alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Tergiur Calo PNS

Dugaan Penipuan

  • Polisi menangkap Ms di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara pada Senin, 20 Januari 2020.
  • Ms diduga telah melakukan penipuan dengan modus akan meloloskan korbannya sebagai calon PNS di Poltekes Kemenkes, Pontianak.
  • Ms ditangkap berdasarkan laporan seorang warga Kabupaten Mempawah.
  • Empat orang, anak dan keponakan pelapor, telah menjadi korban penipuan penerimaan CPNS pada 2018.
  • Pelaku menjanjikan empat korban bisa diuruskan lulus CPNS di Poltekes Kemenkes Pontianak dengan syarat membayar uang muka.
  • Total uang muka yang diminta sebesar Rp163 juta. Jika lulus, korban diminta membayar biaya tambahan.
  • Karena percaya, korban-korban ini menyerahkan uang tersebut kepada pelaku.
  • Setelah ditunggu janji pelaku untuk membantu meluluskan keempat korban tersebut, tidak dapat ditepati.
  • Korban merasa telah ditipu. Pada tahun 2018, tidak ada pembukaan formasi CPNS di Poltekes Kemenkes Pontianak.
  • Korban melaporkan kasus tersebut kepada polisi. Dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi, korban dan alat bukti berupa kuitansi.
  • Diduga banyak yang sudah menjadi korban penipuan yang dilakukan pelaku. Beberapa korban yang melapor, kejadiannya di luar wilayah hukum Polsek Pontianak Timur.
  • Modus pelaku, mencari lulusan Poltekes yang ingin jadi CPNS. Dihubungi, ditawari kemudian yang tergiur diminta menyerahkan uang.
  • Pelaku akan dikenakan pasal 372 dan 378 dengan ancaman pidana penjara empat tahun.
  • Pelaku mengaku menawarkan korban-korbannya untuk menjadi PNS di Poltekes Kemenkes Pontianak, dengan syarat menyerahkan uang muka sebagai biaya pengurusan.
  • Pelaku mengaku, perbuatan itu dilakukan tidak seorang diri. Rekannya berinisial Rd juga melakukan hal yang sama.

 

PONTIANAK – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Pontianak, Ms ditangkap polisi. Ia diduga melakukan penipuan dengan modus akan meloloskan korbannya sebagai calon PNS.

Baca Juga :  Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Kalbar Tertinggi se-Indonesia

Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Sunaryo membenarkan, jika pihaknya telah menangkap seorang PNS Poltekes Kemenkes Pontianak. Ms ditangkap pada Senin, 20 Januari 2020, di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara.

Sunaryo menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku bermula dari laporan seorang warga Kabupaten Mempawah. Anak dan keponakannya sebanyak empat orang telah menjadi korban penipuan penerimaan CPNS yang dilakukan oleh pelaku pada 2018.

“Pada 2018, pelaku menjanjikan empat korban bisa diuruskan lulus CPNS di Poltekes Kemenkes Pontianak, dengan syarat membayar uang muka,” kata Sunaryo, Senin (27/1).

Sunaryo menuturkan, keempat korban tersebut oleh pelaku diiming-imingi lulus CPNS, namun diminta untuk membayar uang muka sebesar Rp163 juta. Ketika dinyatakan lulus, maka keempat korbannya akan diminta untuk membayar biaya tambahan.

“Karena percaya, korban-korban ini menyerahkan uang tersebut kepada pelaku,” ucapnya.

Namun, lanjut Sunaryo, setelah ditunggu janji pelaku untuk membantu meluluskan keempat korban tersebut, tidak dapat ditepati. Bahkan korban merasa jika telah ditipu, lantaran pada tahun itu, tidak ada pembukaan formasi CPNS di Poltekes Kemenkes Pontianak.

Baca Juga :  Para Pendaftar CPNS Mulai Pemberkasan

“Karena merasa ditipu, korban melaporkan kasus yang mereka alami. Dari laporan itulah, setelah dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi, korban, dan alat bukti berupa kuitansi, pelaku akhirnya ditangkap,” tutur Sunaryo.

Sunaryo menerangkan, setelah dilakukan penangkapan dan dimintai keterangan, diduga banyak yang sudah menjadi korban penipuan yang dilakukan pelaku. Beberapa korban yang melapor, kejadiannya di luar wilayah hukum Polsek Pontianak Timur.

“Modus pelaku ini, mencari lulusan Poltekes yang ingin jadi CPNS. Mereka dihubungi, ditawari kemudian yang tergiur diminta menyerahkan uang,” ungkapnya.

Sunaryo menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 372 dan 378 dengan ancaman pidana penjara empat tahun. “Yang merasa menjadi korban penipuan, untuk segera melapor. Jika kejadiannya di luar Pontianak Timur akan kami arahkan laporannya,” sambungnya.

Sunaryo mengimbau, kepada masyarakat untuk hati-hati dan jangan mudah tergiur dengan oknum tidak bertanggungjawab, yang menawarkan jasa pengurusan CPNS. Bahwa penerimaan PNS saat ini sudah dilakukan secara terbuka oleh pemerintah.

Pelaku Ms, mengakui perbuatannya. Ia mengaku menawarkan korban-korbannya untuk menjadi PNS di Poltekes Kemenkes Pontianak, dengan syarat menyerahkan uang muka sebagai biaya pengurusan.

“Satu orang ada yang Rp20 juta. Uangnya saya gunakan untuk keperluan pribadi,” kata pelaku.

