alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Ketua BPM Kalbar Keluhkan Tim Satgas COVID-19

PONTIANAK–Gusti Edi, Ketua Umum Barisan Pemuda Melayu (BPM) Provinsi Kalimantan Barat berkeluh kesah lantaran tidak adanya kepastian ketersedian vaksin untuk kegiatan vaksinasi massal yang digelar BPM Kalbar pada 28-19 Juli 2021 mendatang. Padahal jumlah peserta pendaftar untuk mengikuti kegiatan melonjak tajam dari target awal.

“Peserta yang mendaftar melonjak mencapai 2 ribu orang dari target awal hanya 300 sampai 500 peserta. Jumlahnya naik tinggi karena kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi. Harusnya kami didukung pemerintah daerah khususnya dalam penyediaan vaksin bagi peserta,” katanya, Senin(26/7) di Pontianak.

Edi kesal lantaran tim Satgas Covid-19 yang ada di Kalbar khususnya Pontianak dan Provinsi sampai sekarang belum ada yang ada mendatangi posko kegiatan vaksin massal. Padahal BPM Kalbar ingin membantu masyarakat dan pemerintah menerapkan seluas-luasnya program vaksin masal. “Artinya luar biasa, perhatian pemerintah belum ada ke kami,” ucapnya.

Baca Juga :  Ajak Warga Vaksin Lewat Pendekatan Pintu ke Pintu

Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dan menyampaikan persoalannya kepada tim Satgas COVID-19 Kalbar. Bahkan melalui pemberitaan media masa baik cetak, online atau televisi. Rencana vaksin massal dilakukan demi membantu beban pemerintah dan meyakinkan masyarakat agar ikut vaksin.

“Memang kami sebelumnya sudah mengkonfirmasi ke Dinkes Pontianak. Dari 600 peserta akhirnya kita update tambah sampai 1.500 peseta bahkan sampai sore hari ini sudah menyentuh 3.000 peserta. Jawaban dari Dinkes juga menyanggupi permintaan BPM Kalbar,” katanya.

Dengan nada sedikit geram Edi meminta kepastian ketersedian vaksin dalam kegiatan vaksinasi massal yang akan digelar ormas BPM dapat terwujud. Jika tidak, pihaknya akan melepaskan sekitar 2.000 peserta dan mengagalkan program tersebut. “Kalau tidak ada vaksin, mau bagaimana. Intinya untuk program baik ini, kita tidak boleh main-mainlah,” tukasnya.(den)

Baca Juga :  Anak Usia 6-11 Tahun Bakal Divaksinasi di Sekolah

PONTIANAK–Gusti Edi, Ketua Umum Barisan Pemuda Melayu (BPM) Provinsi Kalimantan Barat berkeluh kesah lantaran tidak adanya kepastian ketersedian vaksin untuk kegiatan vaksinasi massal yang digelar BPM Kalbar pada 28-19 Juli 2021 mendatang. Padahal jumlah peserta pendaftar untuk mengikuti kegiatan melonjak tajam dari target awal.

“Peserta yang mendaftar melonjak mencapai 2 ribu orang dari target awal hanya 300 sampai 500 peserta. Jumlahnya naik tinggi karena kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi. Harusnya kami didukung pemerintah daerah khususnya dalam penyediaan vaksin bagi peserta,” katanya, Senin(26/7) di Pontianak.

Edi kesal lantaran tim Satgas Covid-19 yang ada di Kalbar khususnya Pontianak dan Provinsi sampai sekarang belum ada yang ada mendatangi posko kegiatan vaksin massal. Padahal BPM Kalbar ingin membantu masyarakat dan pemerintah menerapkan seluas-luasnya program vaksin masal. “Artinya luar biasa, perhatian pemerintah belum ada ke kami,” ucapnya.

Baca Juga :  Ajak Warga Vaksin Lewat Pendekatan Pintu ke Pintu

Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dan menyampaikan persoalannya kepada tim Satgas COVID-19 Kalbar. Bahkan melalui pemberitaan media masa baik cetak, online atau televisi. Rencana vaksin massal dilakukan demi membantu beban pemerintah dan meyakinkan masyarakat agar ikut vaksin.

“Memang kami sebelumnya sudah mengkonfirmasi ke Dinkes Pontianak. Dari 600 peserta akhirnya kita update tambah sampai 1.500 peseta bahkan sampai sore hari ini sudah menyentuh 3.000 peserta. Jawaban dari Dinkes juga menyanggupi permintaan BPM Kalbar,” katanya.

Dengan nada sedikit geram Edi meminta kepastian ketersedian vaksin dalam kegiatan vaksinasi massal yang akan digelar ormas BPM dapat terwujud. Jika tidak, pihaknya akan melepaskan sekitar 2.000 peserta dan mengagalkan program tersebut. “Kalau tidak ada vaksin, mau bagaimana. Intinya untuk program baik ini, kita tidak boleh main-mainlah,” tukasnya.(den)

Baca Juga :  Terapkan Sistem Kepung Bakul

Most Read

Artikel Terbaru

/