alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Digitalisasikan Karya Tulis Melalui Laman Harta Biak

Oktavani dan Oren Rianto, Juara Harapan 1 Duta Bahasa Nasional

Oktavani Yenny, dan Oren Rianto terpilih sebagai Juara Harapan 1 dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2020. Para duta terpilih diharapkan mampu menjalankan Tri Gatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Mampu menjadi motor penggerak Literasi Nasional.

MARSITA RIANDINI, Pontianak.

Duta Bahasa merupakan ajang pemilihan figur generasi muda yang bertugas untuk mengampanyekan dan menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ajang yang berlangsung di masa pandemi ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Peserta diwajibkan menggunakan masker di setiap kegiatan, peserta mendapat kamar sendiri-sendiri, kegiatan juga dibatasi dan tidak ada kunjungan ke instansi-instasi seperti pemilihan duta bahasa sebelumnya.

“Kami juga diminta menyerahkan bukti rapid test (tes cepat) dan juga di hari terakhir kegiatan sebelum pulang, kami melakukan rapid test lagi,” ujar Yenny bercerita. Ajang pemilihan ini dimulai di tingkat provinsi dan kemudian dilanjutkan pada tingkatan nasional. Yenny menjelaskan, para peserta mengikuti serangkaian penilaian, mulai dari tes kepribadian, wawancara, presentasi krida, hingga penampilan bakat. Nilai mereka kemudian diakumulasikan untuk menentukan pemenangnya.

Baca Juga :  Arwana Band Siap Meriahkan Konser Kebangsaan

Para peserta juga diwajibkan mengikuti tes UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) yang dilaksanakan di provinsi masing-masing. Dalam hal ini dilaksanakan di Balai Bahasa Provinsi Kalbar. Kemudian dilanjutkan ke nasional untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta terhadap bahasa Indonesia.

Menurut Yenny dalam Duta Bahasa ini mengenal semboyan Tri Gatra Bangun Bahasa yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa Daerah, dan menguasai bahasa Asing. Wanita 22 tahun ini menguasai salah satu Bahasa Dayak Sintang, bahasa Melayu, bahasa Tio Ciu. Bahasa Inggris, bahasa asing yang dikuasai Yenny.

Dalam pemilihan pada 19 sampai 23 Oktober 2020. Yenny tidak sendirian, Melainkan bersama rekannya Oren Rianto. Ini menjadi tantangan mereka dalam membangun kekompakkan. Sebab penilaian dewan juri menjadi satu kesatuan. Oren, tertarik mengikuti pemilihan Duta Bahasa, karena keinginannya menjadi seorang pembawa perubahan di Indonesia. “Hidup hanya sementara saja, akan tetapi saya memiliki mimpi untuk dapat dikenang dalam pengabdian saya terhadap perubahan negeri menjadi lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Optimis Pontianak Segera Terbebas Dari Zona Merah

Ajang Duta Bahasa menjadi alat baginya untuk dapat menggapai mimpi tersebut. Hal lain yang mendasari ketertarikannya mengikuti duta bahasa, yakni karena kecintaan dan keingintahuan Oren terhadap bahasa-bahasa yang ada di Indonesia juga bahasa asing. Pria asal Mempawah ini menempuh pendidikan Hubungan Internasional di Untan. Ia menguasai bahasa Dayak Kanayant, Melayu Pontianak, dan Betawi. Sedangkan bahasa asingnya, dia menguasai bahasa Inggris dan Jerman. Belum lama ini ia juga tengah mempelajari bahasa Perancis.

Kedua Duta Bahasa ini memiliki program untuk mendigitalisasikan karya tulisan, khususnya untuk para anak muda. Melalui Laman “Harta Biak”, yang memiliki makna harta yang bertumbuh atau berkembang melalui perubahan zaman, masyarakat dapat mengakses di www.hartabiak.web.id dan di instagram @duabahasakalbar. “Akan tetapi siapapun dapat menulis di laman atau website kami. Semua tulisan dapat akan disesuaikan dengan kegemaran masyarakat dan untuk menyebarluaskan pengaruhnya, kami menggunakan media sosial instagram dalam penyebaran poste penulis,” jelas Oren. **

Oktavani dan Oren Rianto, Juara Harapan 1 Duta Bahasa Nasional

Oktavani Yenny, dan Oren Rianto terpilih sebagai Juara Harapan 1 dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2020. Para duta terpilih diharapkan mampu menjalankan Tri Gatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Mampu menjadi motor penggerak Literasi Nasional.

