alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

NasDem Siapkan 5 Kader Internal;SK Satu Kabupaten Masih Ditahan Ketum DPP

PONTIANAK—DPW NasDem Kalimantan Barat bergerak cepat menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 digekalr.

Nama-nama Bacalonkada yang dipersiapkan bertarung pada tujuh kabupaten rupanya sudah berada di tangan DPP NasDem di Jakarta. Pembahasan masih alot. Beberapa diantaranya sudah diberikan Surat Keputusan (SK) dari DPP NasDem.

Syarif Abdullah Alkadrie, Ketua DPW NasDem Kalimantan Barat menyampaikannya belum lama ini.

”SK untuk Bacalonkada masih dalam tahap pembahasan di DPP. Yang pasti sudah selesai 3 daerah diberikan atau ditandaganin SK dari pak Ketum,” katanya belum lama ini di Pontianak.

Dari tiga daerah sebagai peserta Pilkada, ada satu belum SK belum bisa ditandatangani Ketum DPP Surya Paloh.

“Ini memang salah calon Bupatinya sendiri. Ditelpon tidak diangkat-angkat. Akhirnya SK tertunda sementara,” ujarnya tanpa menyebutkan daerah mana.

Meski demikian untuk Kabupaten Sintang dan Melawi dianggap istimewa. Di sana sudah ada kader internal dan tercatat sebagai petahana Bupati. Makanya dua daerah ini senjaga DPW NasDem Kalbar mengintruksikan kepada DPD NasDem agar tidak membuka pendaftaran Bacalon Bupati.

DPP NasDem, katanya, sengaja memberikan keistimewaan. Masalahnya kader untuk dua daerah ini ternyata bekerja secara maksimal sekali. Bayangkan di Kabupaten Melawi dulunya hanya memperoleh 2 kursi DPRD, sekarang menjadi 8 kursi.

Baca Juga :  Anggota Partai Politik Dibekali Materi Khusus Pilkada

Sementara Kabupaten Sintang dari 5 kursi menjadi 7 kursi.“Sebagai penghargaan partai, proses pendaftaran tidak dibuka,” ujarnya.

Selain kader internal dari Sintang dan Melawi, DPW Kalbar juga mendorong
kader internal maju dan berpasangan di Kabupaten Sekadau. Sedangkan empat pilkada di kabupaten lainnya masih dalam tahap proses.

“Pastinya melihat hasil survei juga dari incumbent maju. Seandainya dari kacamata partai tak signifikan, pastinya dipelajari lebih lanjut,” ucapnya.

NasDem sendiri sesuai jargonnya tetap memberikan kepercayaan kepada putra-putra terbaik daerah untuk ikut berkompetisi. Makanya, NasDem terus mendorong dan mempersiapkan lima kader internal dan terbaiknya bertarung pada 7 kabupaten.

Harapannya yakni pilkada tahun 2020 mengulang hasil pilkada tahun 2019 sebelumnya. “100 persen menang full seluruh Pilkada,” ujarnya seraya menambahkan NasDem segera mengumumkan Bacalonkada pada 7 Kabupaten secepatnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan, momen Pilkada menjadi penting karena menjadi bagian dari langkah tampil sebagai pemenang Pemilu 2024.

“Kami memastikan persiapan untuk menyongsong Pilkada Serentak 2020 agar NasDem mampu menghasilkan gubernur, bupati, wali kota atau kepala-kepala daerah yang dicintai masyarakat. Ini adalah titik awal untuk merealisasikan cita-cita kongres Partai NasDem, yakni menang Pemilu 2024,” ungkap Ali.

Baca Juga :  Rakerwil Nasdem di Kalbar, Target Menang Pilkada, Pileg, dan Pilpres 2024.

Makanya, dia meminta jajaran pengurus Partai NasDem di daerah tidak main-main dalam mengajukan calon kepala daerah yang bakal diusung.

“DPW harus bisa memberikan argumentasi yang kuat sehingga keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Begitu banyak masyarakat berharap pada Partai NasDem,” ujar Ali.

Ali menekankan, bagi NasDem ikut ambil bagian dalam Pilkada bukan semata-mata memenangkan pertandingan. “NasDem ingin menang lantaran meyakini, jika menang, calon-calon kepala daerah yang diusung mampu melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu ini menuturkan partai bersungguh-sungguh membawa perubahan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Ali juga mengingatkan, mencapai kemenangan bukan lah pekerjaan ringan dan instan. Kemenangan sangat bergantung pada konsolidasi yang diatur dalam struktur partai.

“Kesempatan Pilkada 2020 harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Pada April nanti harus sudah dipastikan bahwa seluruh pengurus baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi semua siap menghadapi Pilkada,” paparnya.

