alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Memasaknya Biasa, tapi Kompornya Menggunakan Listrik

Lomba Masak Semarakkan Hari Listrik Nasional ke-74

Memeriahkan Hari Listrik Nasional ke-74, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Lomba Memasak Makanan dengan Kompor Induksi Electrifying Lifestyle. Kegiatan dilangsungkan di Taman Alun Kapuas, Sabtu (26/10), dengan menggandeng Tim Penggerak PKK Provinsi  Kalbar.

RAMSES TOBING, Pontianak

KETUA TP-PKK Provinsi Kalbar Ny. Lismaryani Sutarmidji menghadiri kegiatan sekaligus meninjau langsung jalannya lomba. Dia menyaksikan bagaimana peserta membuat kudapan berbahan dasar singkong serta penggunaan kompor listrik untuk mengolahnya.

“Singkong atau ubi kayu ini sangat mudah didapat serta harganya sangat murah. Ini juga dapat sekaligus menyukseskan satu di antara 10 program PKK, yakni tentang pangan dan keanekaragaman. Saat ini juga singkong sudah dapat diolah menjadi tepung mocaf sebagai pengganti terigu. Mocaf jauh lebih baik ketimbang memakai terigu, jika dilihat dari sisi kesehatan,” ujar Lismaryani saat menyampaikan sambutannya.

Sementara terkait kampanye penggunaan listrik sebagai bagian dari gaya hidup, ia pun mendukung upaya dari PLN ini. “Jika semua semuanya menggunakan listrik, maka tak kalah penting juga Ibu-ibu semua harus bayar listrik tepat waktu,” gugah istri Gubernur Kalbar, Sutarmidji tersebut.

Baca Juga :  Sistem Kelistrikan Tj Selor-Tj Redeb Terhubung, Iklim Investasi Meningkat

Dalam kegiatan ini PLN juga menghadirkan Kampung Literasi binaan PLN, dalam program PLN Peduli. Di stan tersebut dipajang beragam kerajinan tangan berbahan dasar olahan limbah rumah tangga, serta spot membaca untuk anak-anak.

Fitrah Berkah Insani Kalise adalah Kampung Literasi Selamat merupakan binaan PLN UIW Kalbar berasal dari Gang Selamat 1, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak. Annisa Maharani, mahasiswi Universitas Pancabakti Pontianak yang merintis kampung literasi tersebut. Tujuannya adalah menciptakan satu kawasan yang mampu menginspirasi serta meningkatkan minat membaca bagi masyarakatnya.

Lismaryani turut mengunjungi spot tersebut. Kekaguman ia tunjukkan terhadap semangat yang ditularkan dari Kampung Literasi ini.

“Saya berharap PLN juga mendukung Kampung Literasi, serta ikut menghadirkan di kawasan lainnya. Karena ini penting sekali untuk meningkatkan minat membaca, serta melawan buta aksara, sekaligus mengangkat potensi yang ada di masyarakat, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri,” sebutnya.

Baca Juga :  Pemkot-Pertamina Terbitkan Kartu Kendali Elpiji 3 Kg

General Manager PLN UIW Kalbar Agung Murdifi mengatakan, kehadiran listrik sangat penting. Listrik, sebut dia, adalah kebutuhan vital untuk kehidupan. Bahkan saat ini mereka ingin mengampanyekan pemakaian listrik sebagai bagian dari gaya hidup. Untuk memasak kini kompor listrik pun telah eksis dan nampaknya siap menggantikan kompor konvensional.

“Kami menggandeng ibu-ibu PKK untuk turut mengampanyekan agar kita sama sama beralih gaya hidup. Salah satunya dengan kompor induksi ini, pemakaiannya lebih praktis, watt-nya pun ada yang lebih kecil, aman, dan nyaman,” kata Agung.

Di kesempatan tersebut, Agung turut menyampaikan bahwa daya listrik di Kalbar sudah cukup, sehingga sangat mendukung investasi masuk ke Kalbar.