MARSITA RIANDINI, Pontianak.

Duta Bahasa merupakan ajang pemilihan figur generasi muda yang bertugas untuk mengampanyekan dan menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ajang yang berlangsung di masa pandemi ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Peserta diwajibkan menggunakan masker di setiap kegiatan, peserta mendapat kamar sendiri-sendiri, kegiatan juga dibatasi dan tidak ada kunjungan ke instansi-instasi seperti pemilihan duta bahasa sebelumnya.

“Kami juga diminta menyerahkan bukti rapid test (tes cepat) dan juga di hari terakhir kegiatan sebelum pulang, kami melakukan rapid test lagi,” ujar Yenny bercerita. Ajang pemilihan ini dimulai di tingkat provinsi dan kemudian dilanjutkan pada tingkatan nasional. Yenny menjelaskan, para peserta mengikuti serangkaian penilaian, mulai dari tes kepribadian, wawancara, presentasi krida, hingga penampilan bakat. Nilai mereka kemudian diakumulasikan untuk menentukan pemenangnya.

Baca Juga :  Wali Kota Pontianak Pastikan Masjid Taati Protokol Kesehatan Covid-19

Para peserta juga diwajibkan mengikuti tes UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) yang dilaksanakan di provinsi masing-masing. Dalam hal ini dilaksanakan di Balai Bahasa Provinsi Kalbar. Kemudian dilanjutkan ke nasional untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta terhadap bahasa Indonesia.

Menurut Yenny dalam Duta Bahasa ini mengenal semboyan Tri Gatra Bangun Bahasa yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa Daerah, dan menguasai bahasa Asing. Wanita 22 tahun ini menguasai salah satu Bahasa Dayak Sintang, bahasa Melayu, bahasa Tio Ciu. Bahasa Inggris, bahasa asing yang dikuasai Yenny.

Dalam pemilihan pada 19 sampai 23 Oktober 2020. Yenny tidak sendirian, Melainkan bersama rekannya Oren Rianto. Ini menjadi tantangan mereka dalam membangun kekompakkan. Sebab penilaian dewan juri menjadi satu kesatuan. Oren, tertarik mengikuti pemilihan Duta Bahasa, karena keinginannya menjadi seorang pembawa perubahan di Indonesia. “Hidup hanya sementara saja, akan tetapi saya memiliki mimpi untuk dapat dikenang dalam pengabdian saya terhadap perubahan negeri menjadi lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari Sungai Sedunia, FAJI Kalbar Lakukan Aksi Bersih Sungai

Ajang Duta Bahasa menjadi alat baginya untuk dapat menggapai mimpi tersebut. Hal lain yang mendasari ketertarikannya mengikuti duta bahasa, yakni karena kecintaan dan keingintahuan Oren terhadap bahasa-bahasa yang ada di Indonesia juga bahasa asing. Pria asal Mempawah ini menempuh pendidikan Hubungan Internasional di Untan. Ia menguasai bahasa Dayak Kanayant, Melayu Pontianak, dan Betawi. Sedangkan bahasa asingnya, dia menguasai bahasa Inggris dan Jerman. Belum lama ini ia juga tengah mempelajari bahasa Perancis.

Kedua Duta Bahasa ini memiliki program untuk mendigitalisasikan karya tulisan, khususnya untuk para anak muda. Melalui Laman “Harta Biak”, yang memiliki makna harta yang bertumbuh atau berkembang melalui perubahan zaman, masyarakat dapat mengakses di www.hartabiak.web.id dan di instagram @duabahasakalbar. “Akan tetapi siapapun dapat menulis di laman atau website kami. Semua tulisan dapat akan disesuaikan dengan kegemaran masyarakat dan untuk menyebarluaskan pengaruhnya, kami menggunakan media sosial instagram dalam penyebaran poste penulis,” jelas Oren. **

Most Read

Artikel Terbaru

/