alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Midji Marah Besar, Tanggapi Kelangkaan Elpiji Tiga Kilogram

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji kembali berkomentar soal kelangkaan elpiji tiga kilogram yang terjadi di berbagai daerah di provinsi ini.

Orang nomor satu di Kalbar itu mengaku sudah sering memanggil pihak PT. Pertamina namun hal yang sama tetap saja terulang.

“Malas saya, sudah sering (bertemu pihak Pertamina), bukan sekali, mungkin udah lima, enam kali, kan tiap satu tahun sudah lima, enam kali terulang kayak gini terus,” kesalnya, Selasa (28/7).

Jawaban dari pihak Pertamina menurutnya selalu sudah menambah stok elpiji tiga kilogram yang ada di pasaran. Sementara kondisi di lapangan tetap saja terjadi kelangkaan.

“Jadi tidak transparan semua. Atau tidak becus kali managernya ngurus ini. Kalau tidak becus ngurus begitu mengapa,” ucapnya.

Baca Juga :  Kalbar Jadi Prioritas BBM Satu Harga

Pejabat-pejabat BUMN seperti Pertamina yang tidak becus dimintanya jangan ditugaskan ke Kalbar.

“Jadi kalau memang pejabatnya rate 10, jangan kirim ke sini, bikin pusiang kita saja. Jadi kalau tidak mampu jadi pejabat jangan dikirim ke Kalbar, memang Kalbar ini tempat buangan pejabat, tidak kan,” ujarnya.

Jika tidak mampu menyelesaikan masalah kelangkaan elpiji, Midji sapaannya meminta pejabat yang bersangkutan dipindahtugaskan.

“Mengapa manager kayak begitu, katanya masih muda, muda merampot jak dia,” tambah Midji berbahasa melayu Pontianak.

Menurutnya kondisi ini terjadi tentu karena ada pengurangan pasokan oleh pihak PT. Pertamina.

“Tidak mungkin, sekarang tabungnya ada, gasnya kan ada juga. Jadi ini kalau ulah spekulan tidak mungkin karena tiba-tiba dan seluruh daerah begini terus setiap tahun, ini mau apa,” tanyanya.

Baca Juga :  Pemkot Pontianak Pertahankan SAKIP Predikat BB

Midji mengatakan, gampang saja jika memang ada pihak distributor yang bermain tinggal dicabut izinnya. Tapi karena ia melihat pihak Pertamina tidak berani mencabut izin distributor yang nakal, artinya diduga pihak Pertamina yang bermain.

“Bermain dengan pengelola gas, ini tidak benar. Saya salahkan ini Pertamina dan mungkin tempat pengisian,” ujarnya.

Kondisi kelangkaan gas tabung melon ini dinilai sangat menyusahkan masyarakat. Belum lagi di daerah-daerah harga jualnya menjadi tinggi mencapai Rp30 ribu per tabungnya. Belum lagi di tengah situasi pandemi Covid-19, warga harus berdesak-desakan mengantre gas.

“Bahaya dalam kondisi kayak gini, jangan sampai ada kluster (Covid-19) baru, kluster antrean elpiji,” pungkasnya.(bar)

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji kembali berkomentar soal kelangkaan elpiji tiga kilogram yang terjadi di berbagai daerah di provinsi ini.

Orang nomor satu di Kalbar itu mengaku sudah sering memanggil pihak PT. Pertamina namun hal yang sama tetap saja terulang.

“Malas saya, sudah sering (bertemu pihak Pertamina), bukan sekali, mungkin udah lima, enam kali, kan tiap satu tahun sudah lima, enam kali terulang kayak gini terus,” kesalnya, Selasa (28/7).

Jawaban dari pihak Pertamina menurutnya selalu sudah menambah stok elpiji tiga kilogram yang ada di pasaran. Sementara kondisi di lapangan tetap saja terjadi kelangkaan.

“Jadi tidak transparan semua. Atau tidak becus kali managernya ngurus ini. Kalau tidak becus ngurus begitu mengapa,” ucapnya.

Baca Juga :  Kalbar Jadi Prioritas BBM Satu Harga

Pejabat-pejabat BUMN seperti Pertamina yang tidak becus dimintanya jangan ditugaskan ke Kalbar.

“Jadi kalau memang pejabatnya rate 10, jangan kirim ke sini, bikin pusiang kita saja. Jadi kalau tidak mampu jadi pejabat jangan dikirim ke Kalbar, memang Kalbar ini tempat buangan pejabat, tidak kan,” ujarnya.

Jika tidak mampu menyelesaikan masalah kelangkaan elpiji, Midji sapaannya meminta pejabat yang bersangkutan dipindahtugaskan.

“Mengapa manager kayak begitu, katanya masih muda, muda merampot jak dia,” tambah Midji berbahasa melayu Pontianak.

Menurutnya kondisi ini terjadi tentu karena ada pengurangan pasokan oleh pihak PT. Pertamina.

“Tidak mungkin, sekarang tabungnya ada, gasnya kan ada juga. Jadi ini kalau ulah spekulan tidak mungkin karena tiba-tiba dan seluruh daerah begini terus setiap tahun, ini mau apa,” tanyanya.

Baca Juga :  DPPKH Kalbar Kampanyekan Food Loss dan Food Waste

Midji mengatakan, gampang saja jika memang ada pihak distributor yang bermain tinggal dicabut izinnya. Tapi karena ia melihat pihak Pertamina tidak berani mencabut izin distributor yang nakal, artinya diduga pihak Pertamina yang bermain.

“Bermain dengan pengelola gas, ini tidak benar. Saya salahkan ini Pertamina dan mungkin tempat pengisian,” ujarnya.

Kondisi kelangkaan gas tabung melon ini dinilai sangat menyusahkan masyarakat. Belum lagi di daerah-daerah harga jualnya menjadi tinggi mencapai Rp30 ribu per tabungnya. Belum lagi di tengah situasi pandemi Covid-19, warga harus berdesak-desakan mengantre gas.

“Bahaya dalam kondisi kayak gini, jangan sampai ada kluster (Covid-19) baru, kluster antrean elpiji,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Salurkan BLT DD

PTPN XIII Bantu Warga Terdampak Banjir

Artikel Terbaru

/