alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Paparkan Resolusi Konflik di Kalbar

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menerima kedatangan rombongan peserta Studi Strategi Dalam Negeri Program Pendidikan Singkat (SSDN-PPSA) XXII Lemhanas RI ke Provinsi Kalbar, Selasa (27/8). Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kalbar itu memberikan informasi komprehensif mengenai resolusi konflik di provinsi ini.

“Saya sampaikan selengkapnya terkait resolusi konflik yang sering terjadi di Kalbar,” katanya usai menerima rombongan di kantor gubernur.

Midji sapaan akrabnya melihat, perkembangan saat ini, resolusi konflik yang diterapkan di Kalbar polanya akan mulai bergeser. Intinya adalah bagaimana bisa menyejahterakan seluruh masyarakat. Tanpa melihat latar belakang apapun, baik suku, ras, agama atau golongan yang ada.

Baca Juga :  Sampaikan Pesan Damai, Tolak Paham Radikal

“Dengan pola menyejahterakan semua masyarakat saya rasa ke depan, mudah-mudahan sumber konflik yang selama ini menjadi topik yaitu masalah etnis dan agama itu tidak ada lagi di Kalbar,” ucapnya.

Ia melihat, di Kalbar sebetulnya bisa dikatakan tidak pernah terjadi konflik agama. Yang ada hanya etnis, dan itu pun hanya berbicara tentang bagaimana suatu budaya harus bisa sinkron dengan budaya yang lain. “Saling menghormati dan cara menghormati itu juga penting, sehingga kedewasaan dalam hidup keberagaman ini yang perlu ditumbuhkembangkan,” ujarnya.

Saat ini menurutnya sudah waktunya berbicara tentang bagaimana Kalbar bisa maju. Dan bisa unggul dibandingkan dengan daerah-dearah lain. Apalagi provinsi ini sangat kaya dengan sumber daya alamnya (SDA), termasuk kondisi strategis wilayahnya.

Baca Juga :  Wali Kota Pontianak Ajak Tanam Cabai di Pekarangan

“Sehingga tujuan akhir dari pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Intinya itu, kalau masyarakat sudah menganggap negara hadir, insyallah konflik itu akan teredam dengan sendirinya,” pungkasnya.(bar)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menerima kedatangan rombongan peserta Studi Strategi Dalam Negeri Program Pendidikan Singkat (SSDN-PPSA) XXII Lemhanas RI ke Provinsi Kalbar, Selasa (27/8). Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kalbar itu memberikan informasi komprehensif mengenai resolusi konflik di provinsi ini.

“Saya sampaikan selengkapnya terkait resolusi konflik yang sering terjadi di Kalbar,” katanya usai menerima rombongan di kantor gubernur.

Midji sapaan akrabnya melihat, perkembangan saat ini, resolusi konflik yang diterapkan di Kalbar polanya akan mulai bergeser. Intinya adalah bagaimana bisa menyejahterakan seluruh masyarakat. Tanpa melihat latar belakang apapun, baik suku, ras, agama atau golongan yang ada.

Baca Juga :  Razia Masker di Auditorium Untan, Lima Warga Positif Covid-19

“Dengan pola menyejahterakan semua masyarakat saya rasa ke depan, mudah-mudahan sumber konflik yang selama ini menjadi topik yaitu masalah etnis dan agama itu tidak ada lagi di Kalbar,” ucapnya.

Ia melihat, di Kalbar sebetulnya bisa dikatakan tidak pernah terjadi konflik agama. Yang ada hanya etnis, dan itu pun hanya berbicara tentang bagaimana suatu budaya harus bisa sinkron dengan budaya yang lain. “Saling menghormati dan cara menghormati itu juga penting, sehingga kedewasaan dalam hidup keberagaman ini yang perlu ditumbuhkembangkan,” ujarnya.

Saat ini menurutnya sudah waktunya berbicara tentang bagaimana Kalbar bisa maju. Dan bisa unggul dibandingkan dengan daerah-dearah lain. Apalagi provinsi ini sangat kaya dengan sumber daya alamnya (SDA), termasuk kondisi strategis wilayahnya.

Baca Juga :  25 Ahli Waris Korban SJ-182 Terima Santunan

“Sehingga tujuan akhir dari pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Intinya itu, kalau masyarakat sudah menganggap negara hadir, insyallah konflik itu akan teredam dengan sendirinya,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/