alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Rekening Khusus Beli Narkotika

PONTIANAK – Polisi di Kalimantan Barat menyita narkotika jenis sabu-sabu seberat 5.575,42 gram (lebih dari 5,5 kilogram) dan 65 butir ekstasi. Barang buktir itu hasil operasi selama September 2019 pada beberapa lokasi kejadian yang berbeda. Polisi juga mengamankan 16 tersangka dalam kasus tersebut.

Direktur Reserse Narkotika Polda Kalbar, Kombes Gembong Yudha mengungkapkan, barang bukti tersebut hendak diselundupkan dari Malaysia melalui Entikong ke Pontianak. “Jalur yang dipakai bukan PLBN, melainkan jalur tak resmi yang melewati perkampungan, yang berbatasan langsung dengan Malaysia,” kata Gembong, kemarin.

Enambelas tersangka itu yakni BS, AN, TM, NL, JA, WS, HR, MA, GH, MI, HC, IR, HI, S, JL, dan MI. Sementara lokasi penangkapan ada sembilan, meliputi sekitaran Mapolsek Ambawang, Sungai Raya (dua lokasi), Jalan Ya’ M Sabran, Tanjung Raya I, Kabupaten Landak, sekitar Seruni (Pontianak Timur), Entikong, dan Jalan Adi Sucipto.

“Dua tersangka paling menonjol. Keduanya warga Pontianak dengan barang bukti sabu seberat 5.079,79 gram (lima kilogram),” ujar Gembong, Jumat (27/9).

Baca Juga :  Narkoba dalam Tahu Sambal Gagal Masuk Lapas

Gembong melanjutkan, pelaku yang ditangkap diketahui pemain lama. Ada yang sudah lima tahun. Namun, baru tertangkap sekarang. Aset yang dimiliki dari kejahatan ini cukup banyak, di antaranya, rumah, sepeda motor, mobil, rekening bank berisi Rp2 miliar.

“Semua itu disita sebagai barang bukti. Ini akan dilanjutkan penyidikan pencucian uang,” kata Gembong.

Para tersangka mengaku mengambil narkotika tersebut dari Malaysia. Seorang pelaku, HC diberikan tembakan di bagian betis sebelah kanan saat ditangkap di Entikong.

“Saat diamankan, HC membawa uang tunai, berupa mata uang ringgit malaysia senilai 500 ribu ringgit untuk ditukar dengan lima kilogram sabu untuk diselundupkan ke Pontianak untuk kemudian diedarkan lagi ke Kalimantan Tengah sebagai rute tujuan barang haram tersebut,” timpalnya.

Gembong menambahkan, beberapa tersangka mengaku disuruh dan diberi arahan oleh seorang narapidana. Warga binaan ini bisa mengendalikan konsumen yang berada di luar untuk mengambil barang haram tersebut dengan bandar atau jaringannya. Selain itu, warga lapas yang menjadi pengendali narkotika tersebut juga diketahui menyediakan tempat penampungan untuk pembayaran atau transfer dari pembeli sabu yang dilakukan selama ini.

Baca Juga :  Bantuan Pemda Mulai Mengalir

“Tersangka juga mengaku barang itu dikirim ke Kalimantan Tengah. Belum sempat dikirim sudah digagalkan,” katanya.

Gembong mengatakan polisi masih melakukan pengembangan terhadap keterlibatan orang lapas yang bermain dengan sabu seberat lima kilogram. “Kami masih lakukan pengembangan. Dugaan pengendalinya juga orang lapas itu masih sangat memungkinkan,” katanya.

Polda Kalbar juga memusnahkan barang bukti yang diamankan Polresta Pontianak. Total barang bukti yang dimusnahkan berupa 28,5 kilogram sabu, 175 butir ekstasi, dan 140 butir happy five. Sementara untuk tersangka yang berhasil didapat ada delapan orang, dua diantaranya adalah warga Malaysia. Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp170 juta dari pengungkapan kasus tersebut.