“Saat ini pun jika masyarakat ingin tambah daya, kita siap layani. Masih ada diskon 50 persen hingga akhir bulan ini. Jadi silakan bagi Ibu-ibu untuk memanfaatkan promo tersebut,” sampainya. (*)

Lomba Masak Semarakkan Hari Listrik Nasional ke-74

Memeriahkan Hari Listrik Nasional ke-74, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Lomba Memasak Makanan dengan Kompor Induksi Electrifying Lifestyle. Kegiatan dilangsungkan di Taman Alun Kapuas, Sabtu (26/10), dengan menggandeng Tim Penggerak PKK Provinsi  Kalbar.

RAMSES TOBING, Pontianak

KETUA TP-PKK Provinsi Kalbar Ny. Lismaryani Sutarmidji menghadiri kegiatan sekaligus meninjau langsung jalannya lomba. Dia menyaksikan bagaimana peserta membuat kudapan berbahan dasar singkong serta penggunaan kompor listrik untuk mengolahnya.

“Singkong atau ubi kayu ini sangat mudah didapat serta harganya sangat murah. Ini juga dapat sekaligus menyukseskan satu di antara 10 program PKK, yakni tentang pangan dan keanekaragaman. Saat ini juga singkong sudah dapat diolah menjadi tepung mocaf sebagai pengganti terigu. Mocaf jauh lebih baik ketimbang memakai terigu, jika dilihat dari sisi kesehatan,” ujar Lismaryani saat menyampaikan sambutannya.

Sementara terkait kampanye penggunaan listrik sebagai bagian dari gaya hidup, ia pun mendukung upaya dari PLN ini. “Jika semua semuanya menggunakan listrik, maka tak kalah penting juga Ibu-ibu semua harus bayar listrik tepat waktu,” gugah istri Gubernur Kalbar, Sutarmidji tersebut.

Baca Juga :  Yonko 465 Paskhas Brajamusti Stand By Menuju Natuna

Dalam kegiatan ini PLN juga menghadirkan Kampung Literasi binaan PLN, dalam program PLN Peduli. Di stan tersebut dipajang beragam kerajinan tangan berbahan dasar olahan limbah rumah tangga, serta spot membaca untuk anak-anak.

Fitrah Berkah Insani Kalise adalah Kampung Literasi Selamat merupakan binaan PLN UIW Kalbar berasal dari Gang Selamat 1, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak. Annisa Maharani, mahasiswi Universitas Pancabakti Pontianak yang merintis kampung literasi tersebut. Tujuannya adalah menciptakan satu kawasan yang mampu menginspirasi serta meningkatkan minat membaca bagi masyarakatnya.

Lismaryani turut mengunjungi spot tersebut. Kekaguman ia tunjukkan terhadap semangat yang ditularkan dari Kampung Literasi ini.

“Saya berharap PLN juga mendukung Kampung Literasi, serta ikut menghadirkan di kawasan lainnya. Karena ini penting sekali untuk meningkatkan minat membaca, serta melawan buta aksara, sekaligus mengangkat potensi yang ada di masyarakat, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri,” sebutnya.

Baca Juga :  Tandatangani MoU Proyek Interkoneksi Sumatera-Peninsular, PLN Akan Pasok 600 MW ke Malaysia

General Manager PLN UIW Kalbar Agung Murdifi mengatakan, kehadiran listrik sangat penting. Listrik, sebut dia, adalah kebutuhan vital untuk kehidupan. Bahkan saat ini mereka ingin mengampanyekan pemakaian listrik sebagai bagian dari gaya hidup. Untuk memasak kini kompor listrik pun telah eksis dan nampaknya siap menggantikan kompor konvensional.

“Kami menggandeng ibu-ibu PKK untuk turut mengampanyekan agar kita sama sama beralih gaya hidup. Salah satunya dengan kompor induksi ini, pemakaiannya lebih praktis, watt-nya pun ada yang lebih kecil, aman, dan nyaman,” kata Agung.

Di kesempatan tersebut, Agung turut menyampaikan bahwa daya listrik di Kalbar sudah cukup, sehingga sangat mendukung investasi masuk ke Kalbar.

“Saat ini pun jika masyarakat ingin tambah daya, kita siap layani. Masih ada diskon 50 persen hingga akhir bulan ini. Jadi silakan bagi Ibu-ibu untuk memanfaatkan promo tersebut,” sampainya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/