alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

November Gedung Parkir Difungsikan

Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono menargetkan gedung parkir yang terletak di Jalan Suprapto berfungsi November ini. Apalagi finishing gedung parkir sudah hampir kelar.

MIRZA A. MUIN, Pontianak

DICERITAKAN Edi, pembangunan gedung parkir ini dilakukan selain untuk mengatasi kemacetan, karena ketiadaan lokasi parkir, juga pendongkrak kas daerah. “Finishing gedung parkir sudah hampir selesai. Target kami November ini bisa difungsikan. Setelah selesai tindak lanjutnya akan dibentuk pengelola yang dibawahi Dishub (Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Red),” kata Edi, Sabtu (26/10).

Dia optimistis 10 tahun pengoperasian gedung parkir akan mampu mengembalikan modal pembangunan yang mencapai Rp50 miliar. Mereka menargetkan kendaraan-kendaraan yang masuk ke gedung parkir itu bukan hanya tamu hotel yang tak jauh dari gedung parkir, tapi juga kendaraan yang parkir di tepi jalan umum. Mereka akan mewajibkan kendaraan-kendaraan untuk diparkirkan di gedung tersebut.

Mengenai pengelolaan, dipastikan Wako menjadi tanggung jawab sepenuhnya Dishub. Hanya saja, apakah kemudian diserahkan kepada pihak ketiga atau langsung dikelola Pemerintah Kota (Pemkot), akan mereka rapatkan lagi setelah finishing.

Anggota DPRD Kota Pontianak Anwar Ali sebelumnya mempertanyakan proses finishing gedung parkir yang hingga kini belum selesai. “Saya malah berharap gedung parkir bisa berfungsi di tahun ini. Apalagi Pemerintah (Kota) dulu menyatakan gedung sudah bisa berfungsi di pertengahan tahun kemarin. Namun hingga kini belum juga difungsikan, karena ada beberapa yang dilengkapi mesti diselesaikan,” kata Anwar.

Baca Juga :  PK 2021 Menjadi Dasar Evaluasi Berbagai Program Pembangunan

Jika gedung parkir ini telah berfungsi, legislator Partai Demokrat tersebut mengungkapkan bahwa pembahasan lanjutan adalah pemasukan buat kas daerah. Anwar mengungkapkan hal tersebut dikarenakan tak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk membangun gedung ini.

Dia tidak ingin, besaran biaya gedung parkir justru terbuang sia-sia, karena gedung parkir tidak berfungsi dengan maksimal. Dia sampai menyindir agar setiap perencanaan pembangunan apa saja yang menjadi wacana, mesti jelas sebelum dibangun. Termasuk target dan manfaat dari gedung ini pun disindir dia. “Mudah-mudahan saja dengan berfungsinya gedung bisa menambah PAD Pontianak,” tandasnya.

Wako Edi Rusdi Kamtono sendiri telah melakukan peninjauan gedung parkir tersebut pada 29 Januari lalu. Selain melihat kontruksi bangunan, ia juga melakukan uji road dengan mengendarai mobil sendiri. Dari hasil uji coba itu, dia menilai masih ada perbaikan terhadap gedung parkir. Beberapa rute yang dilewati dianggapnya dapat menyulitkan pengendara.

Baca Juga :  Sanksi Tegas Parkir Sembarangan

“Saya sudah test road dengan mengendarai mobil sendiri ke semua lantai gedung parkir ini. Saat tes, diperlukan kehati-hatian, utamanya pas belokan pintu menuju lantai satu gedung parkir, menurut saya space-nya terlalu sempit. Perlu kehati-hatian pengendara melewatinya,” ungkap Edi usai ujicoba.

Pengendara, menurut dia mesti terampil berkendara. “Manfaatkan kaca spion untuk melihat space agar tak menyerempet utamanya saat menuruni gedung parkir,” kata dia.

Oleh karenanya, ia ingin ada perbaikan pada gedung parkir ini. Terutama penyempurnaan beberapa sudut tikungan yang disarankan dia harus dipangkas, namun tidak mengurangi kekuatan konstruksinya. Ketika itu dia menargetkan Juli atau paling lambat Agustus, gedung parkir ini bisa dioperasikan. (*)

Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono menargetkan gedung parkir yang terletak di Jalan Suprapto berfungsi November ini. Apalagi finishing gedung parkir sudah hampir kelar.

