alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

PLBN Ditutup, Orang Melintas Lewat Jalur Tikus

Penertiban di PLBN

127 warga yang diamankan karena lewat jalur tikus

  • PLBN Aruk (Sambas) => 77 orang
  • PLBN Entikong (Sanggau) => 43 orang
  • Kecamatan Sekayam => 2 orang
  • Jagoibabang => 5 orang

– KJRI Kuching memfasilitasi pemulangan 35 orang warga Indonesia.

* Pemulangan akibat dari kebijakan lockdown Malaysia sebagai efek Covid 19.

* Sejak 18-23 Maret 2020 ada 231 WNI yang dipulangkan.

* Tiga orang diisolasi karena ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan.

PONTIANAK – Mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, Satgas Pamtas memperketat pengawasan jalur perbatasan, khususnya jalur-jalur tidak resmi atau jalur tikus yang menghubungkan antara Indonesia dengan Malaysia. Dalam sepekan terakhir, ada 127 orang Indonesia yang diamankan saat melintasi jalur tikus tersebut.

Komandan Satgas Pamtas Yaonif Raider 641 Beruang Kodam XII Tanjungpura, Letkol Kukuh Suharwiyono mengatakan, pegawasan jalur perbatasan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kami bersama Polri, Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina membuka posko bersama. Posko ini bertujuan untuk melakukan pengetatan pengawasan di jalur-jalur tikus atau tidak resmi yang menghubungkan antara Indonesia dengan Malaysia,” ujarnya, kemarin.

Dalam pengawasan jalur perbatasan tersebut, kata Kukuh, pihaknya telah mengamankan setidaknya 127 orang warga Indonesia yang masuk dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur tikus.

Dari 127 warga yang diamankan, diantaranya di sekitaran PLBN Aruk, Kabupaten Sambas sebanyak 77 orang, sekitaran PLBN Entikong sebanyak 43 orang, Kecamatan Sekayam sebanyak dua orang, dan di sekitaran Jagoibabang ada 5 orang.

Dikatakan Kukuh, untuk memastikan mereka sehat dan tidak terpapar virus corona, para WNI ini harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh karantina kesehatan untuk memastikan bahwa mereka sehat, tidak terpapar virus corona. Apabila dinyatakan sehat, maka pemeriksaan selanjutnya oleh pihak Imigrasi, yaitu mendata identitas mereka dan selanjutnya oleh pihak Bea Cukai untuk memeriksa barang-barang yang mereka bawa,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Tinggi, Permintaan Obat dan Vitamin Meningkat

“Setelah ketiga langkah ini dinyatakan lolos, maka orang tersebut bisa melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan mereka masing-masing,’ katanya.

Menurut Kukuh, saat ini Satgas pamtas juga menambah titik-titik pengawasan dan menambah kekuatan personel di sepanjang perbatasan, mulai dari Kabupaten Sanggau, Bengkayang dan Sambas.

Sebelumnya, sebanyak 35 orang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di wilayah Sarawak, Malaysia dipulangkan ke tanah air. Ke-35 orang yang rata-rata warga Kalimantan Barat ini dipulangkan dengan difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching. Mereka dipulangkan melalui dua jalur Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Entikong dan Aruk.

Konsulat Jenderal RI Kuching, Yonny Tri Prayitno membenarkan bahwa KJRI Kuching telah memfasilitasi pemulangan sebanyak 35 orang warga Indonesia. Kata Yonny, warga negara Indonesia akibat dari kebijakan lockdown Malaysia sebagai efek Covid 19.

“Mereka minta dipulangkan. Kami antar ke border. Kesulitan mereka, karena sudah tidak ada lagi kendaraan komersil jarak jauh yang operasional, jadi KJRI siapkan kendaraan,” kata Yonny saat dihubungi Pontianak Post.

Sebelum tiba di tanah air, kata Yonny, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai protokol pencegahan Covid 19.

“Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu oleh KKP PLBN yang kebetulan tim KKP PLBN siap dengan dokternya juga,” jelasnya.

Baca Juga :  23 Lansia Pindah dari Ketapang

Menurut Yonny, WNI yang dipulangkan saat ini sebagian besar warga Kalimantan Barat. Khusus yang bekerja di ladang atau kilang.

Berdasarkan data yang dihimpun Pontianak Post, sejak tanggal 18-23 Maret 2020 setidaknya ada 231 WNI yang dipulangkan ke tanah air. Tiga diantaranya harus diisolasi karena ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, terdapat 1.938 ODP virus corona yang terpantau.

Mereka tersebar di seluruh kabupaten di Kalbar. Namun paling banyak ditemukan di Kabupaten Sambas, yakni 515 orang.

“Mereka ini umumnya adalah para pekerja migran dari Malaysia yang ketika pulang dalam keadaan demam, batuk dan pilek,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson.

Harisson menerangkan, seluruh orang dalam pemantauan itu sudah tertangani dengan baik. Mereka yang bertugas melakukan pemantauan dan penanganan adalah para petugas medis di Dinas Kesehatan Kabupaten dan di tiap puskesmas.

“Mereka dikawal Dinas Kesehatan di daerah dan petugas puskesmas masing-masing,” ujar Harisson.

Adapun sebaran orang dalam pemantauan di tiap kabupaten dan kota di Kalimantan Barat adalah; Pontianak 160 orang; Sanggau 209 orang; Sintang 318 orang; Melawi 39 orang; Singkawang 130 orang; Mempawah 47 orang; Kubu Raya 134 orang; Sambas 515 orang; Kapuas Hulu 34 orang; Sekadau 226 orang; Bengkayang 9 orang; Landak 74 orang; Ketapang 17 orang; dan Kayong Utara 26 orang. (arf)

Penertiban di PLBN

127 warga yang diamankan karena lewat jalur tikus

  • PLBN Aruk (Sambas) => 77 orang
  • PLBN Entikong (Sanggau) => 43 orang
  • Kecamatan Sekayam => 2 orang
  • Jagoibabang => 5 orang

– KJRI Kuching memfasilitasi pemulangan 35 orang warga Indonesia.

