alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Milenial Dominasi Kepengurusan PKS Kalbar

PONTIANAK – Partai Keadilan Sejahtera Kalimantan Barat (PKS Kalbar) menjadikan generasi milenial sebagai salah satu ujung tombak. Baik tingkat wilayah maupun tingkat daerah, kepengurusan partai berlogo padi ini didominasi oleh kaum berusia 25-40 tahun.

“Mayoritas kepengurusan 2020-2025 ini memang didominasi oleh milenial. Sekitar 48 persen atau hampir separuh dari kepengurusan itu adalah milenial,” ungkap ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo, usai kegiatan pelantikan Majelis Pertimbangan Daerah dan Dewan Pengurus Daerah kabupaten/Kota Kalimantan Barat, Sabtu (27/2).

PKS Kalbar, kata Arif, juga diisi dengan banyak pengurus dan anggota perempuan. Termasuk juga dari kalangan pengusaha dan tokoh masyarakat. Dia menilai penting untuk merangkul banyak kalangan, agar PKS semakin dikenal kiprahnya. Terlebih, lima tahun ke depan pihaknya fokus pada perekrutan anggota, menduduki unsur pimpinan DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, hingga meletakkan kadernya di kursi eksekutif, baik itu kepala daerah ataupun wakil kepala daerah.

Baca Juga :  Komisi IV: Warga Berharap Infrastruktur Jalan Provinsi Diutamakan.

Ketua DPD PKS Kota Pontianak, Husin menargetkan penambahan hingga 3000 anggota hingga lima tahun ke depan atau 800 anggota dalam satu tahun. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan memperkuat kepengurusan hingga ke akar rumput. Kepengurusan PKS, menurutnya tidak hanya sampai pada tingkat cabang atau kecamatan, melainkan hingga tingkat ranting atau kelurahan.

“Struktur untuk tingkat kecamatan sudah ada. Tinggal tingkat kelurahan ini akan segera kita rampungkan,” tuturnya.

Sekretaris DPD PKS Kota Pontianak, M Thaufani menambahkan, kepengurusan DPD PKS Kota Pontianak hampir setengahnya berada di bawah usia 40 tahun. Selain itu, 40 persen kepengurusan  juga diisi oleh perempuan.“Kami memandang adanya bonus demografi ke depan, pemilih itu didominasi oleh generasi muda,” tutur dia.

Baca Juga :  Pengadilan Tinggi Vonis Ali Sabudin Enam Bulan Penjara

Di sisi lain, bergabungnya pemuda dalam kancah politik praktis, merupakan upaya dari partai untuk melakukan penyegaran kepengurusan partai. Pihaknya ingin aktivitas kepartaian melibatkan banyak orang-orang muda yang mengusung politik idealis.

“Pemuda kita harapkan jadi solusi yang dihadapi oleh masyarakat,” kata dia. (sti)

PONTIANAK – Partai Keadilan Sejahtera Kalimantan Barat (PKS Kalbar) menjadikan generasi milenial sebagai salah satu ujung tombak. Baik tingkat wilayah maupun tingkat daerah, kepengurusan partai berlogo padi ini didominasi oleh kaum berusia 25-40 tahun.

“Mayoritas kepengurusan 2020-2025 ini memang didominasi oleh milenial. Sekitar 48 persen atau hampir separuh dari kepengurusan itu adalah milenial,” ungkap ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo, usai kegiatan pelantikan Majelis Pertimbangan Daerah dan Dewan Pengurus Daerah kabupaten/Kota Kalimantan Barat, Sabtu (27/2).

PKS Kalbar, kata Arif, juga diisi dengan banyak pengurus dan anggota perempuan. Termasuk juga dari kalangan pengusaha dan tokoh masyarakat. Dia menilai penting untuk merangkul banyak kalangan, agar PKS semakin dikenal kiprahnya. Terlebih, lima tahun ke depan pihaknya fokus pada perekrutan anggota, menduduki unsur pimpinan DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, hingga meletakkan kadernya di kursi eksekutif, baik itu kepala daerah ataupun wakil kepala daerah.

Baca Juga :  Prioritaskan Kader di Pilkada 2024, PKS Targetkan Menang

Ketua DPD PKS Kota Pontianak, Husin menargetkan penambahan hingga 3000 anggota hingga lima tahun ke depan atau 800 anggota dalam satu tahun. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan memperkuat kepengurusan hingga ke akar rumput. Kepengurusan PKS, menurutnya tidak hanya sampai pada tingkat cabang atau kecamatan, melainkan hingga tingkat ranting atau kelurahan.

“Struktur untuk tingkat kecamatan sudah ada. Tinggal tingkat kelurahan ini akan segera kita rampungkan,” tuturnya.

Sekretaris DPD PKS Kota Pontianak, M Thaufani menambahkan, kepengurusan DPD PKS Kota Pontianak hampir setengahnya berada di bawah usia 40 tahun. Selain itu, 40 persen kepengurusan  juga diisi oleh perempuan.“Kami memandang adanya bonus demografi ke depan, pemilih itu didominasi oleh generasi muda,” tutur dia.

Baca Juga :  Hakim Tipikor Dilaporkan ke KY

Di sisi lain, bergabungnya pemuda dalam kancah politik praktis, merupakan upaya dari partai untuk melakukan penyegaran kepengurusan partai. Pihaknya ingin aktivitas kepartaian melibatkan banyak orang-orang muda yang mengusung politik idealis.

“Pemuda kita harapkan jadi solusi yang dihadapi oleh masyarakat,” kata dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/