alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Jangan Kaskan Uang Terlalu Banyak

PONTIANAK – Jangan sampai pemerintah daerah membiarkan uang di dalam kas terlalu banyak. Hal tersebut diingatkan Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menjadi pembicara pada Seminar Hari Oeang ke-73 di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalbar, Jumat (25/10) lalu.

“Harus disebar ke masyarakat, supaya bisa mengejar pertumbuhan,” pesannya ketika itu. Dengan membelanjakan dana yang ada, menurutnya otomatis dapat mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Kemudian dari sana juga, diharapkan dia, ada pertumbuhan yang membuat daya beli semakin baik.

“Kalau suka menyimpan duit di kas, kita rugi, harus cepat realisasinya, apapun harus realisasi. Sistem penganggaran harus baik itu yang saya minta dilakukan daerah,” pesannya.

Gubernur juga mengingatkan kepada seluruh kepala daerah di provinsi ini, agar dapat menggunakan anggaran secara efektif dan efisien. Selain itu, penggunaan anggaran juga dituntut dia transparan, serta akuntabilitas pertanggungjawabannya harus lebih baik. Orang nomor satu di Kalbar itu meminta kepala daerah memahami betul tentang struktur APBD masing-masing. Dengan demikian, harapan dia para kepala daerah akan bisa memantau pelaksanaannya dengan baik.

Baca Juga :  Mahasiswa Untan Sabet Juara Pertama Debat Bahasa Inggris Nasional

“Kalau tidak diikuti (nanti kepala daerah) susah. Dari mulai perencanaannya sampai ikuti perkembangan belanjanya, penyerapan keuangannya,” pesan dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Direktorat Perbendaharaan Kalbar, Edih Mulyadi menjelaskan, harapan dari pelaksanaan seminar ini sesuai dengan yang disampaikan Menkeu, di mana pihaknya memiliki kewajiban untuk menyosialisasikan APBN 2020 kepada masyarakat luas.

“Yang kedua justru dengan seperti ini kami tadi mengundang Gubernur dan Bupati, ini menjadi satu hal yang sangat penting dilakukan, untuk memastikan kesinambungan antara program yang direncanakan dalam APBN 2020 itu ditangkap secara efektif oleh pemerintah kabupaten dan provinsi,” ungkapnya.

Ia yang juga Kepala Perwakilan Kemenkeu Kalbar itu melihat bagaimana semangat dari Presiden Joko Widodo, untuk meningkatkan kualitas SDM. Di mana, dia menambahkan, ada sekitar Rp508 triliun dana yang dialokasikan untuk pengelolaan SDM di tahun 2020 nanti. Yang mana jika pemerintah daerah tidak menangkap peluang ini dengan baik, dikhawatirkan dia, dana yang dikucurkan akan menjadi sia-sia. “Jadi saya melihat tadi satu sinergi setidaknya dari konsep pemikiran ini sudah nyambung antara provinsi, kabupaten, dan juga dari aspek perencanaannya,” katanya.

Baca Juga :  Edukasi Petani Milenial Lewat Kebun Percontohan

Pihaknya berharap hal serupa juga bisa diduplikasi oleh daerah-daerah lain. Sehingga, harapan dia, akan benar-benar tercipta sinergitas dan ada kesinambungan antara program pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga ke level pemerintahan paling bawah.

Seperti diketahui, dalam seminar bertajuk APBN 2020, Meningkatkan Daya Saing Melalui Peningkatan Kualitas SDM itu, selain Gubernur Kalbar Sutarmidji, narasumber lainnya ada Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dan Kepala Bappeda Kalbar Yuslinda. (bar)

PONTIANAK – Jangan sampai pemerintah daerah membiarkan uang di dalam kas terlalu banyak. Hal tersebut diingatkan Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menjadi pembicara pada Seminar Hari Oeang ke-73 di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalbar, Jumat (25/10) lalu.

“Harus disebar ke masyarakat, supaya bisa mengejar pertumbuhan,” pesannya ketika itu. Dengan membelanjakan dana yang ada, menurutnya otomatis dapat mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Kemudian dari sana juga, diharapkan dia, ada pertumbuhan yang membuat daya beli semakin baik.

“Kalau suka menyimpan duit di kas, kita rugi, harus cepat realisasinya, apapun harus realisasi. Sistem penganggaran harus baik itu yang saya minta dilakukan daerah,” pesannya.

Gubernur juga mengingatkan kepada seluruh kepala daerah di provinsi ini, agar dapat menggunakan anggaran secara efektif dan efisien. Selain itu, penggunaan anggaran juga dituntut dia transparan, serta akuntabilitas pertanggungjawabannya harus lebih baik. Orang nomor satu di Kalbar itu meminta kepala daerah memahami betul tentang struktur APBD masing-masing. Dengan demikian, harapan dia para kepala daerah akan bisa memantau pelaksanaannya dengan baik.

Baca Juga :  Edi Rusdi Kamtono: Optik Pontianak Bantu Kesehatan Mata Masyarakat

“Kalau tidak diikuti (nanti kepala daerah) susah. Dari mulai perencanaannya sampai ikuti perkembangan belanjanya, penyerapan keuangannya,” pesan dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Direktorat Perbendaharaan Kalbar, Edih Mulyadi menjelaskan, harapan dari pelaksanaan seminar ini sesuai dengan yang disampaikan Menkeu, di mana pihaknya memiliki kewajiban untuk menyosialisasikan APBN 2020 kepada masyarakat luas.

“Yang kedua justru dengan seperti ini kami tadi mengundang Gubernur dan Bupati, ini menjadi satu hal yang sangat penting dilakukan, untuk memastikan kesinambungan antara program yang direncanakan dalam APBN 2020 itu ditangkap secara efektif oleh pemerintah kabupaten dan provinsi,” ungkapnya.

Ia yang juga Kepala Perwakilan Kemenkeu Kalbar itu melihat bagaimana semangat dari Presiden Joko Widodo, untuk meningkatkan kualitas SDM. Di mana, dia menambahkan, ada sekitar Rp508 triliun dana yang dialokasikan untuk pengelolaan SDM di tahun 2020 nanti. Yang mana jika pemerintah daerah tidak menangkap peluang ini dengan baik, dikhawatirkan dia, dana yang dikucurkan akan menjadi sia-sia. “Jadi saya melihat tadi satu sinergi setidaknya dari konsep pemikiran ini sudah nyambung antara provinsi, kabupaten, dan juga dari aspek perencanaannya,” katanya.

Baca Juga :  Jadi Pembicara Kuliah Umum UI, Midji Sampaikan Soal Kolaborasi Membangun Desa

Pihaknya berharap hal serupa juga bisa diduplikasi oleh daerah-daerah lain. Sehingga, harapan dia, akan benar-benar tercipta sinergitas dan ada kesinambungan antara program pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga ke level pemerintahan paling bawah.

Seperti diketahui, dalam seminar bertajuk APBN 2020, Meningkatkan Daya Saing Melalui Peningkatan Kualitas SDM itu, selain Gubernur Kalbar Sutarmidji, narasumber lainnya ada Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dan Kepala Bappeda Kalbar Yuslinda. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/