alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Serempak Vaksinasi dan Sterilisasi Ribuan Hewan se-Kalbar

DPPKH Kalbar Peringati Hari Rabies Sedunia

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Kalbar melaksanakan vaksinasi dan sterilisasi terhadap ribuan Hewan Penular Rabies (HPR) se-Kalbar. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian Peringatan Hari Rabies Sedunia, 28 September ini, menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kalbar serta Paravetindo cabang Kalbar.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

KEPALA DPPKH Kalbar Muhammad Munsif mengungkapkan, Hari Rabies setiap tahunnya diadakan sebagai sebuah kampanye global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies. Karena setiap tahunnya, lebih dari 59 ribu orang, menurut dia, meninggal di dunia karena rabies terutama di benua Asia dan Afrika.

Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan melaksanakan vaksinasi dan sterilisasi HPR sebanyak mungkin. Dengan demikian potensi HPR ketiga menggigit tidak besar. Dalam rangkain ini berbagai pihak sudah melaksanakan vaksinasi dan sterilisasi, dengan jumlah total mencapai ribuan HPR.

Dalam hal ini DPPKH Kalbar sendiri menurut Munsif sudah melaksanakan vaksinasi sebanyak 100 ekor dan sterilisasi sebanyak 30 ekor HPR. Lalu dalam waktu yang sama Puskeswan Ketapang, Puskeswan Sandai, dan Puskeswan Simpang Hulu di Kabupaten Ketapang melaksanakan vaksinasi sebanyak 700 ekor dan sterilisasi sebanyak 20 ekor HPR.

Baca Juga :  Vaksinasi Pekerja Transportasi dan Logistik

Di Kabupaten Sekadau, Puskeswan Peniti melaksanakan vaksinasi sebanyak 100 ekor dan sterilisasi 20 ekor HPR. Berikutnya di Desa Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan vaksinasi sebanyak 100 ekor HPR. Di Klinik Hewan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang sebanyak 500 ekor HPR.

Lalu Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang sebanyak 100 ekor HPR. Dan di Klinik Hewan dan Praktik Mandiri Dokter Hewan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya selama lima hari mulai 28 September sampai 2 Oktober 2020 targetnya 290 ekor HPR.

Munsif menyebut kasus rabies di Kalbar tertinggi terjadi pada tiga tahun terakhir yakni tahun 2018 dengan jumlah korban meninggal sebanyak 25 orang dari 3.873 kasus gigitan. Di tahun 2019  korban meninggal 14 orang dari 4.398 kasus gigitan dan pada tahun 2020 ini sampai tanggal 21 September 2020 korban meninggal sebanyak dua orang dari 1.394 kasus gigitan.

“Menurunkan kasus atau bahkan untuk nol kasus bukan suatu hal yang mudah bagi Kalbar, selain jangkauan wilayah yang sangat luas, keterbatasan SDM dan juga budaya masyarakat yang begitu dekat dengan anjing, juga menjadi faktor,” terangnya.

Namun dengan kerja keras dan komitmen pemerintah daerah dalam pengendalian rabies, telah dibuktikan dengan penurunan jumlah korban meninggal yang cukup signifikan di tahun 2020 ini. Salah satu daerah yang patut diapresiasi menurutnya adalah Pemkab Sanggau. Komitmen yang tinggi ditunjukan oleh Bupati Sanggau dengan program membebaskan rabies di Kabupaten Sanggau melalui Sanggau Bebas Rabies Tahun 2024 (SABER 24). Pemkab Sanggau telah menyediakan  anggaran untuk pengendalian  rabies sebesar Rp1,3 miliar. “Yang dipergunakan untuk melatih kader vaksinator sebanyak 159 orang dan penyediaan vaksin sebanyak 32.228 dosis atau 99,03 persen dari populasi HPR 32.543 ekor,” katanya.

Baca Juga :  Minta Korporat di Kalbar Berkontribusi Ringankan Warga Terdampak

Munsif mengatakan walaupun kegiatan baru berjalan tujuh bulan, tetapi telah menunjukan penurunan kasus yang signifikan dibandingkan tahun 2019. Di Sanggau dari kasus gigitan tahun lalu sebanyak 1.377 menjadi 337 dan korban meninggal dari delapan orang menjadi nol.

Di momen Hari Rabies se-Dunia ini Munsif menyampaikan bahwa insan kesehatan hewan yang mempunyai tugas mulia dalam pengendalian penyakit rabies terus melaksanakan tugas sebaik-baiknya, yakni sebagai tanggung jawab profesi.

