alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Kata Fahutan Untan, Belajar Di Tengah Pandemi Covid-19

PONTIANAK–Pandemi global Covid-19 memang membuat aktivitas apapun menjadi tidak maksimal. Tidak terkecuali, aktivitas belajar mengajar dan perkuliahan di kampus. Daring Online adalah salah satu solusi yang sudah diterapkan beberapa waktu lalu di Fakultas Kehutanan Untan, Pontianak.

“Seiring adaptasi dengan Covid-19, maka kehidupan perkualian di Kampus Fahutan Untan juga mengalami perubahan,” kata Dekan Fakutas Kehutanan (Fahutan), Prof.Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, MSc, QAM, IPU beberapa waktu lalu,

Fahutan Untan tetap mengikuti anjuran pemerintah, terutama Kemendikbud RI dalam proses belajar mengajar di kampus. Kampusnya melaksanakan sistem daring online, terkecuali mahasiswa-mahasiswi asal daerah, di mana di kampungnya tidak ada sinyal telepon.

“Boleh ke kampus tetapi protokol kesehatan wajib dilakukan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, pakai hand sanitizer dan selalu menjaga kebersihan,” ungkap Dekan yang karib dipanggil Deden ini.

Baca Juga :  AMSI Kalbar Gelar Pelatihan Literasi Berita untuk Publik

Fahutan sebelumnya sudah mengusulkan ketika kegiatan perkualihan dimulai September 2020, masuk kampus tidak dilarang asalkan tetap dan harus mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah. Misalnya, ruang kelas dibuat tetap berjarak, ada jarak fisik, wajib cuci tangan di tempat sudah disiapkan bersama memakai hand sanitizer. “Jangan lupa juga pakai masker apabila ingin bertatap muka dengan dosen,” tukasnya.

Deden menambahkan bahwa Fahutan memberlakukan 2 sistem dalam proses belajar mengajar. Pertama sistem daring online dan kedua tatap muka tetapi mengikuti protokol kesehatan ketat. “Mungkin bagi mahasiswa-mahasiswi lama jenuh di rumah dan tinggal wilayah sekitar, silahkan ke kampus,” ucap dia.

Kepada mahasiswa-mahasiswi sedang melakukan penelitian, memakai laboratorium atau mengejar tugas akhir biasanya masih di kampus. Hanya jumlahnya tidak banyak.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Siap Bantu Pengamanan Imlek

Nah, untuk tenaga kependidikan, Fahutan memang tak meliburkan. Jadwal piket dan pelayanan ke mahasiswa tetap ada agar kegiatan ke depan tidak terhambat dan terganggu. “Ini merupakan Tri Dharma kampus kami ke masyarakat. Dengan jumlah pendidik sekitar 40 orang, harus tetap masuk berdasarkan jadwal,” ujar Deden. (den)

PONTIANAK–Pandemi global Covid-19 memang membuat aktivitas apapun menjadi tidak maksimal. Tidak terkecuali, aktivitas belajar mengajar dan perkuliahan di kampus. Daring Online adalah salah satu solusi yang sudah diterapkan beberapa waktu lalu di Fakultas Kehutanan Untan, Pontianak.

“Seiring adaptasi dengan Covid-19, maka kehidupan perkualian di Kampus Fahutan Untan juga mengalami perubahan,” kata Dekan Fakutas Kehutanan (Fahutan), Prof.Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, MSc, QAM, IPU beberapa waktu lalu,

Fahutan Untan tetap mengikuti anjuran pemerintah, terutama Kemendikbud RI dalam proses belajar mengajar di kampus. Kampusnya melaksanakan sistem daring online, terkecuali mahasiswa-mahasiswi asal daerah, di mana di kampungnya tidak ada sinyal telepon.

“Boleh ke kampus tetapi protokol kesehatan wajib dilakukan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, pakai hand sanitizer dan selalu menjaga kebersihan,” ungkap Dekan yang karib dipanggil Deden ini.

Baca Juga :  Festival Buah-buahan Lokal di Kota Pontianak

Fahutan sebelumnya sudah mengusulkan ketika kegiatan perkualihan dimulai September 2020, masuk kampus tidak dilarang asalkan tetap dan harus mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah. Misalnya, ruang kelas dibuat tetap berjarak, ada jarak fisik, wajib cuci tangan di tempat sudah disiapkan bersama memakai hand sanitizer. “Jangan lupa juga pakai masker apabila ingin bertatap muka dengan dosen,” tukasnya.

Deden menambahkan bahwa Fahutan memberlakukan 2 sistem dalam proses belajar mengajar. Pertama sistem daring online dan kedua tatap muka tetapi mengikuti protokol kesehatan ketat. “Mungkin bagi mahasiswa-mahasiswi lama jenuh di rumah dan tinggal wilayah sekitar, silahkan ke kampus,” ucap dia.

Kepada mahasiswa-mahasiswi sedang melakukan penelitian, memakai laboratorium atau mengejar tugas akhir biasanya masih di kampus. Hanya jumlahnya tidak banyak.

Baca Juga :  Ada Ortu Tolak Anak Divaksin

Nah, untuk tenaga kependidikan, Fahutan memang tak meliburkan. Jadwal piket dan pelayanan ke mahasiswa tetap ada agar kegiatan ke depan tidak terhambat dan terganggu. “Ini merupakan Tri Dharma kampus kami ke masyarakat. Dengan jumlah pendidik sekitar 40 orang, harus tetap masuk berdasarkan jadwal,” ujar Deden. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/