kami, target yang perlu kerja keras, tapi saya rasa bisa,” katanya.

Dalam tata kelola pemerintahan, layanan publik di Kalbar menurutnya juga terus mengalami progres atau kemajuan. Intinya ada pada kemauan di masing-masing daerah dan semua pihak harus saling mengingatkan.

“Jadi tidak ada yang tidak bisa. Nah saya yang nanti akan mengingatkan baik lewat media maupun tulisan surat ke pada Pemda yang ada. Beberapa Pemda kami minta ke BPKP untuk intens melakukan pendampingan,” ujarnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/