MIRZA A. MUIN, Pontianak

DICERITAKAN Edi, pembangunan gedung parkir ini dilakukan selain untuk mengatasi kemacetan, karena ketiadaan lokasi parkir, juga pendongkrak kas daerah. “Finishing gedung parkir sudah hampir selesai. Target kami November ini bisa difungsikan. Setelah selesai tindak lanjutnya akan dibentuk pengelola yang dibawahi Dishub (Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Red),” kata Edi, Sabtu (26/10).

Dia optimistis 10 tahun pengoperasian gedung parkir akan mampu mengembalikan modal pembangunan yang mencapai Rp50 miliar. Mereka menargetkan kendaraan-kendaraan yang masuk ke gedung parkir itu bukan hanya tamu hotel yang tak jauh dari gedung parkir, tapi juga kendaraan yang parkir di tepi jalan umum. Mereka akan mewajibkan kendaraan-kendaraan untuk diparkirkan di gedung tersebut.

Mengenai pengelolaan, dipastikan Wako menjadi tanggung jawab sepenuhnya Dishub. Hanya saja, apakah kemudian diserahkan kepada pihak ketiga atau langsung dikelola Pemerintah Kota (Pemkot), akan mereka rapatkan lagi setelah finishing.

Anggota DPRD Kota Pontianak Anwar Ali sebelumnya mempertanyakan proses finishing gedung parkir yang hingga kini belum selesai. “Saya malah berharap gedung parkir bisa berfungsi di tahun ini. Apalagi Pemerintah (Kota) dulu menyatakan gedung sudah bisa berfungsi di pertengahan tahun kemarin. Namun hingga kini belum juga difungsikan, karena ada beberapa yang dilengkapi mesti diselesaikan,” kata Anwar.

Baca Juga :  Dampak Perbaikan Jembatan Landak, Macet Menjalar Hingga Jembatan Kapuas

Jika gedung parkir ini telah berfungsi, legislator Partai Demokrat tersebut mengungkapkan bahwa pembahasan lanjutan adalah pemasukan buat kas daerah. Anwar mengungkapkan hal tersebut dikarenakan tak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk membangun gedung ini.

Dia tidak ingin, besaran biaya gedung parkir justru terbuang sia-sia, karena gedung parkir tidak berfungsi dengan maksimal. Dia sampai menyindir agar setiap perencanaan pembangunan apa saja yang menjadi wacana, mesti jelas sebelum dibangun. Termasuk target dan manfaat dari gedung ini pun disindir dia. “Mudah-mudahan saja dengan berfungsinya gedung bisa menambah PAD Pontianak,” tandasnya.

Wako Edi Rusdi Kamtono sendiri telah melakukan peninjauan gedung parkir tersebut pada 29 Januari lalu. Selain melihat kontruksi bangunan, ia juga melakukan uji road dengan mengendarai mobil sendiri. Dari hasil uji coba itu, dia menilai masih ada perbaikan terhadap gedung parkir. Beberapa rute yang dilewati dianggapnya dapat menyulitkan pengendara.

Baca Juga :  PLBN Aruk Geliatkan Ekonomi Daerah

“Saya sudah test road dengan mengendarai mobil sendiri ke semua lantai gedung parkir ini. Saat tes, diperlukan kehati-hatian, utamanya pas belokan pintu menuju lantai satu gedung parkir, menurut saya space-nya terlalu sempit. Perlu kehati-hatian pengendara melewatinya,” ungkap Edi usai ujicoba.

Pengendara, menurut dia mesti terampil berkendara. “Manfaatkan kaca spion untuk melihat space agar tak menyerempet utamanya saat menuruni gedung parkir,” kata dia.

Oleh karenanya, ia ingin ada perbaikan pada gedung parkir ini. Terutama penyempurnaan beberapa sudut tikungan yang disarankan dia harus dipangkas, namun tidak mengurangi kekuatan konstruksinya. Ketika itu dia menargetkan Juli atau paling lambat Agustus, gedung parkir ini bisa dioperasikan. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/