alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Siapkan 700 Tempat Tidur di Asrama BPSDM

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) telah menyiapkan beberapa opsi tempat untuk pelaksanaan karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Salah satunya di Asrama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar dengan kapasitas 700 tempat tidur.  Dengan demikian, nantinya PMI asal luar Kalbar yang sudah dinyatakan negatif tes usap (swab) PCR pertama di PLBN, bisa langsung dibawa ke Pontianak.

Di Pontianak mereka akan menjalani karantina selama lima hari, sesuai aturan pemerintah pusat bagi setiap orang yang datang dari luar negeri. Gubernur Kalbar, Sutarmidji meninjau langsung persiapan asrama BPSDM Kalbar di Jalan Gusti Johan Idrus, Minggu (25/4). Dalam kesempatan itu turut hadir Kasdam XII Tanjungpura Brigjen TNI Djaka Budhi Utama, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson serta beberapa staf pengelola asrama tersebut.

Baca Juga :  Satu Bus Bakal Dikarantina

“Hari ini (kemarin) kami sedang meninjau persiapan penempatan karantina terhadap pemulangan WNI (PMI) dari luar Kalbar. Mereka ini semuanya negatif ya, kalau yang positif langsung disolasi di Unit Pelatihan Kesehatan (Upelkes),” katanya Sutarmidji saat diwawancarai di lokasi.

Menurutnya, pemulangan PMI dari Sarawak, Malaysia sudah diantisipasi oleh Pemprov Kalbar sejak awal tahun. Selain di Asrama BPSDM, pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa opsi tempat karantina seperti di Balai Pelatihan Guru, Gedung Korpri, Balai Koperasi dan terakhir di Dinas Sosial Kalbar. “Asrama BPSDM sendiri sudah tersedia sebanyak tujuh ratus tempat tidur,” katanya.

Dijelaskan Midji pemulangan WNI untuk tahap pertama akan ada sebanyak 125 orang. Metode sirkulasi pemulangan tersebut akan dilakukan per lima hari. “Lima hari datang dan lima hari akan keluar. Selama lima hari akan diambil tindakan, yakni dua kali tes swab. Masuk ke sini (Kalbar) harus dipastikan negatif dan ketika keluar pun dia harus negatif (hasil tesnya),” jelasnya.  Kebijakan tersebut akan dilakukan Pemprov Kalbar sampai pemulangan PMI selesai. “Untuk jumlah pemulangan, WNI yang berasal dari luar Kalbar diperkirakan bisa ribuan orang,” pungkasnya.(bar/r)

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) telah menyiapkan beberapa opsi tempat untuk pelaksanaan karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Salah satunya di Asrama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar dengan kapasitas 700 tempat tidur.  Dengan demikian, nantinya PMI asal luar Kalbar yang sudah dinyatakan negatif tes usap (swab) PCR pertama di PLBN, bisa langsung dibawa ke Pontianak.

Di Pontianak mereka akan menjalani karantina selama lima hari, sesuai aturan pemerintah pusat bagi setiap orang yang datang dari luar negeri. Gubernur Kalbar, Sutarmidji meninjau langsung persiapan asrama BPSDM Kalbar di Jalan Gusti Johan Idrus, Minggu (25/4). Dalam kesempatan itu turut hadir Kasdam XII Tanjungpura Brigjen TNI Djaka Budhi Utama, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson serta beberapa staf pengelola asrama tersebut.

Baca Juga :  Balitbang Kalbar Peringkat Pertama Badan Publik Informatif

“Hari ini (kemarin) kami sedang meninjau persiapan penempatan karantina terhadap pemulangan WNI (PMI) dari luar Kalbar. Mereka ini semuanya negatif ya, kalau yang positif langsung disolasi di Unit Pelatihan Kesehatan (Upelkes),” katanya Sutarmidji saat diwawancarai di lokasi.

Menurutnya, pemulangan PMI dari Sarawak, Malaysia sudah diantisipasi oleh Pemprov Kalbar sejak awal tahun. Selain di Asrama BPSDM, pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa opsi tempat karantina seperti di Balai Pelatihan Guru, Gedung Korpri, Balai Koperasi dan terakhir di Dinas Sosial Kalbar. “Asrama BPSDM sendiri sudah tersedia sebanyak tujuh ratus tempat tidur,” katanya.

Dijelaskan Midji pemulangan WNI untuk tahap pertama akan ada sebanyak 125 orang. Metode sirkulasi pemulangan tersebut akan dilakukan per lima hari. “Lima hari datang dan lima hari akan keluar. Selama lima hari akan diambil tindakan, yakni dua kali tes swab. Masuk ke sini (Kalbar) harus dipastikan negatif dan ketika keluar pun dia harus negatif (hasil tesnya),” jelasnya.  Kebijakan tersebut akan dilakukan Pemprov Kalbar sampai pemulangan PMI selesai. “Untuk jumlah pemulangan, WNI yang berasal dari luar Kalbar diperkirakan bisa ribuan orang,” pungkasnya.(bar/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/