alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Husin : Perda Zakat untuk Entaskan Kemiskinan

PONTIANAK – DPRD Kota Pontianak saat ini tengah merampungkan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Zakat. Rancangan Perda yang tahun ini ditargetkan selesai itu, diharapkan mampu mengoptimalkan upaya pengentasan kemiskinan di Kota Pontianak.

“Perda Zakat sudah masuk pada tahap kajian oleh pakar. Perda ini salah satu yang diinisiasi dewan,” tutur Anggota DPRD Kalbar, Husin.

Pihaknya berharap kajian oleh pakar ini dapat diselesaikan sebelum Ramadan tahun ini, supaya dengan segera dapat disosialisasikan kepada masyarakat. Lahirnya perda ini dirasanya sangat penting mengingat potensi zakat yang ada di Kota Pontianak cukup besar. Dia menilai potensi zakat di kota ini, apabila dikelola dengan baik dapat mendorong perekonomian dan pengentasan kemiskinan, sehingga terwujud kemaslahatan umat.

Baca Juga :  Kalbar Jadi Prioritas BBM Satu Harga

Selama ini, lanjut dia, lembaga zakat yang eksis di kota ini bergerak masing-masing. Maka dengan hadirnya Perda Zakat ini, dia berharap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak mampu mengkoordinir seluruh lembaga amil zakat, supaya tercipta sinergi dalam program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harapkan dengan koordinasi yang baik, bisa mengentaskan kemiskinan di Kota Pontianak,” ujar Politisi PKS ini.

Melalui Perda ini pula, pihaknya juga mendorong sinergi antara lembaga zakat yang dikoordinasi oleh Baznas Kota Pontianak dengan Dinas Sosial. Sinergi ini dinilai penting, sebab data-data kemiskinan ada di dinas tersebut. Pihaknya menilai, potensi zakat di Kota Pontianak jumlahnya mencapai puluhan miliar, sementara anggaran Dinas Sosial untuk menjalankan programnya saja tidak sampai Rp10 miliar.

Baca Juga :  Milenial Dominasi Kepengurusan PKS Kalbar

“Andai bisa terhimpun Rp20 miliar saja oleh Baznas, maka akan besar sekali manfaatnya. Tahun 2019 Baznas mampu mengumpulkan Rp7 miliar, dan tahun lalu, karena pandemi turun jadi Rp5 miliar,” tuturnya.

Di samping itu, pihaknya juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui dana yang dihimpun oleh masjid-masjid di Kota Pontianak. Dirinya menyebut ada banyak masjid di Kota Pontianak yang dapat memberdayakan masyarakat di sekitarnya. Program pemberdayaan itu terutama dapat menyasar keluarga miskin, agar ekonomi mereka terangkat.

“Kita minta untuk masjid yang punya kelebihan dana, untuk membantu masyarakat di lingkungan sekitarnya yang membutuhkan bantuan,” pungkasnya. (sti)

PONTIANAK – DPRD Kota Pontianak saat ini tengah merampungkan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Zakat. Rancangan Perda yang tahun ini ditargetkan selesai itu, diharapkan mampu mengoptimalkan upaya pengentasan kemiskinan di Kota Pontianak.

“Perda Zakat sudah masuk pada tahap kajian oleh pakar. Perda ini salah satu yang diinisiasi dewan,” tutur Anggota DPRD Kalbar, Husin.

Pihaknya berharap kajian oleh pakar ini dapat diselesaikan sebelum Ramadan tahun ini, supaya dengan segera dapat disosialisasikan kepada masyarakat. Lahirnya perda ini dirasanya sangat penting mengingat potensi zakat yang ada di Kota Pontianak cukup besar. Dia menilai potensi zakat di kota ini, apabila dikelola dengan baik dapat mendorong perekonomian dan pengentasan kemiskinan, sehingga terwujud kemaslahatan umat.

Baca Juga :  Ini Jagoan PKS di Pilkada Kalbar 2020

Selama ini, lanjut dia, lembaga zakat yang eksis di kota ini bergerak masing-masing. Maka dengan hadirnya Perda Zakat ini, dia berharap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak mampu mengkoordinir seluruh lembaga amil zakat, supaya tercipta sinergi dalam program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harapkan dengan koordinasi yang baik, bisa mengentaskan kemiskinan di Kota Pontianak,” ujar Politisi PKS ini.

Melalui Perda ini pula, pihaknya juga mendorong sinergi antara lembaga zakat yang dikoordinasi oleh Baznas Kota Pontianak dengan Dinas Sosial. Sinergi ini dinilai penting, sebab data-data kemiskinan ada di dinas tersebut. Pihaknya menilai, potensi zakat di Kota Pontianak jumlahnya mencapai puluhan miliar, sementara anggaran Dinas Sosial untuk menjalankan programnya saja tidak sampai Rp10 miliar.

Baca Juga :  Semangat Baru Layani Rakyat, DPD PKS Sambas Libatkan Kaum Muda

“Andai bisa terhimpun Rp20 miliar saja oleh Baznas, maka akan besar sekali manfaatnya. Tahun 2019 Baznas mampu mengumpulkan Rp7 miliar, dan tahun lalu, karena pandemi turun jadi Rp5 miliar,” tuturnya.

Di samping itu, pihaknya juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui dana yang dihimpun oleh masjid-masjid di Kota Pontianak. Dirinya menyebut ada banyak masjid di Kota Pontianak yang dapat memberdayakan masyarakat di sekitarnya. Program pemberdayaan itu terutama dapat menyasar keluarga miskin, agar ekonomi mereka terangkat.

“Kita minta untuk masjid yang punya kelebihan dana, untuk membantu masyarakat di lingkungan sekitarnya yang membutuhkan bantuan,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Penyakit Jantung Kambuh, Blind Pingsan

Tetap Jaga Stamina

Penolakan Omnibus Law

Harus Ada Teman Curhat dan Me Time

Artikel Terbaru

/