alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Melihat Kepedulian Komunitas Kampoeng Bikers dalam Penanggulangan Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kota Pontianak menyita perhatian banyak pihak. Tak terkecuali Komunitas Kampoeng Bikers. Perhatian dan andil dalam menanggulangi karhutla mereka wujudkan lewat Dapur Umum Bikers Peduli. Berikut adalah kisahnya.

 Haryadi-Pontianak

SUDAH hampir dua pekan Teguh Prayoga turun ke lapangan menjadi relawan di dapur umum. Dia  bersama rekan-rekan di Komunitas Kampoeng Bikers membentuk posko dapur umum. Posko ini menyiapkan makanan dan minuman bagi relawan pemadam kebakaran yang berjibaku memadamkan api di lahan gambut.

Meski rutin turun ke lapangan, tak tampak gurat kelelahan dari wajah pemuda yang biasa disapa Teguh ini. Sebab di sela kesibukan menyiapkan makanan, dia bersama rekan komunitas selalu melempar canda.  Tawa yang pecah di antara mereka menjadi pengusir lelah.

“Kalau di lapangan kita selalu bahagia karena bisa saling membantu dan menolong atas dasar kemanusiaan,” tutur pemuda berusia 20 tahun tersebut.

Dapur umum yang dibangun komunitas Kampoeng Bikers lokasinya tidak tetap. Tempatnya mengikuti titik kebakaran lahan yang terdekat. Pada siang itu, Kamis(25/2)  anggota Kampoeng Bikers  sudah bergegas menyiapkan peralatan memasak di posko. Lokasinya berada tepat di bawah pohon akasia di pinggir Jalan Perdana ujung.

Atapnya menggunakan terpal seadanya. Panjangnya pun terbatas  tak sampai dua meter. Meski posko dibangun alakadarnya, namun sudah cukup  menjadi peneduh dari paparan sinar matahari yang menyengat kuat saat musim kemarau melanda.

Anggota Komunitas Kampoeng Bikers pun berbagi tugas kerja. Ada yang menurunkan barang dari kendaraan, menyiapkan perapian untuk memasak makanan dan ada pula yang membuat minuman. Teguh sendiri bertugas memasak makanan. Meski tak memiliki keahlian khusus dalam mengolah masakan, ia terlihat mahir membolak-balik adonan roti di dalam pengorengan. Kebetulan hari itu menu yang disiapkan cukup spesial, yaitu roti cane dan es cincau susu.

“Kalau di posko dapur umum semua pekerjaan saya lakukan, mulai memasak makanan, hingga membuat kopi,” terang pemuda yang sudah empat tahun lalu bergabung dengan Komunitas Kampoeng Bikers.

Baca Juga :  Midji Tuding Menkes Pencitraan

Menurut Ketua Komunitas Kampoeng Bikers, Heri Candra, komunitas ini berdiri sejak 2016 lalu. Anggotanya dari berbagai klub-klub motor dengan berbagai macam jenis tunggangan. Komunitas ini memiliki dua program kegiatan, yaitu wisata dan sosial. Kegiatan wisata merupakan acara touring bersama. Tujuannya mengenalkan keindahan wisata di Kalbar. Sedangkan kegiatan sosial  bertujuan membantu korban bencana alam, membantu pasien yang kurang biaya dalam melakukan operasi dan berbagai aksi sosial lainnya.

“Posko dapur umum bikers sudah dimulai sejak kebakaran hutan dan lahan tahun 2018 lalu. Tujuannya untuk meringankan beban kawan-kawan relawan pemadam saat bertugas,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Abeb ini mengatakan bahwa bentuk dukungan Kampoeng Bikers terhadap relawan pemadam adalah menyediakan kebutuhan makanan dan minuman selama mereka bertugas di lapangan. Menurut Abeb, sudah seharusnya sesama manusia harus saling membantu atas dasar kemanusiaan. Apalagi pemadam swasta ini kalau turun ke lapangan tidak digaji. Kadang untuk beli minyak mesin saja mereka kesusahan. Makanya Kampoeng Bikers tergerak membantu semampunya. Dalam hal memenuhi kebutuhan konsumsi para relawan.

Sedangkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan logistik, Kampoeng Bikers menghimpun sumbangan dari anggota dan keluarga besar Komunitas Kampoeng Bikers dalam berbagai bentuk barang.

“Karena anggota Kampoeng Bikers tidak memiliki kemampuan dan peralatan dalam memadamkan api, jadi biar kami saja yang mengurus pemadam, biar pemadam yang mengurus api kebakaran lahan,” kelakarnya.

Menu konsumsi sendiri tiap hari selalu dibuat bervariasi. Biasanya menu makanan berupa bubur nasi, kacang hijau susu, roti cane, mi instan. Kalau minuman ada kopi, teh, air putih, dan air cincau. Terkadang berbagai variasi menu dibuat tergantung kebutuhan di lapangan.

