alexametrics
21.7 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Antisipasi Kenaikan Sembako

ANGGOTA DPRD Kota Pontianak Ariadi meminta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Pontianak sigap mengantisipasi naiknya harga sembako jelang puasa. Dikhawatirkan dia, jika permintaan kebutuhan yang tinggi tidak diimbangi dengan ketersediaan stok, akan menyebabkan kenaikan harga tersebut.

“Jelang Ramadan perilaku konsumen utamanya saudara muslim akan berbondong-bondong datang ke pasar buat belanja kebutuhan puasa. Sebagian dari mereka kadang belanja lebih banyak untuk persiapan puasa,” terang Ariadi kepada Pontianak Post, Sabtu (27/3) di Pontianak.

Ia menjelaskan, permintaan barang yang tinggi dapat mengakibatkan ketersediaan stok berkurang. Jika demikian kejadiannya, dikhawatirkan dia, dapat menyebabkan harga jual kebutuhan pokok ikut naik. Agar hal tersebut tidak terjadi, ia pun meminta masyarakat untuk berbelanja secukupnya. Dinas Perdagangan sebagai perwakilan Pemkot Pontianak diminta dia juga dapat menekan terjadinya hal ini. “Bisa dengan melakukan pengawasan di pasar-pasar tradisional,” sarannya.

Baca Juga :  Pasar Murah di Sungai Purun Diserbu Warga

Kemudian instansi terkait diminta dia untuk melakukan pengecekan distribusi barang sembako, pasokan barang, dan sistem kontrol terhadap harga di pasar. “Hal ini sesuai dengan  pasal 93 dan pasal 95 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014, yang menyatakan bahwa pemerintah  harus berperan dalam mengendalikan ketersediaan, stabilitas harga dan distribusi harga kebutuhan pokok,” ujarnya.

Oleh karena itu, secara jelas pemerintah, menurut dia, berkewajiban  memperlancar saluran distribusi dari penyuplai, agar ketersediaan stok kebutuhan pokok terjamin. “Sebagai upaya yang dapat dilakukan agar barang kebutuhan pokok tersebut tidak langka atau bahkan hilang dari pasaran  karena  ulah segelintir spekulan,” pungkasnya. (iza)

ANGGOTA DPRD Kota Pontianak Ariadi meminta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Pontianak sigap mengantisipasi naiknya harga sembako jelang puasa. Dikhawatirkan dia, jika permintaan kebutuhan yang tinggi tidak diimbangi dengan ketersediaan stok, akan menyebabkan kenaikan harga tersebut.

“Jelang Ramadan perilaku konsumen utamanya saudara muslim akan berbondong-bondong datang ke pasar buat belanja kebutuhan puasa. Sebagian dari mereka kadang belanja lebih banyak untuk persiapan puasa,” terang Ariadi kepada Pontianak Post, Sabtu (27/3) di Pontianak.

Ia menjelaskan, permintaan barang yang tinggi dapat mengakibatkan ketersediaan stok berkurang. Jika demikian kejadiannya, dikhawatirkan dia, dapat menyebabkan harga jual kebutuhan pokok ikut naik. Agar hal tersebut tidak terjadi, ia pun meminta masyarakat untuk berbelanja secukupnya. Dinas Perdagangan sebagai perwakilan Pemkot Pontianak diminta dia juga dapat menekan terjadinya hal ini. “Bisa dengan melakukan pengawasan di pasar-pasar tradisional,” sarannya.

Baca Juga :  Serapan Anggaran PU Tinggi Dibanding OPD Lain

Kemudian instansi terkait diminta dia untuk melakukan pengecekan distribusi barang sembako, pasokan barang, dan sistem kontrol terhadap harga di pasar. “Hal ini sesuai dengan  pasal 93 dan pasal 95 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014, yang menyatakan bahwa pemerintah  harus berperan dalam mengendalikan ketersediaan, stabilitas harga dan distribusi harga kebutuhan pokok,” ujarnya.

Oleh karena itu, secara jelas pemerintah, menurut dia, berkewajiban  memperlancar saluran distribusi dari penyuplai, agar ketersediaan stok kebutuhan pokok terjamin. “Sebagai upaya yang dapat dilakukan agar barang kebutuhan pokok tersebut tidak langka atau bahkan hilang dari pasaran  karena  ulah segelintir spekulan,” pungkasnya. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/