alexametrics
29 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Maman Abdurrahman Salurkan 2500 Paket Sembako di Tengah Pandemi Covid-19

PONTIANAK- Dampak Pandemi Covid-19 yang melanda selama sepuluh bulan terakhir sangat dirasakan oleh masyarakat, sehingga tak pelak penghasilan keluarga menurun, banyak pekerja di PHK yang memicu ledakan pengangguran yang berujung meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia termasuk di Provinsi Kalbar.

Menyikapi implikasi persoalan yang mendera masyarakat, anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, ST langsung merespon serta memberikan perhatian serius terhadap masyarakat yang notabene merupakan konstituen di daerah pemilihan (Dapil) Kalbar I.
Selain terus mendorong peningkatan kuota penerima BLT dari pemerintah pusat, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalbar ini berupaya melakukan langkah nyata dengan mendistribusikan bantuan paket sembako sebanyak 2500 paket. Yang berisi 10 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng dan 1 kilogram tepung terigu yang didistribusikan di Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Kubu Raya sepanjang tahun ini.

“Sampai saat ini bantuan paket sembako sebanyak 2500 paket sudah disalurkan kepada keluarga yang terdampak Covid-19 di Provinsi Kalbar. Insha Allah, Partai Golkar akan senantiasa berada digarda terdepan dalam upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar anggota DPR RI, Maman Abdurrahman, ST melalui keterangan persnya, Sabtu, (26/12).

Baca Juga :  Midji: Jangan Sampai Kalbar Seperti Kalsel, Singgung Persoalan Eksploitasi SDA

Lebih lanjut, wakil rakyat asal Dapil Kalbar I ini mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun yang berat di tengah pandemi Covid-19. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara yang terdampak cukup parah. Bahkan, hampir semua sektor kehidupan terganggu dan merasakan dampak dari pandemi ini.

“Kondisi ini memaksa kita di DPR bersama pemerintah terus mengupayakan langkah-langkah dan terobosan. Melalui beberapa kebijakan strategis seperti penerapan protokol kesehatan, penyiapan rumah sakit rujukan dan pelaksanaan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Tak hanya itu, mantan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti ini menegaskan, dalam mengatasi dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh pandemi, pihaknya mendorong refocusing anggaran.
“Yaitu anggaran yang tidak mendesak dipangkas, kemudian dipergunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat terdampak dan dukungan bagi dunia usaha agar tetap tumbuh di tengah pandemi,” ulasnya.

Maman berpendapat bahwa tantangan yang dihadapi dalam satu tahun pandem ini adalah bagaimana mendorong lahirnya legislasi yang mempunyai dampak langsung dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh pandemi. Seperti mengatasi menurunnya pendapatan keluarga, meningkatnya pengangguran, banyaknya dunia usaha yang gulung tikar dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Himpenindo Kalbar Serahkan Bantuan APD ke Soedarso

“Dari sisi anggaran, kita terus mendorong agar pemerintah tetap memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, baik melalui BLT maupun program padat karya yang bisa mengerakkan perekonomian keluarga, UMKM dan perekonomian nasional. Insha Allah, tahun 2021 saya masih akan mendorong adanya stimulus berupa Bantuan Langsung Tunai dan bantuan permodalan bagi dunia usaha,” jelasnya.

Sementara itu, Minhad warga Kabupaten Sambas yang turut mendapatkan bantuan paket sembako menuturkan, bantuan paket sembako yang diberikan anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, ST tentu sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kehidupan sehari-hari ditengah pandemi Covid-19.

“Terima kasih atas bantuan paket sembakonya Bang Maman Abdurrahman. Mudah-mudahan Allah SWT membalas segala kebaikan Bang Maman beserta Partai Golkar yang telah diberikan kepada kami selama ini,” ucap Minhad.