“Menu yang paling favorit bagi relawan pemadam adalah mi instan. Soalnya penyajiannya lebih ringkas dan cepat,” jelas Abeb sambil tertawa.

Baca Juga :  Sepuluh Peladang Terancam Penjara

Dalam menyiapkan makanan di dapur umum biasanya di mulai pada siang hari hingga tengah malam. Dalam sehari kadang mereka bisa tiga sampai delapan kali memasak makanan. Relawan yang sudah kelelahan dan membutuhkan asupan makanan bisa langsung menuju posko dapur umum. Anggota Kampoeng Bikers akan selalu siap sedia menyiapkan makanan.

“Kami pernah sampai harus tidur di lapangan selama dua hari guna menyiapkan konsumsi karena pada waktu itu kebakaran yang terjadi cukup parah,” kenangnya.

Selama bertugas di lapangan, Abeb mengaku selalu ada suka dan duka. Ia menceritakan pengalaman di awal mulai turun ke lapangan. Pernah kendaraan yang membawa barang logistik mereka masuk ke dalam parit. Hal itu disebabkan anggota yang mengemudi belum mahir mengendalikan kendaraan roda tiga. Di sisi lain, kendala yang sering dihadapi yakni keterbatasan peralatan memasak. Relawan harus pandai-pandai menangggulangi situasi.

“Bersyukur ada Pengurus RT bersedia meminjamkan kendaraan roda tiga, yang digunakan membawa keperluan logistik ke lapangan,”paparnya.

Salah satu relawan yang juga Komandan Lapangan Pemadam Kebakaran Swadesi Borneo, Dery Erlino mengapresiasi dapur umum Komunitas Kampoeng Bikers. Siapapun yang melakukan aksi kemanusiaan di lapangan, dapur umum ini siap melayani kebutuhan makan dan minum bagi relawan.

“Kalau di dapur umum Kampoeng Bikers memang menunya sederhana dan alakadarnya. Meski begitu tetap nikmat disantap karena makan bersama saat di lapangan,” ungkapnya.

Dery juga salut dengan semangat Komunitas Kampoeng Bikers melakukan aksi kemanusiaan meskipun peralatan dan armada yang dimiliki masih minim. Kampoeng Bikers selalu turun setiap ada bencana karhutla sebagai upaya meringankan beban relawan pemadam.

“Semoga ke depan Kampoeng Bikers bisa memiliki armada yang luar biasa, guna mendukung aksi kemanusiaan saat terjun ke lapangan,” tutupnya.(*)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kota Pontianak menyita perhatian banyak pihak. Tak terkecuali Komunitas Kampoeng Bikers. Perhatian dan andil dalam menanggulangi karhutla mereka wujudkan lewat Dapur Umum Bikers Peduli. Berikut adalah kisahnya.

 Haryadi-Pontianak

SUDAH hampir dua pekan Teguh Prayoga turun ke lapangan menjadi relawan di dapur umum. Dia  bersama rekan-rekan di Komunitas Kampoeng Bikers membentuk posko dapur umum. Posko ini menyiapkan makanan dan minuman bagi relawan pemadam kebakaran yang berjibaku memadamkan api di lahan gambut.

Meski rutin turun ke lapangan, tak tampak gurat kelelahan dari wajah pemuda yang biasa disapa Teguh ini. Sebab di sela kesibukan menyiapkan makanan, dia bersama rekan komunitas selalu melempar canda.  Tawa yang pecah di antara mereka menjadi pengusir lelah.

“Kalau di lapangan kita selalu bahagia karena bisa saling membantu dan menolong atas dasar kemanusiaan,” tutur pemuda berusia 20 tahun tersebut.

Dapur umum yang dibangun komunitas Kampoeng Bikers lokasinya tidak tetap. Tempatnya mengikuti titik kebakaran lahan yang terdekat. Pada siang itu, Kamis(25/2)  anggota Kampoeng Bikers  sudah bergegas menyiapkan peralatan memasak di posko. Lokasinya berada tepat di bawah pohon akasia di pinggir Jalan Perdana ujung.

Atapnya menggunakan terpal seadanya. Panjangnya pun terbatas  tak sampai dua meter. Meski posko dibangun alakadarnya, namun sudah cukup  menjadi peneduh dari paparan sinar matahari yang menyengat kuat saat musim kemarau melanda.

Anggota Komunitas Kampoeng Bikers pun berbagi tugas kerja. Ada yang menurunkan barang dari kendaraan, menyiapkan perapian untuk memasak makanan dan ada pula yang membuat minuman. Teguh sendiri bertugas memasak makanan. Meski tak memiliki keahlian khusus dalam mengolah masakan, ia terlihat mahir membolak-balik adonan roti di dalam pengorengan. Kebetulan hari itu menu yang disiapkan cukup spesial, yaitu roti cane dan es cincau susu.