Untuk Provinsi Kalbar sendiri terdapat tujuh daerah yang akan menggelar Pilkada di tahun 2020. Dua di antaranya dipastikan akan diikuti oleh kader NasDem, yakni Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang.(den)

PONTIANAK—DPW NasDem Kalimantan Barat bergerak cepat menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 digekalr.

Nama-nama Bacalonkada yang dipersiapkan bertarung pada tujuh kabupaten rupanya sudah berada di tangan DPP NasDem di Jakarta. Pembahasan masih alot. Beberapa diantaranya sudah diberikan Surat Keputusan (SK) dari DPP NasDem.

Syarif Abdullah Alkadrie, Ketua DPW NasDem Kalimantan Barat menyampaikannya belum lama ini.

”SK untuk Bacalonkada masih dalam tahap pembahasan di DPP. Yang pasti sudah selesai 3 daerah diberikan atau ditandaganin SK dari pak Ketum,” katanya belum lama ini di Pontianak.

Dari tiga daerah sebagai peserta Pilkada, ada satu belum SK belum bisa ditandatangani Ketum DPP Surya Paloh.

“Ini memang salah calon Bupatinya sendiri. Ditelpon tidak diangkat-angkat. Akhirnya SK tertunda sementara,” ujarnya tanpa menyebutkan daerah mana.

Meski demikian untuk Kabupaten Sintang dan Melawi dianggap istimewa. Di sana sudah ada kader internal dan tercatat sebagai petahana Bupati. Makanya dua daerah ini senjaga DPW NasDem Kalbar mengintruksikan kepada DPD NasDem agar tidak membuka pendaftaran Bacalon Bupati.

DPP NasDem, katanya, sengaja memberikan keistimewaan. Masalahnya kader untuk dua daerah ini ternyata bekerja secara maksimal sekali. Bayangkan di Kabupaten Melawi dulunya hanya memperoleh 2 kursi DPRD, sekarang menjadi 8 kursi.

Baca Juga :  Logistik Pemilu Sudah Tiba di Desa-desa, Tetap Patuhi Prokes

Sementara Kabupaten Sintang dari 5 kursi menjadi 7 kursi.“Sebagai penghargaan partai, proses pendaftaran tidak dibuka,” ujarnya.

Selain kader internal dari Sintang dan Melawi, DPW Kalbar juga mendorong
kader internal maju dan berpasangan di Kabupaten Sekadau. Sedangkan empat pilkada di kabupaten lainnya masih dalam tahap proses.

“Pastinya melihat hasil survei juga dari incumbent maju. Seandainya dari kacamata partai tak signifikan, pastinya dipelajari lebih lanjut,” ucapnya.

NasDem sendiri sesuai jargonnya tetap memberikan kepercayaan kepada putra-putra terbaik daerah untuk ikut berkompetisi. Makanya, NasDem terus mendorong dan mempersiapkan lima kader internal dan terbaiknya bertarung pada 7 kabupaten.

Harapannya yakni pilkada tahun 2020 mengulang hasil pilkada tahun 2019 sebelumnya. “100 persen menang full seluruh Pilkada,” ujarnya seraya menambahkan NasDem segera mengumumkan Bacalonkada pada 7 Kabupaten secepatnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan, momen Pilkada menjadi penting karena menjadi bagian dari langkah tampil sebagai pemenang Pemilu 2024.

“Kami memastikan persiapan untuk menyongsong Pilkada Serentak 2020 agar NasDem mampu menghasilkan gubernur, bupati, wali kota atau kepala-kepala daerah yang dicintai masyarakat. Ini adalah titik awal untuk merealisasikan cita-cita kongres Partai NasDem, yakni menang Pemilu 2024,” ungkap Ali.

Baca Juga :  Anggota Partai Politik Dibekali Materi Khusus Pilkada

Makanya, dia meminta jajaran pengurus Partai NasDem di daerah tidak main-main dalam mengajukan calon kepala daerah yang bakal diusung.

“DPW harus bisa memberikan argumentasi yang kuat sehingga keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Begitu banyak masyarakat berharap pada Partai NasDem,” ujar Ali.

Ali menekankan, bagi NasDem ikut ambil bagian dalam Pilkada bukan semata-mata memenangkan pertandingan. “NasDem ingin menang lantaran meyakini, jika menang, calon-calon kepala daerah yang diusung mampu melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu ini menuturkan partai bersungguh-sungguh membawa perubahan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Ali juga mengingatkan, mencapai kemenangan bukan lah pekerjaan ringan dan instan. Kemenangan sangat bergantung pada konsolidasi yang diatur dalam struktur partai.

“Kesempatan Pilkada 2020 harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Pada April nanti harus sudah dipastikan bahwa seluruh pengurus baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi semua siap menghadapi Pilkada,” paparnya.

Untuk Provinsi Kalbar sendiri terdapat tujuh daerah yang akan menggelar Pilkada di tahun 2020. Dua di antaranya dipastikan akan diikuti oleh kader NasDem, yakni Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/