alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Musnahkan Produk Olahan Sitaan

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak memusnahkan berbagai barang atau produk dalam bentuk makanan olahan, seperti daging, sosis, kornet, serta berbagai tanaman sebagai media pembawa hama penyakit yang berasal dari 16 Negara, Jumat (27/8). Barang-barang tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Produk tersebut meliputi produk olahan daging babi sebanyak 19.1 kg, Produk olahan daging sapi sebanyak 1,7 kg, buah dan sayuran 41,4 kg, terakhir bibit/benih tanaman sebanyak 45 paket, yang di amankan petugas dari Bandar Udara Supadio dan kantor pos selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2021.

Barang-barang tersebut dikirim dari berbagai negara, di antaranya, Taiwan, Cina, Jerman, Hongkung, Prancis, Amerika Serikat, Thaan ndia, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Norwegia, Australia, Arab Saudi, Papua Nugini, dan Jepang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Amir Hasanudin, mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang membuat barang-barang tersebut di amankan kemudian dimusnahkan.

Baca Juga :  Akses Jalan Di Lahan Tidur Sampai Penerangan Listrik

Pertama, barang-barang itu tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dan Phytosanktary dari negara asal, selain itu Pemilik tidak melaporkan kepada Petugas Karantina Pertanian,

Lalu, terhadap media pembawa yang telah dilakukan tindakan penolakan sebagal akibat tidak dipenuhinya dokumen persyaratan, pemilik tidak melaksanakan kewajiban hingga batas
waktu yang telah diterapkan.

Oleh sebab itu, berdasarkan Undang-Undang No 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2000 Tentang Karantina hewan serta Peraturan Pemerintah No 14 Tahun 2002 Tentang Karantina Tumbuhan, maka barang-barang itu harus di musnahkan.

“Pada saat berang-barang itu dimasukkan tidak dilengkapi dengan berbagai dokumen tersebut, oleh sebab itu tindakan pertama yang kami lakukan, penahanan, dan kami berikan waktu tiga hari untuk penolakan, namun saat kami berikan kesempatan, pemilik tidak sanggup, sehingga kami musnahkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Perbanyak Vaksinasi, Level PPKM Jangan Lagi Masuk Zona Atas

Ia menegaskan, berbagai barang dari luar negeri yang tidak dilengkapi dengan berbagai dokumen tersebut sangat lah berbahaya karena berpotensi menularkan penyakit.

Di dunia saat ini, terdapat 121 jenis penyakit yang berasal dari hewan, dan 65 antaranya berasal dari luar Indonesia dan belum masuk ke Indonesia, kemudian 700 jenis penyakit terhadap tanaman yang di sebabkan oleh virus dan bakteri, oleh sebab itu pihaknya mengaku bekerja keras berusaha mencegah penyakit – penyakit itu masuk.

“Kepada masyarakat, bila hendak membawa hewan ataupun tumbuhan, hendaknya di sertifikasi dulu di daerah asal, artinya apa, ini untuk memberikan jaminan bahwa barang tersebut sudah aman untuk di lalu lintaskan, sehingga saat kita lakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat, maka di lakukan pembebasan,”imbaunya. (arf)

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak memusnahkan berbagai barang atau produk dalam bentuk makanan olahan, seperti daging, sosis, kornet, serta berbagai tanaman sebagai media pembawa hama penyakit yang berasal dari 16 Negara, Jumat (27/8). Barang-barang tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Produk tersebut meliputi produk olahan daging babi sebanyak 19.1 kg, Produk olahan daging sapi sebanyak 1,7 kg, buah dan sayuran 41,4 kg, terakhir bibit/benih tanaman sebanyak 45 paket, yang di amankan petugas dari Bandar Udara Supadio dan kantor pos selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2021.

Barang-barang tersebut dikirim dari berbagai negara, di antaranya, Taiwan, Cina, Jerman, Hongkung, Prancis, Amerika Serikat, Thaan ndia, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Norwegia, Australia, Arab Saudi, Papua Nugini, dan Jepang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Amir Hasanudin, mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang membuat barang-barang tersebut di amankan kemudian dimusnahkan.

Baca Juga :  Dinkes Kalbar Terus Bekerja Cegah Penularan Covid-19

Pertama, barang-barang itu tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dan Phytosanktary dari negara asal, selain itu Pemilik tidak melaporkan kepada Petugas Karantina Pertanian,

Lalu, terhadap media pembawa yang telah dilakukan tindakan penolakan sebagal akibat tidak dipenuhinya dokumen persyaratan, pemilik tidak melaksanakan kewajiban hingga batas
waktu yang telah diterapkan.

Oleh sebab itu, berdasarkan Undang-Undang No 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2000 Tentang Karantina hewan serta Peraturan Pemerintah No 14 Tahun 2002 Tentang Karantina Tumbuhan, maka barang-barang itu harus di musnahkan.

“Pada saat berang-barang itu dimasukkan tidak dilengkapi dengan berbagai dokumen tersebut, oleh sebab itu tindakan pertama yang kami lakukan, penahanan, dan kami berikan waktu tiga hari untuk penolakan, namun saat kami berikan kesempatan, pemilik tidak sanggup, sehingga kami musnahkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Fasilitasi FKUB Kalbar, Bupati Mempawah: Kreatif Lahirkan Umat Kompetitif dan Inovatif

Ia menegaskan, berbagai barang dari luar negeri yang tidak dilengkapi dengan berbagai dokumen tersebut sangat lah berbahaya karena berpotensi menularkan penyakit.

Di dunia saat ini, terdapat 121 jenis penyakit yang berasal dari hewan, dan 65 antaranya berasal dari luar Indonesia dan belum masuk ke Indonesia, kemudian 700 jenis penyakit terhadap tanaman yang di sebabkan oleh virus dan bakteri, oleh sebab itu pihaknya mengaku bekerja keras berusaha mencegah penyakit – penyakit itu masuk.

“Kepada masyarakat, bila hendak membawa hewan ataupun tumbuhan, hendaknya di sertifikasi dulu di daerah asal, artinya apa, ini untuk memberikan jaminan bahwa barang tersebut sudah aman untuk di lalu lintaskan, sehingga saat kita lakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat, maka di lakukan pembebasan,”imbaunya. (arf)

Most Read

DPRD Matangkan Pembahasan KUA PPAS

Persipon Harus Puas Berbagi Angka

Mari Masuki Kehidupan Baru

Kapolda Sambangi Kayong Utara

Artikel Terbaru

/