Ms mengaku, perbuatan itu dilakukannya tidak seorang diri. Rekannya berinisial Rd juga melakukan hal yang sama. (adg)

Dugaan Penipuan

  • Polisi menangkap Ms di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara pada Senin, 20 Januari 2020.
  • Ms diduga telah melakukan penipuan dengan modus akan meloloskan korbannya sebagai calon PNS di Poltekes Kemenkes, Pontianak.
  • Ms ditangkap berdasarkan laporan seorang warga Kabupaten Mempawah.
  • Empat orang, anak dan keponakan pelapor, telah menjadi korban penipuan penerimaan CPNS pada 2018.
  • Pelaku menjanjikan empat korban bisa diuruskan lulus CPNS di Poltekes Kemenkes Pontianak dengan syarat membayar uang muka.
  • Total uang muka yang diminta sebesar Rp163 juta. Jika lulus, korban diminta membayar biaya tambahan.
  • Karena percaya, korban-korban ini menyerahkan uang tersebut kepada pelaku.
  • Setelah ditunggu janji pelaku untuk membantu meluluskan keempat korban tersebut, tidak dapat ditepati.
  • Korban merasa telah ditipu. Pada tahun 2018, tidak ada pembukaan formasi CPNS di Poltekes Kemenkes Pontianak.
  • Korban melaporkan kasus tersebut kepada polisi. Dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi, korban dan alat bukti berupa kuitansi.
  • Diduga banyak yang sudah menjadi korban penipuan yang dilakukan pelaku. Beberapa korban yang melapor, kejadiannya di luar wilayah hukum Polsek Pontianak Timur.
  • Modus pelaku, mencari lulusan Poltekes yang ingin jadi CPNS. Dihubungi, ditawari kemudian yang tergiur diminta menyerahkan uang.
  • Pelaku akan dikenakan pasal 372 dan 378 dengan ancaman pidana penjara empat tahun.
  • Pelaku mengaku menawarkan korban-korbannya untuk menjadi PNS di Poltekes Kemenkes Pontianak, dengan syarat menyerahkan uang muka sebagai biaya pengurusan.
  • Pelaku mengaku, perbuatan itu dilakukan tidak seorang diri. Rekannya berinisial Rd juga melakukan hal yang sama.

 

PONTIANAK – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Pontianak, Ms ditangkap polisi. Ia diduga melakukan penipuan dengan modus akan meloloskan korbannya sebagai calon PNS.

Baca Juga :  Jangan Tergoda Rayuan Calo CPNS

Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Sunaryo membenarkan, jika pihaknya telah menangkap seorang PNS Poltekes Kemenkes Pontianak. Ms ditangkap pada Senin, 20 Januari 2020, di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara.

Sunaryo menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku bermula dari laporan seorang warga Kabupaten Mempawah. Anak dan keponakannya sebanyak empat orang telah menjadi korban penipuan penerimaan CPNS yang dilakukan oleh pelaku pada 2018.

“Pada 2018, pelaku menjanjikan empat korban bisa diuruskan lulus CPNS di Poltekes Kemenkes Pontianak, dengan syarat membayar uang muka,” kata Sunaryo, Senin (27/1).

Sunaryo menuturkan, keempat korban tersebut oleh pelaku diiming-imingi lulus CPNS, namun diminta untuk membayar uang muka sebesar Rp163 juta. Ketika dinyatakan lulus, maka keempat korbannya akan diminta untuk membayar biaya tambahan.

“Karena percaya, korban-korban ini menyerahkan uang tersebut kepada pelaku,” ucapnya.

Namun, lanjut Sunaryo, setelah ditunggu janji pelaku untuk membantu meluluskan keempat korban tersebut, tidak dapat ditepati. Bahkan korban merasa jika telah ditipu, lantaran pada tahun itu, tidak ada pembukaan formasi CPNS di Poltekes Kemenkes Pontianak.

Baca Juga :  Pemberlakuan Syarat Tes Usap Diperpanjang

“Karena merasa ditipu, korban melaporkan kasus yang mereka alami. Dari laporan itulah, setelah dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi, korban, dan alat bukti berupa kuitansi, pelaku akhirnya ditangkap,” tutur Sunaryo.

Sunaryo menerangkan, setelah dilakukan penangkapan dan dimintai keterangan, diduga banyak yang sudah menjadi korban penipuan yang dilakukan pelaku. Beberapa korban yang melapor, kejadiannya di luar wilayah hukum Polsek Pontianak Timur.

“Modus pelaku ini, mencari lulusan Poltekes yang ingin jadi CPNS. Mereka dihubungi, ditawari kemudian yang tergiur diminta menyerahkan uang,” ungkapnya.

Sunaryo menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 372 dan 378 dengan ancaman pidana penjara empat tahun. “Yang merasa menjadi korban penipuan, untuk segera melapor. Jika kejadiannya di luar Pontianak Timur akan kami arahkan laporannya,” sambungnya.

Sunaryo mengimbau, kepada masyarakat untuk hati-hati dan jangan mudah tergiur dengan oknum tidak bertanggungjawab, yang menawarkan jasa pengurusan CPNS. Bahwa penerimaan PNS saat ini sudah dilakukan secara terbuka oleh pemerintah.

Pelaku Ms, mengakui perbuatannya. Ia mengaku menawarkan korban-korbannya untuk menjadi PNS di Poltekes Kemenkes Pontianak, dengan syarat menyerahkan uang muka sebagai biaya pengurusan.

“Satu orang ada yang Rp20 juta. Uangnya saya gunakan untuk keperluan pribadi,” kata pelaku.

Ms mengaku, perbuatan itu dilakukannya tidak seorang diri. Rekannya berinisial Rd juga melakukan hal yang sama. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/