alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Covid Mencakar Anak Bermimpi

WALI Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melihat, sektor pendidikan merupakan satu dari sektor yang terdampak saat pandemi covid 19. Momentum Peringatan Hari Anak Nasional kemarin, iapun minta hal dan hak yang menyangkut anak dapat menjadi fokus penyelesaiannya.

“Perayaan Hari Anak Nasional tahun ini masih dalam suasana pandemi. Momentum inipun diambil secara virtual. Di tengah covid, saya pesan pada orang tua untuk memberikan hak kepada anak-anaknya,” ujar Edi.

Caranya, dengan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak. Diketahui, tak sedikit anak menjadi yatim piatu akibat orang tuanya meninggal dunia akibat covid 19. Bagi orang tua yang dirawat di rumah sakit, sudah tentu perhatian terhadap anak di rumah juga hilang. Sampai para orang tua mesti isoman di rumah diminta Edi harus menjadi fokus untuk bersama-sama melindungi anak.

Baca Juga :  Akhir Pekan, Kawasan GOR Tutup

Di tengah pandemi, ada banyak tantangan yang  dihadapi anak. Pembatasan kegiatan anak secara sosial sudah pasti. Pendidikan dengan pembelajaran tatap muka yang sudah tak jalan selama satu tahun tujuh bulan pasti menimbulkan dampak pada perkembangan psikologis, kejiwaan dan prilaku anak. “Oleh sebab itu, perlu ada survei dilakukan. Kira-kira dampak negatif apa yang timbul,” katanya.

Kaitan dengan aktivitas sosial anak, sudah tentu di tengah pandemi anak mengalami kejenuhan karena mesti berdiam di rumah dan pergerakannya dibatasi. Ditambah adanya PPKM ruang gerak anak kini makin terbatas.

Belum lagi angka anak putus sekolah saat pandemi, diakui Edi bukan tak mungkin bakalan terjadi karena anak sudah merasa nyaman dengan aktivitas libur yang terlalu lama. “Semua ini harus menjadi PR kita. Bagaimana cara supaya anak bisa melanjutkan pendidikan. Jangan sampai tidak sekolah,” tukasnya.

Baca Juga :  Wan Is; Patuhi Pemerintah Jika Ingin Covid-19 Selesai

Ketua TP PKK Pontianak Yanieta Arbiastutie menuturkan hingga kini pihaknya terus melakukan sosialisasi pada kadernya agar terus aktif memberikan edukasi pada anak, sehingga mereka juga bisa mentaati protokol kesehatan dalam upaya meminimalisir keterjangkitan anak oleh covid.

Selain itu, pada momentum hari anak nasional, anak-anak bisa mendapatkan haknya sebagai anak. Sebab mereka merupakan aset bangsa.(iza)

WALI Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melihat, sektor pendidikan merupakan satu dari sektor yang terdampak saat pandemi covid 19. Momentum Peringatan Hari Anak Nasional kemarin, iapun minta hal dan hak yang menyangkut anak dapat menjadi fokus penyelesaiannya.

“Perayaan Hari Anak Nasional tahun ini masih dalam suasana pandemi. Momentum inipun diambil secara virtual. Di tengah covid, saya pesan pada orang tua untuk memberikan hak kepada anak-anaknya,” ujar Edi.

Caranya, dengan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak. Diketahui, tak sedikit anak menjadi yatim piatu akibat orang tuanya meninggal dunia akibat covid 19. Bagi orang tua yang dirawat di rumah sakit, sudah tentu perhatian terhadap anak di rumah juga hilang. Sampai para orang tua mesti isoman di rumah diminta Edi harus menjadi fokus untuk bersama-sama melindungi anak.

Baca Juga :  Saat Si Kecil Terpapar Virus Corona

Di tengah pandemi, ada banyak tantangan yang  dihadapi anak. Pembatasan kegiatan anak secara sosial sudah pasti. Pendidikan dengan pembelajaran tatap muka yang sudah tak jalan selama satu tahun tujuh bulan pasti menimbulkan dampak pada perkembangan psikologis, kejiwaan dan prilaku anak. “Oleh sebab itu, perlu ada survei dilakukan. Kira-kira dampak negatif apa yang timbul,” katanya.

Kaitan dengan aktivitas sosial anak, sudah tentu di tengah pandemi anak mengalami kejenuhan karena mesti berdiam di rumah dan pergerakannya dibatasi. Ditambah adanya PPKM ruang gerak anak kini makin terbatas.

Belum lagi angka anak putus sekolah saat pandemi, diakui Edi bukan tak mungkin bakalan terjadi karena anak sudah merasa nyaman dengan aktivitas libur yang terlalu lama. “Semua ini harus menjadi PR kita. Bagaimana cara supaya anak bisa melanjutkan pendidikan. Jangan sampai tidak sekolah,” tukasnya.

Baca Juga :  DU Salurkan Disinfection Chamber, Kali Ini Sasar RSJ Sungai Bangkong

Ketua TP PKK Pontianak Yanieta Arbiastutie menuturkan hingga kini pihaknya terus melakukan sosialisasi pada kadernya agar terus aktif memberikan edukasi pada anak, sehingga mereka juga bisa mentaati protokol kesehatan dalam upaya meminimalisir keterjangkitan anak oleh covid.

Selain itu, pada momentum hari anak nasional, anak-anak bisa mendapatkan haknya sebagai anak. Sebab mereka merupakan aset bangsa.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/