alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

HPI AGRO dan Untan MoU Kelola Air Gambut

PONTIANAK – HPI Agro melalui salah satu anak usahanya PT Gemilang Sawit Kencana, menandatangani kesepakatan kerja sama pembuatan instalasi pengolahan air gambut (IPAG) dengan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak.

Acara yang dilaksanakan di Hotel Mercure, Senin (28/10), diwakili oleh Agus Budi Santoso, Direktur PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) dan Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, MSc., QAM, IPU selaku Dekan Fakultas Kehutanan, yang digelar bersamaan dengan pelaksanaan Yudisium Program Sarjana dan Program Magister Ilmu Kehutanan Periode I T.A 2019/2020 Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura.

PT GSK sendiri beroperasi di Desa Kumpang Tengah, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak. Nantinya, instalasi pengolahan air gambut (IPAG) di tahap awal akan mampu mengolah air yang berasal dari kawasan gambut dengan kapasitas 3000 liter per hari atau setara untuk konsumsi 30 KK dengan kebutuhan 100 liter per KK per hari.

“Kita tahu daerah di Kalbar banyak lahan gambut dan tantangan yang cukup krusial adalah persoalan akses air bersih layak konsumsi. Salah satu kepedulian Perusahaan dalam pembangunan masyarakat adalah menyediakan kebutuhan air bersih bagi karyawan dan warga, salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi pengolahan air gambut menjadi air bersih,” kata Agus

Baca Juga :  Imbau Bubarkan Acara Nobar

“Kami melihat bentuk kerja sama dengan Untan sangat positif, karena tim Universitas Tanjungpura, yang terdiri dari para akademisi, akan mendampingi kami dalam menyiapkan metode pengolahan air gambut serta kelengkapan peralatannya. Di lapangan kami sudah siapkan kolam penampungan air sebagai sumber air pengolahan dan selanjutnya akan menyiapkan instalasinya”tambahnya.

Air di lahan gambut umumnya berwarna hitam kecoklatan, dengan tingkat keasaman dan zat organik yang tinggi dan bersifat karsinogen (memicu kanker), sehingga akan membahayakan jika langsung dikonsumsi dalam jangka panjang.

“Dengan metode IPAG yang dimiliki Fakultas Kehutanan Untan ini, pengolahan air gambut akan diolah melalui sejumlah tahapan hingga akhirnya menghasilkan air yang bisa diminum”, papar Gusti.

Baca Juga :  Cerlang Hadirkan Sekolah Ramah Anak

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa proses produksi air bersih ini bersumber dari air gambut yang disaring dan di-treatment terlebih dahulu melalui proses Multi Flow Bio Sand Filter. Selanjutnya air gambut akan ditampung untuk dilakukan proses koagulasi-flokulasi-sidimentasi, sehingga air gambut menjadi jernih dan memiliki pH netral (pH 6,8 – pH 7,2).

Air gambut yang sudah jernih dan memiliki pH netral tersebut selanjutnya akan difiltrasi melalui media filter silica sand, manganese, zeolit dan carbon active untuk menghilangkan kadar zat besi dan bau pada air gambut. Tahap terakhir air gambut tersebut akan difiltrasi melalui membran ultrafiltasi dan ditampung pada reservoir sehingga diperoleh air yang benar-benar bersih dan siap untuk digunakan.

“Harapannya karyawan kami beserta keluarganya dapat menikmati akses air bersih yang memadai. Kami juga ingin ke depannya hal yang sama bisa dinikmati oleh masyarakat di sekitar kebun kami”, tutup Agus.(ndo)

PONTIANAK – HPI Agro melalui salah satu anak usahanya PT Gemilang Sawit Kencana, menandatangani kesepakatan kerja sama pembuatan instalasi pengolahan air gambut (IPAG) dengan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak.

Acara yang dilaksanakan di Hotel Mercure, Senin (28/10), diwakili oleh Agus Budi Santoso, Direktur PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) dan Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, MSc., QAM, IPU selaku Dekan Fakultas Kehutanan, yang digelar bersamaan dengan pelaksanaan Yudisium Program Sarjana dan Program Magister Ilmu Kehutanan Periode I T.A 2019/2020 Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura.

PT GSK sendiri beroperasi di Desa Kumpang Tengah, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak. Nantinya, instalasi pengolahan air gambut (IPAG) di tahap awal akan mampu mengolah air yang berasal dari kawasan gambut dengan kapasitas 3000 liter per hari atau setara untuk konsumsi 30 KK dengan kebutuhan 100 liter per KK per hari.

“Kita tahu daerah di Kalbar banyak lahan gambut dan tantangan yang cukup krusial adalah persoalan akses air bersih layak konsumsi. Salah satu kepedulian Perusahaan dalam pembangunan masyarakat adalah menyediakan kebutuhan air bersih bagi karyawan dan warga, salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi pengolahan air gambut menjadi air bersih,” kata Agus

Baca Juga :  Imbau Bubarkan Acara Nobar

“Kami melihat bentuk kerja sama dengan Untan sangat positif, karena tim Universitas Tanjungpura, yang terdiri dari para akademisi, akan mendampingi kami dalam menyiapkan metode pengolahan air gambut serta kelengkapan peralatannya. Di lapangan kami sudah siapkan kolam penampungan air sebagai sumber air pengolahan dan selanjutnya akan menyiapkan instalasinya”tambahnya.

Air di lahan gambut umumnya berwarna hitam kecoklatan, dengan tingkat keasaman dan zat organik yang tinggi dan bersifat karsinogen (memicu kanker), sehingga akan membahayakan jika langsung dikonsumsi dalam jangka panjang.

“Dengan metode IPAG yang dimiliki Fakultas Kehutanan Untan ini, pengolahan air gambut akan diolah melalui sejumlah tahapan hingga akhirnya menghasilkan air yang bisa diminum”, papar Gusti.

Baca Juga :  Andi Safira Atira; Cerita Seorang Penghafal Alquran

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa proses produksi air bersih ini bersumber dari air gambut yang disaring dan di-treatment terlebih dahulu melalui proses Multi Flow Bio Sand Filter. Selanjutnya air gambut akan ditampung untuk dilakukan proses koagulasi-flokulasi-sidimentasi, sehingga air gambut menjadi jernih dan memiliki pH netral (pH 6,8 – pH 7,2).

Air gambut yang sudah jernih dan memiliki pH netral tersebut selanjutnya akan difiltrasi melalui media filter silica sand, manganese, zeolit dan carbon active untuk menghilangkan kadar zat besi dan bau pada air gambut. Tahap terakhir air gambut tersebut akan difiltrasi melalui membran ultrafiltasi dan ditampung pada reservoir sehingga diperoleh air yang benar-benar bersih dan siap untuk digunakan.

“Harapannya karyawan kami beserta keluarganya dapat menikmati akses air bersih yang memadai. Kami juga ingin ke depannya hal yang sama bisa dinikmati oleh masyarakat di sekitar kebun kami”, tutup Agus.(ndo)

Most Read

Artikel Terbaru

/