alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Pelaku Usaha Harus Bertahan di Masa Pandemi

PONTIANAK-Pandemi Covid-19 Covid-19 masih terus berlanjut dan cenderung meningkat. Tanda-tanda berakhirnya penyebaran virus corona masih belum terlihat di Indonesia dan Kalimantan Barat. Sektor perekonomian telah terpuruk sejak lama. Meski di tengah berbagai ketidakpastian dunia usaha sudah kembali bergerak. Tidak sedikit muncul bisnis baru mencoba peruntungan di masa serba sulit.

Irsan S, Ag Ketua Komisi III DPRD Kalbar, menyarankan para pengusaha agar tetap gigih dalam menjalankan usaha, meskipun keuntungan yang didapat dari bisnis yang dijalankan masih sedikit. “Kalau memang dirasa bisnisnya sudah ada hasil tapi labanya kecil itu ditelateni dulu saha daripada harus mengganti usaha lagi yang untungnya lebih besar,” katanya.

Masa Pandemi Covid 19, alih-alih mencari keuntungan yang lebih besar dengan mengganti usaha lain, sebaiknya tetap mempertahankan yang ada. Sebab bisnis yang baru tidak lantas bisa langsung menjadi besar. Lain cerita bila bisnis yang dijalani tidak mendatangkan untung atau malah terus merugi. “Namanya usaha kan tidak langsung jadi besar, kecuali bisnisnya sudah tidak jalan,” kata dia.

Baca Juga :  Pemerintah Bikin Hujan Buatan

Dia menambahkan bahwa ketekunan dalam menjalani bisnis akan berbuah manis di kemudian hari. Ketekunan yang dijalani sekarang bisa melatih pelaku usaha agar tetap konsisten dengan bisnis yang ditekuni.”Paling tidak ketika konsisten ini akan dinilai orang lain. Minimal ini bisa jadi branding produk yang dijalankan,” ucap politisi PKB Kalbar ini.

Meski begitu, pemilihan bisnis yang dijalankan juga harus menyesuaikan dengan kondisi pasar. Di masa pandemi seperti sekarang ini beberapa produk makanan, minuman dan sanitasi menjadi yang paling dicari.

Produk barang-barang tersebut bahkan tumbuh dan memiliki perputaran ekonomi yang baik. Beberapa industri besar juga mulai beralih untuk mengeluarkan produk yang banyak dicari tersebut demi memanfaatkan peluang yang ada. “Jadi harus tepat juga dalam pemilihan bisnis yang digeluti. Cari produk yang memang permintaanya tinggi,” ujarnya.

Misalnya jual makanan via online. Politisi PKB Kalbar membidangin perekonomian dan UMKM ini menyebutkan bahwa perilaku konsumen pada 2021 tidak berbeda jauh dari 2020 lalu. Pasalnya, meskipun bergerak, namun sebetulnya ekonomi tidak kembali pada kondisi normal seperti pra corona. Pola konsumen yang paling menonjol adalah memprioritaskan belanja pada kebutuhan pokok. Oleh karena itu, ia menuturkan jika bisnis makanan masih menjanjikan tahun ini.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Sektor Pertanian Tumbuh

Bisnis lainnya adalah obat-obatan herbal. Sebab, selain makanan prioritas konsumen lain adalah kesehatan menjaga imunitas tubuh tetap fit di tengah ancaman penyebaran virus corona. “Prioritas konsumen selanjutnya adalah menjaga imun tubuh, makanya bisnis yang berkaitan dengan imunitas utamanya yang herbal seperti jahe merah itu akan cenderung oke,” ujarnya.

Di sisi lain angka penularan covid-19 yang masih tinggi, masyarakat masih memprioritaskan aktivitas di rumah. Oleh sebab itu, jasa yang memanfaatkan layanan digital akan banyak diburu masyarakat, misalnya kursus secara digital. “Karena anak-anak tidak bisa banyak aktivitas di luar rumah, maka bimbel (bimbingan belajar) digital itu akan tumbuh. Jadi, apa-apa yang bisa dilakukan dari rumah dan secara digital akan menjanjikan,” terangnya.(den)

PONTIANAK-Pandemi Covid-19 Covid-19 masih terus berlanjut dan cenderung meningkat. Tanda-tanda berakhirnya penyebaran virus corona masih belum terlihat di Indonesia dan Kalimantan Barat. Sektor perekonomian telah terpuruk sejak lama. Meski di tengah berbagai ketidakpastian dunia usaha sudah kembali bergerak. Tidak sedikit muncul bisnis baru mencoba peruntungan di masa serba sulit.

