alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Produksi Air Bersih Tetap Normal

PONTIANAK-Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kadar garam air Sungai Kapuas saat ini sudah mulai meningkat. Namun ia memastikan produksi dan distribusi air PDAM masih berjalan normal. “Saya mengimbau pada warga untuk bisa menghemat penggunaan air bersih, selain itu tampung air tawar yang ada untuk cadangan,” ujar Wali Kota Pontianak belum lama ini.

Ia menjelaskan kondisi air baku Perumda Tirta Khatulistiwa (PDAM) Kota Pontianak hingga kini masih belum menggunakan sumber air baku dari intake Penepat. Edi pun meminta PDAM secara rutin melakukan kontrol untuk memonitor kualitas air baku. Sebab menghadapi musim yang tidak menentu, dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas air baku PDAM. “Saya minta PDAM terus memantau kualitas air baku secara rutin,” ucapnya.

Baca Juga :  Serapan Anggaran Cuma 82,16 Persen, Midji Beberkan Penyebab Belum Maksimal

Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah menjelaskan, kadar klorida atau garam air baku saat ini masih bersifat fluktuatif. Sungai Kapuas sebagai air baku PDAM sudah mulai mengalami intrusi air laut. “Bahkan, pagi hingga siang hari kadar garam mengalami kenaikan terutama pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Sungai Jawi Luar Gang Kayu Manis sudah mencapai 1000 ppm,” ungkapnya.

Sedangkan pada IPA lainnya, lanjut Ardiansyah, masih di bawah ambang batas. IPA Imam Bonjol yakni sekitar 400 ppm dan IPA Selat Panjang sekitar 400 ppm, termasuk IPA Parit Mayor sekitar 300 ppm. Sebagai langkah untuk mengantisipasi jika intrusi air laut kian meningkat, pihaknya sudah mempersiapkan intake Penepat. Uji coba dua pompa juga telah dilakukan dengan kapasitas yang diperoleh sekitar 471 liter per detik. “Sementara total kapasitas produksi air PDAM dalam kondisi normal sekitar 2.058 liter per detik,” jelasnya.

Baca Juga :  Gara-gara Pandangan, Pengunjung Warkop Bonyok Dihantam Gelas

Selain itu, pihaknya juga telah menyelesaikan perbaikan kerusakan pada pipa Penepat. Sehingga dirinya memastikan intake Penepat siap difungsikan. “Untuk memenuhi kebutuhan air bersih walaupun sifatnya terbatas kami juga mempersiapkan dua reservoir yakni di Perum III dan Boster Wonosobo,” tandasnya.(iza)

PONTIANAK-Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kadar garam air Sungai Kapuas saat ini sudah mulai meningkat. Namun ia memastikan produksi dan distribusi air PDAM masih berjalan normal. “Saya mengimbau pada warga untuk bisa menghemat penggunaan air bersih, selain itu tampung air tawar yang ada untuk cadangan,” ujar Wali Kota Pontianak belum lama ini.

Ia menjelaskan kondisi air baku Perumda Tirta Khatulistiwa (PDAM) Kota Pontianak hingga kini masih belum menggunakan sumber air baku dari intake Penepat. Edi pun meminta PDAM secara rutin melakukan kontrol untuk memonitor kualitas air baku. Sebab menghadapi musim yang tidak menentu, dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas air baku PDAM. “Saya minta PDAM terus memantau kualitas air baku secara rutin,” ucapnya.

Baca Juga :  Masih Dibahas, Diskon 75 Persen hingga Pembebasan Tarif PDAM Kota Pontianak

Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah menjelaskan, kadar klorida atau garam air baku saat ini masih bersifat fluktuatif. Sungai Kapuas sebagai air baku PDAM sudah mulai mengalami intrusi air laut. “Bahkan, pagi hingga siang hari kadar garam mengalami kenaikan terutama pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Sungai Jawi Luar Gang Kayu Manis sudah mencapai 1000 ppm,” ungkapnya.

Sedangkan pada IPA lainnya, lanjut Ardiansyah, masih di bawah ambang batas. IPA Imam Bonjol yakni sekitar 400 ppm dan IPA Selat Panjang sekitar 400 ppm, termasuk IPA Parit Mayor sekitar 300 ppm. Sebagai langkah untuk mengantisipasi jika intrusi air laut kian meningkat, pihaknya sudah mempersiapkan intake Penepat. Uji coba dua pompa juga telah dilakukan dengan kapasitas yang diperoleh sekitar 471 liter per detik. “Sementara total kapasitas produksi air PDAM dalam kondisi normal sekitar 2.058 liter per detik,” jelasnya.

Baca Juga :  Bu Risma Gratiskan Tagihan PDAM, Wali Kota Pontianak Kapan?

Selain itu, pihaknya juga telah menyelesaikan perbaikan kerusakan pada pipa Penepat. Sehingga dirinya memastikan intake Penepat siap difungsikan. “Untuk memenuhi kebutuhan air bersih walaupun sifatnya terbatas kami juga mempersiapkan dua reservoir yakni di Perum III dan Boster Wonosobo,” tandasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/