alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Midji Ajak Warga Bepanton, Hadiahkan Uang Belanja

PONTIANAK- Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengajak masyarakat lebih kreatif sekaligus melestarikan budaya pantun. Orang nomor satu di Kalbar itu menggelar lomba pantun dengan hadiah uang belanja sebesar Rp300 ribu untuk 30 pemenang.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 dimana warga dianjurkan untuk tetap dirumah, Midji sapaan akrabnya punya cara sendiri untuk tetap berinteraksi dengan masyarakat di media sosial. “Dari pada bengong, termenung, bagus lebih kreatif ngasah otak dan melestarikan budaya kita dengan bepantun, juri yang nilainya raja panton kita Pak Baskoro Efendi,” tulisnya di akun media sosial “Bang Midji”, Selasa (28/4).

Cara mengikuti lomba Yok, Kite Berpanton dengan tajuk ‘Apa beda mudik dan pulang kampung?’ itu cukup mudah. Peserta cukup menuliskan pantun ciptaannya di kolom komentar postingan tentang lomba tersebut di akun medsos ‘Bang Midji’. Syaratnya pantun harus orisinil atau merupakan karya sendiri. Tidak mengandung unsur SARA dan tidak boleh berbau politis.

Baca Juga :  Cegah Corona di Lapas, Sosialisasikan Hidup Sehat untuk Narapidana

Peserta bisa menuliskan pantunnya hingga Rabu (29/4) pukul 12.00 WIB. Belum satu jam diposting, unggahan gubernur itu langsung diserbu komentar warganet dengan ragam pantun.

“Pegi ke pasar beli sapu lidik, langsong bali ayam kampong, Saden hati daan bise mudik, Tapi maseh bise balek kamponh,” tulis akun @Sida.

“Mendidik anak ke samudra, Pulang tak membawa apa-apa, Mudik sifatnya sementara, Pulang kampung tak akan balik ke kota,” tulis akun @Dea Yollanda.(bar)

PONTIANAK- Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengajak masyarakat lebih kreatif sekaligus melestarikan budaya pantun. Orang nomor satu di Kalbar itu menggelar lomba pantun dengan hadiah uang belanja sebesar Rp300 ribu untuk 30 pemenang.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 dimana warga dianjurkan untuk tetap dirumah, Midji sapaan akrabnya punya cara sendiri untuk tetap berinteraksi dengan masyarakat di media sosial. “Dari pada bengong, termenung, bagus lebih kreatif ngasah otak dan melestarikan budaya kita dengan bepantun, juri yang nilainya raja panton kita Pak Baskoro Efendi,” tulisnya di akun media sosial “Bang Midji”, Selasa (28/4).

Cara mengikuti lomba Yok, Kite Berpanton dengan tajuk ‘Apa beda mudik dan pulang kampung?’ itu cukup mudah. Peserta cukup menuliskan pantun ciptaannya di kolom komentar postingan tentang lomba tersebut di akun medsos ‘Bang Midji’. Syaratnya pantun harus orisinil atau merupakan karya sendiri. Tidak mengandung unsur SARA dan tidak boleh berbau politis.

Baca Juga :  Dompet Ummat Salurkan Program Desinfektan Chamber ke RSJ Sungai Bangkong

Peserta bisa menuliskan pantunnya hingga Rabu (29/4) pukul 12.00 WIB. Belum satu jam diposting, unggahan gubernur itu langsung diserbu komentar warganet dengan ragam pantun.

“Pegi ke pasar beli sapu lidik, langsong bali ayam kampong, Saden hati daan bise mudik, Tapi maseh bise balek kamponh,” tulis akun @Sida.

“Mendidik anak ke samudra, Pulang tak membawa apa-apa, Mudik sifatnya sementara, Pulang kampung tak akan balik ke kota,” tulis akun @Dea Yollanda.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/