Irsan S, Ag Ketua Komisi III DPRD Kalbar, menyarankan para pengusaha agar tetap gigih dalam menjalankan usaha, meskipun keuntungan yang didapat dari bisnis yang dijalankan masih sedikit. “Kalau memang dirasa bisnisnya sudah ada hasil tapi labanya kecil itu ditelateni dulu saha daripada harus mengganti usaha lagi yang untungnya lebih besar,” katanya.

Masa Pandemi Covid 19, alih-alih mencari keuntungan yang lebih besar dengan mengganti usaha lain, sebaiknya tetap mempertahankan yang ada. Sebab bisnis yang baru tidak lantas bisa langsung menjadi besar. Lain cerita bila bisnis yang dijalani tidak mendatangkan untung atau malah terus merugi. “Namanya usaha kan tidak langsung jadi besar, kecuali bisnisnya sudah tidak jalan,” kata dia.

Baca Juga :  Gebyar HUT Pegadaian, Gelar Bazar Emas dan Kuliner

Dia menambahkan bahwa ketekunan dalam menjalani bisnis akan berbuah manis di kemudian hari. Ketekunan yang dijalani sekarang bisa melatih pelaku usaha agar tetap konsisten dengan bisnis yang ditekuni.”Paling tidak ketika konsisten ini akan dinilai orang lain. Minimal ini bisa jadi branding produk yang dijalankan,” ucap politisi PKB Kalbar ini.

Meski begitu, pemilihan bisnis yang dijalankan juga harus menyesuaikan dengan kondisi pasar. Di masa pandemi seperti sekarang ini beberapa produk makanan, minuman dan sanitasi menjadi yang paling dicari.

Produk barang-barang tersebut bahkan tumbuh dan memiliki perputaran ekonomi yang baik. Beberapa industri besar juga mulai beralih untuk mengeluarkan produk yang banyak dicari tersebut demi memanfaatkan peluang yang ada. “Jadi harus tepat juga dalam pemilihan bisnis yang digeluti. Cari produk yang memang permintaanya tinggi,” ujarnya.

Misalnya jual makanan via online. Politisi PKB Kalbar membidangin perekonomian dan UMKM ini menyebutkan bahwa perilaku konsumen pada 2021 tidak berbeda jauh dari 2020 lalu. Pasalnya, meskipun bergerak, namun sebetulnya ekonomi tidak kembali pada kondisi normal seperti pra corona. Pola konsumen yang paling menonjol adalah memprioritaskan belanja pada kebutuhan pokok. Oleh karena itu, ia menuturkan jika bisnis makanan masih menjanjikan tahun ini.

Baca Juga :  Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, 25 Pelaku Usaha Jalani Pelatihan Digitalisasi UMKM

Bisnis lainnya adalah obat-obatan herbal. Sebab, selain makanan prioritas konsumen lain adalah kesehatan menjaga imunitas tubuh tetap fit di tengah ancaman penyebaran virus corona. “Prioritas konsumen selanjutnya adalah menjaga imun tubuh, makanya bisnis yang berkaitan dengan imunitas utamanya yang herbal seperti jahe merah itu akan cenderung oke,” ujarnya.

Di sisi lain angka penularan covid-19 yang masih tinggi, masyarakat masih memprioritaskan aktivitas di rumah. Oleh sebab itu, jasa yang memanfaatkan layanan digital akan banyak diburu masyarakat, misalnya kursus secara digital. “Karena anak-anak tidak bisa banyak aktivitas di luar rumah, maka bimbel (bimbingan belajar) digital itu akan tumbuh. Jadi, apa-apa yang bisa dilakukan dari rumah dan secara digital akan menjanjikan,” terangnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/