alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Pembangunan Kawasan Waterfront di Pontianak, Bongkar Bangunan yang Langgar Garis Sempadan

Pembongkaran bangunan ruko milik masyarakat dalam upaya mendukung pengerjaan waterfront segmen Parit Besar-Sultan Muhammad sudah mulai dilakukan, Rabu (27/1). Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menargetkan, penyelesaian pembongkaran puluhan bangunan yang terkena Garis Sempadan Sungai itu, sebulan bisa selesai.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

HARI ini (kemarin) pembongkaran bangunan yang berdiri di atas garis sempadan sungai (GSS) sudah mulai dilakukan pembongkaran. Tujuannya, untuk mendukung pengerjaan waterfront segmen Parit Besar-Sultan Muhammad,” ujar Edi.

Dijelaskan dia, total bangunan yang berdiri di atas GSS, pembangunan waterfront kawasan Parit Besar-Sultan Muhammad sebanyak 60 bangunan. Untuk bangunan tersebut, tidak ada kata tawar. Artinya, harus segera dibongkar dalam mendukung pembangunan kawasan waterfront.

Dalam pengerjaan ini, ia harap masyarakat dapat mendukung program pemerintah. Karena pengerjaan waterfront juga upaya pemerintah buat menata kawasan ini semakin bagus. “Target saya, dalam satu bulan pembongkaran bangunan yang berdiri di atas GSS dapat selesai. Dengan begitu, pengerjaan pembangunan kontruksi utamanya pemancangan tiang pondasi bisa dilakukan cepat,” tegasnya.

Baca Juga :  Bekuk Bandar Kolok-kolok, Buka Lapak di Waterfront

Edi meminta masyarakat sebagai pemilik bangunan ke depan dapat menyesuaikan bangunannya dengan penataan waterfornt. Baik rupa bangunan dan fungsinya ke depan diharap dapat menunjang keberadaan waterfront.

Dalam upaya penataan kawasan waterfront Edi menaruh harapan besar akan menjadikan lokasi ini sebagai destinasi unggulan kota tua di Pontianak. Tidak lupa, dalam penataan kawasan tersebut, ia menyelipkan program penghijauan.

Akan rencana Pemerintah mewujudkan kawasan wisata bernama waterfront ini, secara keseluruhan tidak terdapat penolakan dari masyarakat. Rerata malah mendapat dukungan. Namun beberapa keluhan masyarakat agar lokasi ini menjadi aman sudah ditampungnya. “Nanti akan dikolaborasikan. Mesti ada pos pengamanan di sini,” tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pontianak, Firayanta menjelaskan kegiatan penuntasan kawasan waterfront kembali dilakukan di kawasan Parit Besar-Sultan Muhammad. Konsepnya, bangunan ruko yang berdiri di atas GSS akan dibongkar. Jaraknya 15 meter dari tepi darat. Untuk promanade nya selebar 10 meter dengan sisa 5 meter buat penghijauan.

Baca Juga :  Penataaan Kuliner Kawasan Waterfront

Ke depan penataan bangunan di sini, diminta Pemkot Pontianak menjadi dua muka. Masyarakat juga telah setuju dengan tanda membuat pernyataan. Silahkan masyarakat menyesuaikan fungsinya. Jika ingin tetap sebagai gudang tidak dipermasalahkan. Namun jika dapat dibangun restoran, pusat kulineran atau menjual kerajinan tangan akan semakin baik.

Firayanta menambahkan, pengerjaan pembangunan kawasan waterfront ini multiyears selama tiga tahun dimulai di 2020 dan akan selesai di pertengahan 2022 nanti. “Mudah-mudahan di pertengahan 2022 bisa selesai semuanya,” ucap dia.(*)

Pembongkaran bangunan ruko milik masyarakat dalam upaya mendukung pengerjaan waterfront segmen Parit Besar-Sultan Muhammad sudah mulai dilakukan, Rabu (27/1). Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menargetkan, penyelesaian pembongkaran puluhan bangunan yang terkena Garis Sempadan Sungai itu, sebulan bisa selesai.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

HARI ini (kemarin) pembongkaran bangunan yang berdiri di atas garis sempadan sungai (GSS) sudah mulai dilakukan pembongkaran. Tujuannya, untuk mendukung pengerjaan waterfront segmen Parit Besar-Sultan Muhammad,” ujar Edi.

Dijelaskan dia, total bangunan yang berdiri di atas GSS, pembangunan waterfront kawasan Parit Besar-Sultan Muhammad sebanyak 60 bangunan. Untuk bangunan tersebut, tidak ada kata tawar. Artinya, harus segera dibongkar dalam mendukung pembangunan kawasan waterfront.

Dalam pengerjaan ini, ia harap masyarakat dapat mendukung program pemerintah. Karena pengerjaan waterfront juga upaya pemerintah buat menata kawasan ini semakin bagus. “Target saya, dalam satu bulan pembongkaran bangunan yang berdiri di atas GSS dapat selesai. Dengan begitu, pengerjaan pembangunan kontruksi utamanya pemancangan tiang pondasi bisa dilakukan cepat,” tegasnya.

Baca Juga :  Telinga Satarudin Panas, Pontianak Dicap Kota Berpolusi

Edi meminta masyarakat sebagai pemilik bangunan ke depan dapat menyesuaikan bangunannya dengan penataan waterfornt. Baik rupa bangunan dan fungsinya ke depan diharap dapat menunjang keberadaan waterfront.

Dalam upaya penataan kawasan waterfront Edi menaruh harapan besar akan menjadikan lokasi ini sebagai destinasi unggulan kota tua di Pontianak. Tidak lupa, dalam penataan kawasan tersebut, ia menyelipkan program penghijauan.

Akan rencana Pemerintah mewujudkan kawasan wisata bernama waterfront ini, secara keseluruhan tidak terdapat penolakan dari masyarakat. Rerata malah mendapat dukungan. Namun beberapa keluhan masyarakat agar lokasi ini menjadi aman sudah ditampungnya. “Nanti akan dikolaborasikan. Mesti ada pos pengamanan di sini,” tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pontianak, Firayanta menjelaskan kegiatan penuntasan kawasan waterfront kembali dilakukan di kawasan Parit Besar-Sultan Muhammad. Konsepnya, bangunan ruko yang berdiri di atas GSS akan dibongkar. Jaraknya 15 meter dari tepi darat. Untuk promanade nya selebar 10 meter dengan sisa 5 meter buat penghijauan.

Baca Juga :  Penataaan Kuliner Kawasan Waterfront

Ke depan penataan bangunan di sini, diminta Pemkot Pontianak menjadi dua muka. Masyarakat juga telah setuju dengan tanda membuat pernyataan. Silahkan masyarakat menyesuaikan fungsinya. Jika ingin tetap sebagai gudang tidak dipermasalahkan. Namun jika dapat dibangun restoran, pusat kulineran atau menjual kerajinan tangan akan semakin baik.

Firayanta menambahkan, pengerjaan pembangunan kawasan waterfront ini multiyears selama tiga tahun dimulai di 2020 dan akan selesai di pertengahan 2022 nanti. “Mudah-mudahan di pertengahan 2022 bisa selesai semuanya,” ucap dia.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/