alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Pelonggaran Aktivitas Ekonomi Harus Prioritaskan UMKM

PONTIANAK — Anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar mendorong pemerintah kota setempat untuk menormalkan kembali aktivitas ekonomi setelah libur Idulfitri. Pasalnya memasuki bulan Juni nanti, diperkirakan ekonomi akan semakin melambat dan daya beli akan lebih menurun. Oleh sebab itu, roda ekonomi di Pontianak harus segera digerakkan.

Menurutnya, sektor-sektor terutama UMKM yang beberapa bulan belakangan tutup sebaiknya bisa beroperasi. Namun diberikan syarat ketat untuk menjalankan protokol kesehatan. Misalnya warung kopi.

“Mereka sudah beberapa bulan tutup. Kalaupun buka hanya mengandalkan jualan online yang jelas tidak mampu menutup biaya operasional. Harus dipikirkan cara agar mereka bisa normal kembali, tetapi tetap ada social distancing,” ujarnya.

Baca Juga :  Karolin Dukung Penerapan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Dia menyebut, kebijakan pemerintah saat ini memang bisa mencegah ledakan Covid-19. Namun rantai penularan tidak akan sepenuhnya hilang mengingat vaksinnya belum ditemukan. Sementara sektor ekonomi makin parah karena sejumlah pembatasan operasional oleh pemerintah. Sudah saatnya aktivitas itu berjalan normal kembali. Namun secara bertahap. Dia meminta sektor UMKM menjadi prioritas.

“Sektor UMKM ini kekuatan modalnya kecil, sehingga tidak mampu bertahan lama. Di sisi lain mereka adalah penggerak ekonomi kerakyatan. Tentu mereka harus diberikan prioritas,” papar dia.

Ketua Fraksi Amanat Keadilan Bangsa ini juga meminta pemerintah memperkuat ketahanan pangan.

“Contoh daerah Pontianak Utara maksimalkan sayuran. Ada komplek – komplek tanam cabai, sayuran organik serta lainnya. Sehingga selain bisa memenuhi kebutuhan juga bisa menjadi sumber pendapatan baru. Namun itu perlu bimbingan dan stimulus pemerintah melalui program langsung dengan masyarakat,” jelas dia.(ars)

Baca Juga :  Midji: Nak Ngopi? Saye Karantina!

PONTIANAK — Anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar mendorong pemerintah kota setempat untuk menormalkan kembali aktivitas ekonomi setelah libur Idulfitri. Pasalnya memasuki bulan Juni nanti, diperkirakan ekonomi akan semakin melambat dan daya beli akan lebih menurun. Oleh sebab itu, roda ekonomi di Pontianak harus segera digerakkan.

Menurutnya, sektor-sektor terutama UMKM yang beberapa bulan belakangan tutup sebaiknya bisa beroperasi. Namun diberikan syarat ketat untuk menjalankan protokol kesehatan. Misalnya warung kopi.

“Mereka sudah beberapa bulan tutup. Kalaupun buka hanya mengandalkan jualan online yang jelas tidak mampu menutup biaya operasional. Harus dipikirkan cara agar mereka bisa normal kembali, tetapi tetap ada social distancing,” ujarnya.

Baca Juga :  Gejala Delirium Sebabkan Pasien Covid-19 di UGD Mendadak Bingung

Dia menyebut, kebijakan pemerintah saat ini memang bisa mencegah ledakan Covid-19. Namun rantai penularan tidak akan sepenuhnya hilang mengingat vaksinnya belum ditemukan. Sementara sektor ekonomi makin parah karena sejumlah pembatasan operasional oleh pemerintah. Sudah saatnya aktivitas itu berjalan normal kembali. Namun secara bertahap. Dia meminta sektor UMKM menjadi prioritas.

“Sektor UMKM ini kekuatan modalnya kecil, sehingga tidak mampu bertahan lama. Di sisi lain mereka adalah penggerak ekonomi kerakyatan. Tentu mereka harus diberikan prioritas,” papar dia.

Ketua Fraksi Amanat Keadilan Bangsa ini juga meminta pemerintah memperkuat ketahanan pangan.

“Contoh daerah Pontianak Utara maksimalkan sayuran. Ada komplek – komplek tanam cabai, sayuran organik serta lainnya. Sehingga selain bisa memenuhi kebutuhan juga bisa menjadi sumber pendapatan baru. Namun itu perlu bimbingan dan stimulus pemerintah melalui program langsung dengan masyarakat,” jelas dia.(ars)

Baca Juga :  Para Santri di Sanggau Dirapid Test

Most Read

Artikel Terbaru

/