Tak hanya Minhad yang beruntung mendapatkan bantuan paket sembako, Junaidi yang merupakan warga kawasan pesisir Kabupaten Bengkayang juga mendapatkan bantuan sembako tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih Pak Maman. Paket sembako ini tentu sangat besar manfaatnya bagi keluarga saya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Junaidi yang bekerja sebagai nelayan tradisional.**

PONTIANAK- Dampak Pandemi Covid-19 yang melanda selama sepuluh bulan terakhir sangat dirasakan oleh masyarakat, sehingga tak pelak penghasilan keluarga menurun, banyak pekerja di PHK yang memicu ledakan pengangguran yang berujung meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia termasuk di Provinsi Kalbar.

Menyikapi implikasi persoalan yang mendera masyarakat, anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, ST langsung merespon serta memberikan perhatian serius terhadap masyarakat yang notabene merupakan konstituen di daerah pemilihan (Dapil) Kalbar I.
Selain terus mendorong peningkatan kuota penerima BLT dari pemerintah pusat, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalbar ini berupaya melakukan langkah nyata dengan mendistribusikan bantuan paket sembako sebanyak 2500 paket. Yang berisi 10 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng dan 1 kilogram tepung terigu yang didistribusikan di Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Kubu Raya sepanjang tahun ini.

“Sampai saat ini bantuan paket sembako sebanyak 2500 paket sudah disalurkan kepada keluarga yang terdampak Covid-19 di Provinsi Kalbar. Insha Allah, Partai Golkar akan senantiasa berada digarda terdepan dalam upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar anggota DPR RI, Maman Abdurrahman, ST melalui keterangan persnya, Sabtu, (26/12).

Baca Juga :  Wali Kota Pontianak Benarkan Istrinya Positif Covid-19

Lebih lanjut, wakil rakyat asal Dapil Kalbar I ini mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun yang berat di tengah pandemi Covid-19. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara yang terdampak cukup parah. Bahkan, hampir semua sektor kehidupan terganggu dan merasakan dampak dari pandemi ini.

“Kondisi ini memaksa kita di DPR bersama pemerintah terus mengupayakan langkah-langkah dan terobosan. Melalui beberapa kebijakan strategis seperti penerapan protokol kesehatan, penyiapan rumah sakit rujukan dan pelaksanaan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Tak hanya itu, mantan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti ini menegaskan, dalam mengatasi dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh pandemi, pihaknya mendorong refocusing anggaran.
“Yaitu anggaran yang tidak mendesak dipangkas, kemudian dipergunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat terdampak dan dukungan bagi dunia usaha agar tetap tumbuh di tengah pandemi,” ulasnya.

Maman berpendapat bahwa tantangan yang dihadapi dalam satu tahun pandem ini adalah bagaimana mendorong lahirnya legislasi yang mempunyai dampak langsung dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh pandemi. Seperti mengatasi menurunnya pendapatan keluarga, meningkatnya pengangguran, banyaknya dunia usaha yang gulung tikar dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Terjun Statik Prajurit dengan Jungar

“Dari sisi anggaran, kita terus mendorong agar pemerintah tetap memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, baik melalui BLT maupun program padat karya yang bisa mengerakkan perekonomian keluarga, UMKM dan perekonomian nasional. Insha Allah, tahun 2021 saya masih akan mendorong adanya stimulus berupa Bantuan Langsung Tunai dan bantuan permodalan bagi dunia usaha,” jelasnya.

Sementara itu, Minhad warga Kabupaten Sambas yang turut mendapatkan bantuan paket sembako menuturkan, bantuan paket sembako yang diberikan anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, ST tentu sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kehidupan sehari-hari ditengah pandemi Covid-19.

“Terima kasih atas bantuan paket sembakonya Bang Maman Abdurrahman. Mudah-mudahan Allah SWT membalas segala kebaikan Bang Maman beserta Partai Golkar yang telah diberikan kepada kami selama ini,” ucap Minhad.

Tak hanya Minhad yang beruntung mendapatkan bantuan paket sembako, Junaidi yang merupakan warga kawasan pesisir Kabupaten Bengkayang juga mendapatkan bantuan sembako tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih Pak Maman. Paket sembako ini tentu sangat besar manfaatnya bagi keluarga saya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Junaidi yang bekerja sebagai nelayan tradisional.**

Most Read

Artikel Terbaru

/