* Pemulangan akibat dari kebijakan lockdown Malaysia sebagai efek Covid 19.

* Sejak 18-23 Maret 2020 ada 231 WNI yang dipulangkan.

* Tiga orang diisolasi karena ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan.

PONTIANAK – Mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, Satgas Pamtas memperketat pengawasan jalur perbatasan, khususnya jalur-jalur tidak resmi atau jalur tikus yang menghubungkan antara Indonesia dengan Malaysia. Dalam sepekan terakhir, ada 127 orang Indonesia yang diamankan saat melintasi jalur tikus tersebut.

Komandan Satgas Pamtas Yaonif Raider 641 Beruang Kodam XII Tanjungpura, Letkol Kukuh Suharwiyono mengatakan, pegawasan jalur perbatasan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kami bersama Polri, Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina membuka posko bersama. Posko ini bertujuan untuk melakukan pengetatan pengawasan di jalur-jalur tikus atau tidak resmi yang menghubungkan antara Indonesia dengan Malaysia,” ujarnya, kemarin.

Dalam pengawasan jalur perbatasan tersebut, kata Kukuh, pihaknya telah mengamankan setidaknya 127 orang warga Indonesia yang masuk dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur tikus.

Dari 127 warga yang diamankan, diantaranya di sekitaran PLBN Aruk, Kabupaten Sambas sebanyak 77 orang, sekitaran PLBN Entikong sebanyak 43 orang, Kecamatan Sekayam sebanyak dua orang, dan di sekitaran Jagoibabang ada 5 orang.

Dikatakan Kukuh, untuk memastikan mereka sehat dan tidak terpapar virus corona, para WNI ini harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh karantina kesehatan untuk memastikan bahwa mereka sehat, tidak terpapar virus corona. Apabila dinyatakan sehat, maka pemeriksaan selanjutnya oleh pihak Imigrasi, yaitu mendata identitas mereka dan selanjutnya oleh pihak Bea Cukai untuk memeriksa barang-barang yang mereka bawa,” lanjutnya.

Baca Juga :  Delapan TKI Bengkayang Terpapar Covid-19

“Setelah ketiga langkah ini dinyatakan lolos, maka orang tersebut bisa melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan mereka masing-masing,’ katanya.

Menurut Kukuh, saat ini Satgas pamtas juga menambah titik-titik pengawasan dan menambah kekuatan personel di sepanjang perbatasan, mulai dari Kabupaten Sanggau, Bengkayang dan Sambas.

Sebelumnya, sebanyak 35 orang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di wilayah Sarawak, Malaysia dipulangkan ke tanah air. Ke-35 orang yang rata-rata warga Kalimantan Barat ini dipulangkan dengan difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching. Mereka dipulangkan melalui dua jalur Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Entikong dan Aruk.

Konsulat Jenderal RI Kuching, Yonny Tri Prayitno membenarkan bahwa KJRI Kuching telah memfasilitasi pemulangan sebanyak 35 orang warga Indonesia. Kata Yonny, warga negara Indonesia akibat dari kebijakan lockdown Malaysia sebagai efek Covid 19.

“Mereka minta dipulangkan. Kami antar ke border. Kesulitan mereka, karena sudah tidak ada lagi kendaraan komersil jarak jauh yang operasional, jadi KJRI siapkan kendaraan,” kata Yonny saat dihubungi Pontianak Post.

Sebelum tiba di tanah air, kata Yonny, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai protokol pencegahan Covid 19.

“Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu oleh KKP PLBN yang kebetulan tim KKP PLBN siap dengan dokternya juga,” jelasnya.

Baca Juga :  Balek Kampong Tawarkan Agrowisata Terpadu

Menurut Yonny, WNI yang dipulangkan saat ini sebagian besar warga Kalimantan Barat. Khusus yang bekerja di ladang atau kilang.

Berdasarkan data yang dihimpun Pontianak Post, sejak tanggal 18-23 Maret 2020 setidaknya ada 231 WNI yang dipulangkan ke tanah air. Tiga diantaranya harus diisolasi karena ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, terdapat 1.938 ODP virus corona yang terpantau.

Mereka tersebar di seluruh kabupaten di Kalbar. Namun paling banyak ditemukan di Kabupaten Sambas, yakni 515 orang.

“Mereka ini umumnya adalah para pekerja migran dari Malaysia yang ketika pulang dalam keadaan demam, batuk dan pilek,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson.

Harisson menerangkan, seluruh orang dalam pemantauan itu sudah tertangani dengan baik. Mereka yang bertugas melakukan pemantauan dan penanganan adalah para petugas medis di Dinas Kesehatan Kabupaten dan di tiap puskesmas.

“Mereka dikawal Dinas Kesehatan di daerah dan petugas puskesmas masing-masing,” ujar Harisson.

Adapun sebaran orang dalam pemantauan di tiap kabupaten dan kota di Kalimantan Barat adalah; Pontianak 160 orang; Sanggau 209 orang; Sintang 318 orang; Melawi 39 orang; Singkawang 130 orang; Mempawah 47 orang; Kubu Raya 134 orang; Sambas 515 orang; Kapuas Hulu 34 orang; Sekadau 226 orang; Bengkayang 9 orang; Landak 74 orang; Ketapang 17 orang; dan Kayong Utara 26 orang. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/