“Kalau di posko dapur umum semua pekerjaan saya lakukan, mulai memasak makanan, hingga membuat kopi,” terang pemuda yang sudah empat tahun lalu bergabung dengan Komunitas Kampoeng Bikers.

Baca Juga :  Sepuluh Peladang Terancam Penjara

Menurut Ketua Komunitas Kampoeng Bikers, Heri Candra, komunitas ini berdiri sejak 2016 lalu. Anggotanya dari berbagai klub-klub motor dengan berbagai macam jenis tunggangan. Komunitas ini memiliki dua program kegiatan, yaitu wisata dan sosial. Kegiatan wisata merupakan acara touring bersama. Tujuannya mengenalkan keindahan wisata di Kalbar. Sedangkan kegiatan sosial  bertujuan membantu korban bencana alam, membantu pasien yang kurang biaya dalam melakukan operasi dan berbagai aksi sosial lainnya.

“Posko dapur umum bikers sudah dimulai sejak kebakaran hutan dan lahan tahun 2018 lalu. Tujuannya untuk meringankan beban kawan-kawan relawan pemadam saat bertugas,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Abeb ini mengatakan bahwa bentuk dukungan Kampoeng Bikers terhadap relawan pemadam adalah menyediakan kebutuhan makanan dan minuman selama mereka bertugas di lapangan. Menurut Abeb, sudah seharusnya sesama manusia harus saling membantu atas dasar kemanusiaan. Apalagi pemadam swasta ini kalau turun ke lapangan tidak digaji. Kadang untuk beli minyak mesin saja mereka kesusahan. Makanya Kampoeng Bikers tergerak membantu semampunya. Dalam hal memenuhi kebutuhan konsumsi para relawan.

Sedangkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan logistik, Kampoeng Bikers menghimpun sumbangan dari anggota dan keluarga besar Komunitas Kampoeng Bikers dalam berbagai bentuk barang.

“Karena anggota Kampoeng Bikers tidak memiliki kemampuan dan peralatan dalam memadamkan api, jadi biar kami saja yang mengurus pemadam, biar pemadam yang mengurus api kebakaran lahan,” kelakarnya.

Menu konsumsi sendiri tiap hari selalu dibuat bervariasi. Biasanya menu makanan berupa bubur nasi, kacang hijau susu, roti cane, mi instan. Kalau minuman ada kopi, teh, air putih, dan air cincau. Terkadang berbagai variasi menu dibuat tergantung kebutuhan di lapangan.

“Menu yang paling favorit bagi relawan pemadam adalah mi instan. Soalnya penyajiannya lebih ringkas dan cepat,” jelas Abeb sambil tertawa.

Baca Juga :  WALHI Kecam Pernyataan Wiranto

Dalam menyiapkan makanan di dapur umum biasanya di mulai pada siang hari hingga tengah malam. Dalam sehari kadang mereka bisa tiga sampai delapan kali memasak makanan. Relawan yang sudah kelelahan dan membutuhkan asupan makanan bisa langsung menuju posko dapur umum. Anggota Kampoeng Bikers akan selalu siap sedia menyiapkan makanan.

“Kami pernah sampai harus tidur di lapangan selama dua hari guna menyiapkan konsumsi karena pada waktu itu kebakaran yang terjadi cukup parah,” kenangnya.

Selama bertugas di lapangan, Abeb mengaku selalu ada suka dan duka. Ia menceritakan pengalaman di awal mulai turun ke lapangan. Pernah kendaraan yang membawa barang logistik mereka masuk ke dalam parit. Hal itu disebabkan anggota yang mengemudi belum mahir mengendalikan kendaraan roda tiga. Di sisi lain, kendala yang sering dihadapi yakni keterbatasan peralatan memasak. Relawan harus pandai-pandai menangggulangi situasi.

“Bersyukur ada Pengurus RT bersedia meminjamkan kendaraan roda tiga, yang digunakan membawa keperluan logistik ke lapangan,”paparnya.

Salah satu relawan yang juga Komandan Lapangan Pemadam Kebakaran Swadesi Borneo, Dery Erlino mengapresiasi dapur umum Komunitas Kampoeng Bikers. Siapapun yang melakukan aksi kemanusiaan di lapangan, dapur umum ini siap melayani kebutuhan makan dan minum bagi relawan.

“Kalau di dapur umum Kampoeng Bikers memang menunya sederhana dan alakadarnya. Meski begitu tetap nikmat disantap karena makan bersama saat di lapangan,” ungkapnya.

Dery juga salut dengan semangat Komunitas Kampoeng Bikers melakukan aksi kemanusiaan meskipun peralatan dan armada yang dimiliki masih minim. Kampoeng Bikers selalu turun setiap ada bencana karhutla sebagai upaya meringankan beban relawan pemadam.

“Semoga ke depan Kampoeng Bikers bisa memiliki armada yang luar biasa, guna mendukung aksi kemanusiaan saat terjun ke lapangan,” tutupnya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/