alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Teliti Soal Peran Perusahaan Dalam Kemandirian Desa

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kalimantan Barat (Kalbar) berkomitmen terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas kelitbangan untuk mendukung pembangunan daerah. Salah satunya penelitian soal peran perusahaan perkebunan maupuan pertambangan terhadap kemandirian desa di sekitarnya.

“Jadi di tahun 2021 kami sudah menjaring ada 21 penelitian,termasuk perekayasaan tahun 2022 akan dilakukakan perekayaan terkait pembangkit listrik tenaga surya terapung untuk desa tertinggal dan berkembang,” ungkap Kepala Balitbang Kalbar Herkulana Mekarryani usai pembukaan Seminar Idea Paper Concept (ICP) Tahun 2021 di Hotel Ibis, Senin (26/4).  Sesuai dengan tema dari ICP tersebut, kelitbangan dan perekayasaan ke depan akan fokus pada percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dan peningkatan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Berdasarkan hasil penelitian 2020 kami melihat memang keberadan perkebunan sawit secara tidak langsung mendorong pusat perekonomian baru, akan tetapi desa di sekitar perkebunan masih berstatus tertinggal dan berkembang,” katanya.

Baca Juga :  Balitbang Tindaklanjuti Penilaian IIDa Tahun 2020

Tidak hanya perkebunan hal yang sama juga terjadi di desa-desa sekitar kawasan pertambangan. Untuk itu di tahun 2021 akan ada kerja sama dengan perusahaan perkebunan dan pertambangan. “Jadi desa di sekitar perusahaan sawit dan pertambangan belum secara signifikan menunjukan perubahan status desa,meskipun ada,tapi tidak secara langsung.Karena CSR dari sawit dan pertambangan tidak mendorong indikator desa mandiri,” paparnya.

Untuk penelitian tahun 2021 ini dikatakan dia dilakukan di lima kabupaten yakni KapuasHulu, Kayong Utara, Mempawah,Sanggau dan Sintang.  Dengan sampel lima desa di setiap kabuaten, terkecuali di Kabupaten Sanggau yang melibatkan16 desa. “Kami akan ambil peran perusahaan pertambangan untuk perwujudan desa mandiri,di sekitar perusahaan, seperti di Sanggau kamiambil Antam,” pungkasnya. Sementara itu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan KalbarJunaidi menyambut baik pelaksanaan ICP untuk mempersiapkan penelitian, pengembangan dan perekayasaan untuk tahun 2022 mendatang. Apa yang dilakukan tentunya harus sejalan atau mendukung visi misi Gubernur Kalbar 2018-2023.  “Jadi apresiasi kepada teman-teman di Balitbang dan apresiasi juga kepada teman teman OPD yang mendukung penuh berkaitan dengan objek yang akan diteliti di tahun depan,” katanya.(bar)

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kalimantan Barat (Kalbar) berkomitmen terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas kelitbangan untuk mendukung pembangunan daerah. Salah satunya penelitian soal peran perusahaan perkebunan maupuan pertambangan terhadap kemandirian desa di sekitarnya.

“Jadi di tahun 2021 kami sudah menjaring ada 21 penelitian,termasuk perekayasaan tahun 2022 akan dilakukakan perekayaan terkait pembangkit listrik tenaga surya terapung untuk desa tertinggal dan berkembang,” ungkap Kepala Balitbang Kalbar Herkulana Mekarryani usai pembukaan Seminar Idea Paper Concept (ICP) Tahun 2021 di Hotel Ibis, Senin (26/4).  Sesuai dengan tema dari ICP tersebut, kelitbangan dan perekayasaan ke depan akan fokus pada percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dan peningkatan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Berdasarkan hasil penelitian 2020 kami melihat memang keberadan perkebunan sawit secara tidak langsung mendorong pusat perekonomian baru, akan tetapi desa di sekitar perkebunan masih berstatus tertinggal dan berkembang,” katanya.

Baca Juga :  Kejaksaan Lakukan Restorative Justice

Tidak hanya perkebunan hal yang sama juga terjadi di desa-desa sekitar kawasan pertambangan. Untuk itu di tahun 2021 akan ada kerja sama dengan perusahaan perkebunan dan pertambangan. “Jadi desa di sekitar perusahaan sawit dan pertambangan belum secara signifikan menunjukan perubahan status desa,meskipun ada,tapi tidak secara langsung.Karena CSR dari sawit dan pertambangan tidak mendorong indikator desa mandiri,” paparnya.

Untuk penelitian tahun 2021 ini dikatakan dia dilakukan di lima kabupaten yakni KapuasHulu, Kayong Utara, Mempawah,Sanggau dan Sintang.  Dengan sampel lima desa di setiap kabuaten, terkecuali di Kabupaten Sanggau yang melibatkan16 desa. “Kami akan ambil peran perusahaan pertambangan untuk perwujudan desa mandiri,di sekitar perusahaan, seperti di Sanggau kamiambil Antam,” pungkasnya. Sementara itu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan KalbarJunaidi menyambut baik pelaksanaan ICP untuk mempersiapkan penelitian, pengembangan dan perekayasaan untuk tahun 2022 mendatang. Apa yang dilakukan tentunya harus sejalan atau mendukung visi misi Gubernur Kalbar 2018-2023.  “Jadi apresiasi kepada teman-teman di Balitbang dan apresiasi juga kepada teman teman OPD yang mendukung penuh berkaitan dengan objek yang akan diteliti di tahun depan,” katanya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/