“Dan kepada masyarakat agar peduli terhadap hewan kesayangannya dengan melakukan vaksinasi rabies secara rutin. Dengan demikian semoga dapat membebaskan kembali rabies di bumi khatulistiwa,” pungkasnya. (*)

DPPKH Kalbar Peringati Hari Rabies Sedunia

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Kalbar melaksanakan vaksinasi dan sterilisasi terhadap ribuan Hewan Penular Rabies (HPR) se-Kalbar. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian Peringatan Hari Rabies Sedunia, 28 September ini, menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kalbar serta Paravetindo cabang Kalbar.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

KEPALA DPPKH Kalbar Muhammad Munsif mengungkapkan, Hari Rabies setiap tahunnya diadakan sebagai sebuah kampanye global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies. Karena setiap tahunnya, lebih dari 59 ribu orang, menurut dia, meninggal di dunia karena rabies terutama di benua Asia dan Afrika.

Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan melaksanakan vaksinasi dan sterilisasi HPR sebanyak mungkin. Dengan demikian potensi HPR ketiga menggigit tidak besar. Dalam rangkain ini berbagai pihak sudah melaksanakan vaksinasi dan sterilisasi, dengan jumlah total mencapai ribuan HPR.

Dalam hal ini DPPKH Kalbar sendiri menurut Munsif sudah melaksanakan vaksinasi sebanyak 100 ekor dan sterilisasi sebanyak 30 ekor HPR. Lalu dalam waktu yang sama Puskeswan Ketapang, Puskeswan Sandai, dan Puskeswan Simpang Hulu di Kabupaten Ketapang melaksanakan vaksinasi sebanyak 700 ekor dan sterilisasi sebanyak 20 ekor HPR.

Baca Juga :  2.427 Orang Sudah Divaksin

Di Kabupaten Sekadau, Puskeswan Peniti melaksanakan vaksinasi sebanyak 100 ekor dan sterilisasi 20 ekor HPR. Berikutnya di Desa Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan vaksinasi sebanyak 100 ekor HPR. Di Klinik Hewan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang sebanyak 500 ekor HPR.

Lalu Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang sebanyak 100 ekor HPR. Dan di Klinik Hewan dan Praktik Mandiri Dokter Hewan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya selama lima hari mulai 28 September sampai 2 Oktober 2020 targetnya 290 ekor HPR.

Munsif menyebut kasus rabies di Kalbar tertinggi terjadi pada tiga tahun terakhir yakni tahun 2018 dengan jumlah korban meninggal sebanyak 25 orang dari 3.873 kasus gigitan. Di tahun 2019  korban meninggal 14 orang dari 4.398 kasus gigitan dan pada tahun 2020 ini sampai tanggal 21 September 2020 korban meninggal sebanyak dua orang dari 1.394 kasus gigitan.

“Menurunkan kasus atau bahkan untuk nol kasus bukan suatu hal yang mudah bagi Kalbar, selain jangkauan wilayah yang sangat luas, keterbatasan SDM dan juga budaya masyarakat yang begitu dekat dengan anjing, juga menjadi faktor,” terangnya.

Namun dengan kerja keras dan komitmen pemerintah daerah dalam pengendalian rabies, telah dibuktikan dengan penurunan jumlah korban meninggal yang cukup signifikan di tahun 2020 ini. Salah satu daerah yang patut diapresiasi menurutnya adalah Pemkab Sanggau. Komitmen yang tinggi ditunjukan oleh Bupati Sanggau dengan program membebaskan rabies di Kabupaten Sanggau melalui Sanggau Bebas Rabies Tahun 2024 (SABER 24). Pemkab Sanggau telah menyediakan  anggaran untuk pengendalian  rabies sebesar Rp1,3 miliar. “Yang dipergunakan untuk melatih kader vaksinator sebanyak 159 orang dan penyediaan vaksin sebanyak 32.228 dosis atau 99,03 persen dari populasi HPR 32.543 ekor,” katanya.

Baca Juga :  Sinergi Midji dengan Cornelis untuk Kemajuan Kalbar

Munsif mengatakan walaupun kegiatan baru berjalan tujuh bulan, tetapi telah menunjukan penurunan kasus yang signifikan dibandingkan tahun 2019. Di Sanggau dari kasus gigitan tahun lalu sebanyak 1.377 menjadi 337 dan korban meninggal dari delapan orang menjadi nol.

Di momen Hari Rabies se-Dunia ini Munsif menyampaikan bahwa insan kesehatan hewan yang mempunyai tugas mulia dalam pengendalian penyakit rabies terus melaksanakan tugas sebaik-baiknya, yakni sebagai tanggung jawab profesi.

“Dan kepada masyarakat agar peduli terhadap hewan kesayangannya dengan melakukan vaksinasi rabies secara rutin. Dengan demikian semoga dapat membebaskan kembali rabies di bumi khatulistiwa,” pungkasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/