alexametrics
26.7 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Pelajar SMP akan Ikut Rapid Test

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Kota Pontianak akan melakukan rapid test terhadap siswa dan siswi di sekolah menengah pertama. Rapid test itu dilakukan sebagai bentuk persiapan sebelum diputuskan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah pada masa pandemi Covid-19.

“Kami menerima surat dari provinsi untuk mempersiapkan pembukaan atau uji coba sekolah-sekolah dan itu bagi kabupaten/kota yang masuk zona hijau,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu saat ditemui Pontianak Post, siang kemarin.

Meski demikian dilanjutkannya Pontianak belum masuk zona hijau. Namun untuk rapid test itu sendiri rencananya akan dilakukan pekan ini. “Pontianak memang belum mendapat konfirmasi dari pusat, tetapi kami dalam tahap mempersiapkannya,” tambah Sidiq.

Sidiq menambahkan selain rapid test siswa dan siswi, sebelum pemeriksaan swab juga sudah dilakukan. Pemeriksaan itu dilakukan untuk guru di SMPN 1 Pontianak. Untuk kabupaten/kota yang masuk zona hijau kegiatan belajar mengajar tatap muka hanya boleh dilakukan satu sekolah.

Baca Juga :  879 Penyelenggara Pilkada Ikuti Tes Cepat

“Sesuai dengan arahan provinsi bahwa untuk belajar tatap muka hanya bisa dilakukan di satu sekolah di setiap kabupaten/kota dan itupun jika sudah zona hijau. Di Pontianak pilihannya di SMPN 1,” terang Sidiq.

Sementara itu penggunaan rapid test di Kota Pontianak baru mencapai 23.000. Angka itu masih rendah jika melihat jumlah penduduk di Pontianak. Capaian rapid test itu baru sekitar lima persen dari jumlah penduduk.

Sidiq menyebutkan angka yang ideal untuk penggunaan rapid test adalah 10 persen dari jumlah penduduk. “Idealnya 10 persen untuk pemeriksaan masif dalam rangka screaning. Sekarang memang sudah banyak ditinggalkan dan dipakai hanya untuk kegiatan epidemologis,” sebut Sidiq.

Baca Juga :  Jaga Kluster Baru dari Sekolah

Sidiq menjelaskan untuk pelacakan kasus dilakukan pemeriksaan swab PCR. Kota Pontianak mendapat target minimal 1.000 pemeriksaan swab PCR. “Sesuai target minimal dari provinsi yakni 1.000 pemeriksaan dan itu harus dikejar. Sekarang capaiannya baru 100 pemeriksaan swab PCR,” jelas Sidiq.

Oleh sebab itu dilanjutkan Sidiq perlu memperbanyak pemeriksaan. Sebelum pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinkes Provinsi melakukan pemeriksaan swap pada tempat-tempat keramaian, seperti kafe hingga warung kopi.

“Sudah cukup banyak dilakukan di Pontianak. Baik itu oleh provinsi maupun kota. Cuma perlu dibuatkan jadwal karena berkaitan dengan kapasitas pemeriksaan sehingga kami terus berkoordinasi dengan provinsi,” pungkasnya. (mse)

 

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Kota Pontianak akan melakukan rapid test terhadap siswa dan siswi di sekolah menengah pertama. Rapid test itu dilakukan sebagai bentuk persiapan sebelum diputuskan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah pada masa pandemi Covid-19.

“Kami menerima surat dari provinsi untuk mempersiapkan pembukaan atau uji coba sekolah-sekolah dan itu bagi kabupaten/kota yang masuk zona hijau,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu saat ditemui Pontianak Post, siang kemarin.

Meski demikian dilanjutkannya Pontianak belum masuk zona hijau. Namun untuk rapid test itu sendiri rencananya akan dilakukan pekan ini. “Pontianak memang belum mendapat konfirmasi dari pusat, tetapi kami dalam tahap mempersiapkannya,” tambah Sidiq.

Sidiq menambahkan selain rapid test siswa dan siswi, sebelum pemeriksaan swab juga sudah dilakukan. Pemeriksaan itu dilakukan untuk guru di SMPN 1 Pontianak. Untuk kabupaten/kota yang masuk zona hijau kegiatan belajar mengajar tatap muka hanya boleh dilakukan satu sekolah.

Baca Juga :  Jaga Kluster Baru dari Sekolah

“Sesuai dengan arahan provinsi bahwa untuk belajar tatap muka hanya bisa dilakukan di satu sekolah di setiap kabupaten/kota dan itupun jika sudah zona hijau. Di Pontianak pilihannya di SMPN 1,” terang Sidiq.

Sementara itu penggunaan rapid test di Kota Pontianak baru mencapai 23.000. Angka itu masih rendah jika melihat jumlah penduduk di Pontianak. Capaian rapid test itu baru sekitar lima persen dari jumlah penduduk.

Sidiq menyebutkan angka yang ideal untuk penggunaan rapid test adalah 10 persen dari jumlah penduduk. “Idealnya 10 persen untuk pemeriksaan masif dalam rangka screaning. Sekarang memang sudah banyak ditinggalkan dan dipakai hanya untuk kegiatan epidemologis,” sebut Sidiq.

Baca Juga :  Pemkot Simulasi Belajar Tatap Muka

Sidiq menjelaskan untuk pelacakan kasus dilakukan pemeriksaan swab PCR. Kota Pontianak mendapat target minimal 1.000 pemeriksaan swab PCR. “Sesuai target minimal dari provinsi yakni 1.000 pemeriksaan dan itu harus dikejar. Sekarang capaiannya baru 100 pemeriksaan swab PCR,” jelas Sidiq.

Oleh sebab itu dilanjutkan Sidiq perlu memperbanyak pemeriksaan. Sebelum pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinkes Provinsi melakukan pemeriksaan swap pada tempat-tempat keramaian, seperti kafe hingga warung kopi.

“Sudah cukup banyak dilakukan di Pontianak. Baik itu oleh provinsi maupun kota. Cuma perlu dibuatkan jadwal karena berkaitan dengan kapasitas pemeriksaan sehingga kami terus berkoordinasi dengan provinsi,” pungkasnya. (mse)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/