“Mereka adalah DD, HB, SJ, LE, AS, KKN (Malaysia), JTL (Malaysia), dan SW. Yang ditangkap berdasarkan empat kasus berbeda, dengan rincian penangkapan pertama dilakukan pada Bulan Juli hingga Agustus 2019,” terangnya. (sig)

 

PONTIANAK – Polisi di Kalimantan Barat menyita narkotika jenis sabu-sabu seberat 5.575,42 gram (lebih dari 5,5 kilogram) dan 65 butir ekstasi. Barang buktir itu hasil operasi selama September 2019 pada beberapa lokasi kejadian yang berbeda. Polisi juga mengamankan 16 tersangka dalam kasus tersebut.

Direktur Reserse Narkotika Polda Kalbar, Kombes Gembong Yudha mengungkapkan, barang bukti tersebut hendak diselundupkan dari Malaysia melalui Entikong ke Pontianak. “Jalur yang dipakai bukan PLBN, melainkan jalur tak resmi yang melewati perkampungan, yang berbatasan langsung dengan Malaysia,” kata Gembong, kemarin.

Enambelas tersangka itu yakni BS, AN, TM, NL, JA, WS, HR, MA, GH, MI, HC, IR, HI, S, JL, dan MI. Sementara lokasi penangkapan ada sembilan, meliputi sekitaran Mapolsek Ambawang, Sungai Raya (dua lokasi), Jalan Ya’ M Sabran, Tanjung Raya I, Kabupaten Landak, sekitar Seruni (Pontianak Timur), Entikong, dan Jalan Adi Sucipto.

“Dua tersangka paling menonjol. Keduanya warga Pontianak dengan barang bukti sabu seberat 5.079,79 gram (lima kilogram),” ujar Gembong, Jumat (27/9).

Baca Juga :  Menguak Eksistensi Varietas Lada Asal Kalimantan Barat

Gembong melanjutkan, pelaku yang ditangkap diketahui pemain lama. Ada yang sudah lima tahun. Namun, baru tertangkap sekarang. Aset yang dimiliki dari kejahatan ini cukup banyak, di antaranya, rumah, sepeda motor, mobil, rekening bank berisi Rp2 miliar.

“Semua itu disita sebagai barang bukti. Ini akan dilanjutkan penyidikan pencucian uang,” kata Gembong.

Para tersangka mengaku mengambil narkotika tersebut dari Malaysia. Seorang pelaku, HC diberikan tembakan di bagian betis sebelah kanan saat ditangkap di Entikong.

“Saat diamankan, HC membawa uang tunai, berupa mata uang ringgit malaysia senilai 500 ribu ringgit untuk ditukar dengan lima kilogram sabu untuk diselundupkan ke Pontianak untuk kemudian diedarkan lagi ke Kalimantan Tengah sebagai rute tujuan barang haram tersebut,” timpalnya.

Gembong menambahkan, beberapa tersangka mengaku disuruh dan diberi arahan oleh seorang narapidana. Warga binaan ini bisa mengendalikan konsumen yang berada di luar untuk mengambil barang haram tersebut dengan bandar atau jaringannya. Selain itu, warga lapas yang menjadi pengendali narkotika tersebut juga diketahui menyediakan tempat penampungan untuk pembayaran atau transfer dari pembeli sabu yang dilakukan selama ini.

Baca Juga :  Keburu Diciduk Aparat, Edarkan Sabu di Ngabang Gagal

“Tersangka juga mengaku barang itu dikirim ke Kalimantan Tengah. Belum sempat dikirim sudah digagalkan,” katanya.

Gembong mengatakan polisi masih melakukan pengembangan terhadap keterlibatan orang lapas yang bermain dengan sabu seberat lima kilogram. “Kami masih lakukan pengembangan. Dugaan pengendalinya juga orang lapas itu masih sangat memungkinkan,” katanya.

Polda Kalbar juga memusnahkan barang bukti yang diamankan Polresta Pontianak. Total barang bukti yang dimusnahkan berupa 28,5 kilogram sabu, 175 butir ekstasi, dan 140 butir happy five. Sementara untuk tersangka yang berhasil didapat ada delapan orang, dua diantaranya adalah warga Malaysia. Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp170 juta dari pengungkapan kasus tersebut.

“Mereka adalah DD, HB, SJ, LE, AS, KKN (Malaysia), JTL (Malaysia), dan SW. Yang ditangkap berdasarkan empat kasus berbeda, dengan rincian penangkapan pertama dilakukan pada Bulan Juli hingga Agustus 2019,” terangnya. (sig)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/