alexametrics
23 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Biodiesel Jadikan Kalbar Pusat Energi Nasional

PONTIANAK – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalbar menggelar simposium “Potensi Mineral Logam Tanah Jaraing Indonesia sebagai Cadangan Strategis di Masa Depan”, di Aula Masjid Mujahidin, Selasa (26/11). Ketua ICMI Kalbar Prof Dr Thamrin Usman DEA yang juga menjadi salah satu pemateri dalam symposium menyebut, sesungguhnya potensi pemanfaatan barang tambang mineral di Kalbar sangat banyak. Dia mencontohkan, dalam produksi biodiesel dari minyak kelapa sawit, dibutuhkan katalisator dari logam. Katalisator tersebut bisa dipakai dari bauksit.

“Jadi kita punya bahan baku yang ada di sini semua. CPO kita buat menjadi biodiesel, sementara katalisatornya dari bauksit. Ini sudah kami teliti dan diterapkan. Apalagi ada keinginan dari Presiden Joko Widodo untuk menaikkan level penggunaan biodiesel dari B30 menjadi B100. Tentu posisi Kalbar akan menjadi sangat strategis dalam ketahanan energi nasional,” papar dia.

Baca Juga :  Menanti Kontribusi Pajak Ekspor CPO

Belum lagi, kata dia, kebutuhan akan biodiesel di seluruh dunia mulai meningkat. Selain untuk kebutuhan domestik, biodiesel ini akan diekspor untuk memenuhi kebutuhan internasional. Apalagi kebutuhan dunia terhadap bahan bakar non-fosil menjadi topik dunia pada hari ini. “Ini bisa menjawab hal itu. Bagaimana biodiesel bisa diekspor untuk memenuhi kebutuhan dunia,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal ICMI pusat, Muhammad Ja’far Hafsah menyebut mendorong para anggota ICMI dan para peneliti untuk mengkaji potensi mineral di Kalbar. Pasalnya data dan hasil penelitian tersebut akan sangat berguna dalam menjalankan langkah-langkah strategis untuk mendukung percepatan pembangnan industri nasional. (ars)

PONTIANAK – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalbar menggelar simposium “Potensi Mineral Logam Tanah Jaraing Indonesia sebagai Cadangan Strategis di Masa Depan”, di Aula Masjid Mujahidin, Selasa (26/11). Ketua ICMI Kalbar Prof Dr Thamrin Usman DEA yang juga menjadi salah satu pemateri dalam symposium menyebut, sesungguhnya potensi pemanfaatan barang tambang mineral di Kalbar sangat banyak. Dia mencontohkan, dalam produksi biodiesel dari minyak kelapa sawit, dibutuhkan katalisator dari logam. Katalisator tersebut bisa dipakai dari bauksit.

“Jadi kita punya bahan baku yang ada di sini semua. CPO kita buat menjadi biodiesel, sementara katalisatornya dari bauksit. Ini sudah kami teliti dan diterapkan. Apalagi ada keinginan dari Presiden Joko Widodo untuk menaikkan level penggunaan biodiesel dari B30 menjadi B100. Tentu posisi Kalbar akan menjadi sangat strategis dalam ketahanan energi nasional,” papar dia.

Baca Juga :  Kaper BKKBN Pantau Pelayanan di Dua Daerah, Optimis 23 Ribu Layanan Akseptor se Kalbar Terserap

Belum lagi, kata dia, kebutuhan akan biodiesel di seluruh dunia mulai meningkat. Selain untuk kebutuhan domestik, biodiesel ini akan diekspor untuk memenuhi kebutuhan internasional. Apalagi kebutuhan dunia terhadap bahan bakar non-fosil menjadi topik dunia pada hari ini. “Ini bisa menjawab hal itu. Bagaimana biodiesel bisa diekspor untuk memenuhi kebutuhan dunia,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal ICMI pusat, Muhammad Ja’far Hafsah menyebut mendorong para anggota ICMI dan para peneliti untuk mengkaji potensi mineral di Kalbar. Pasalnya data dan hasil penelitian tersebut akan sangat berguna dalam menjalankan langkah-langkah strategis untuk mendukung percepatan pembangnan industri nasional. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/