alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Dua Hari Operasi Zebra, Puluhan Pengendara Kena Tilang

PONTIANAK – Dalam dua hari pelaksanaan Operasi Zebra 2020, Satlantas Polres Kubu Raya telah menilang 29 pengendara. Selain itu,  43 pengendara lainnya mendapat teguran.  Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Iptu Tatang Rosyadi, mengatakan, pada hari pertama pihaknya melaksanakan Operasi Zebra di Pos Desa Kapur, Jalan Mayor  Alianyang, Kecamatan Sungai Raya.

Dari kegiatan itu,  sebanyak 17 pengendara ditilang karena melakukan pelanggaran. Sementara 23 pengendara lainnya diberikan surat teguran. Di samping melakukan penindakan hukum, lanjut Tatang, di hari pertama operasi juga dilakukan pemasangan spanduk imbauan di putaran Parit Bugis dan putaran Top Qua, Jalan Arteri Supadio.

“Selain itu, dilakukan pembagian masker sebanyak 100 lembar kepada pengguna jalan,” kata Tatang, Selasa (27/10).  Sementara pada hari kedua, Selasa 27 Oktober, operasi digelar di Pos Desa Kapur. Sebanyak 17 pengendara kembali mendapatkan surat tilang dan 20 pengendara lainnya mendapat surat teguran.

Tatang menjelaskan, adapun bentuk pelanggaran yang dilakukan antara lain tidak membawa STNK sembilan orang, tidak membawa surat izin mengemudi (SIM) lima orang, tidak menggunakan helm 13 orang, melawan arus satu orang, pengendara bawah umur satu orang, dan pelanggaran surat-surat dua orang.

Baca Juga :  Seruan Ajakan Bersatu Lawan Pandemi Covid-19

Sebelumnya, Tatang mengatakan, sebelum operasi dilaksanakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi agar masyarakat tertib berlalu lintas.  Adapun sosialisasi yang dilakukan yakni dengan membagikan stiker imbauan wajib masker kepada pengendara untuk mengingatkan pentingnya protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Selain itu, lanjut dia, sosialisasi dilakukan dengan memasang spanduk di beberapa titik di jalan Arteri Supadio dan Jalan Mayor Ali Anyang. Tatang menerangkan,  Operasi Zebra dilaksanakan pada 26 Oktober sampai dengan 8 November. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam tertib berlalu lintas demi terhindarnya dari kecelakaan yang sering terjadi.

Operasi Zebra juga sebagai gerakan imbauan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari penularan wabah Covid-19.  Target dalam operasi adalah menindak pelanggaran tematik, yakni melawan arus, tidak menggunakan helm SNI dan pelanggaran pengendara di bawah umur.

Baca Juga :  Pulang Umrah, Perempuan 32 Tahun Diisolasi di Soedarso

“Dalam pelaksanaan Operasi Zebra, akan lebih banyak dilakukan tindakan preemtif dan preventif. Tetapi pengendara yang membahayakan pengendara lain akan ditindak,” kata Tatang, Senin (26/10).

Untuk di Sungai Raya, menurutnya ada beberapa perencanaan sasaran di titik-titik yang rawan kecelakaan lalu lintas yaitu di Jalan Arteri Supadio, Jalan Simpang Kapur, Jalan Adisucipto dan Jalan Trans Kalimantan.

“Adapun pelanggaran di masing-masing titik itu berbeda-beda, mulai dari tidak menggunakan helm, pengendara bawah umur, mengemudi dalam keadaan tidak stabil, ngantuk, kecepatan tinggi atau sambil bermain alat komunikasi,” ungkapnya.

Tatang berharap,  operasi kali ini dapat menjadikan  para pengendara lebih tertib berlalu lintas dan menerapkan protokol kesehatan sehingga terhindar dari lakalantas dan terhindar dari wabah Covid-19. (adg)

PONTIANAK – Dalam dua hari pelaksanaan Operasi Zebra 2020, Satlantas Polres Kubu Raya telah menilang 29 pengendara. Selain itu,  43 pengendara lainnya mendapat teguran.  Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Iptu Tatang Rosyadi, mengatakan, pada hari pertama pihaknya melaksanakan Operasi Zebra di Pos Desa Kapur, Jalan Mayor  Alianyang, Kecamatan Sungai Raya.

Dari kegiatan itu,  sebanyak 17 pengendara ditilang karena melakukan pelanggaran. Sementara 23 pengendara lainnya diberikan surat teguran. Di samping melakukan penindakan hukum, lanjut Tatang, di hari pertama operasi juga dilakukan pemasangan spanduk imbauan di putaran Parit Bugis dan putaran Top Qua, Jalan Arteri Supadio.

“Selain itu, dilakukan pembagian masker sebanyak 100 lembar kepada pengguna jalan,” kata Tatang, Selasa (27/10).  Sementara pada hari kedua, Selasa 27 Oktober, operasi digelar di Pos Desa Kapur. Sebanyak 17 pengendara kembali mendapatkan surat tilang dan 20 pengendara lainnya mendapat surat teguran.

Tatang menjelaskan, adapun bentuk pelanggaran yang dilakukan antara lain tidak membawa STNK sembilan orang, tidak membawa surat izin mengemudi (SIM) lima orang, tidak menggunakan helm 13 orang, melawan arus satu orang, pengendara bawah umur satu orang, dan pelanggaran surat-surat dua orang.

Baca Juga :  Polsek pun Dirazia

Sebelumnya, Tatang mengatakan, sebelum operasi dilaksanakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi agar masyarakat tertib berlalu lintas.  Adapun sosialisasi yang dilakukan yakni dengan membagikan stiker imbauan wajib masker kepada pengendara untuk mengingatkan pentingnya protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Selain itu, lanjut dia, sosialisasi dilakukan dengan memasang spanduk di beberapa titik di jalan Arteri Supadio dan Jalan Mayor Ali Anyang. Tatang menerangkan,  Operasi Zebra dilaksanakan pada 26 Oktober sampai dengan 8 November. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam tertib berlalu lintas demi terhindarnya dari kecelakaan yang sering terjadi.

Operasi Zebra juga sebagai gerakan imbauan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari penularan wabah Covid-19.  Target dalam operasi adalah menindak pelanggaran tematik, yakni melawan arus, tidak menggunakan helm SNI dan pelanggaran pengendara di bawah umur.

Baca Juga :  Seruan Ajakan Bersatu Lawan Pandemi Covid-19

“Dalam pelaksanaan Operasi Zebra, akan lebih banyak dilakukan tindakan preemtif dan preventif. Tetapi pengendara yang membahayakan pengendara lain akan ditindak,” kata Tatang, Senin (26/10).

Untuk di Sungai Raya, menurutnya ada beberapa perencanaan sasaran di titik-titik yang rawan kecelakaan lalu lintas yaitu di Jalan Arteri Supadio, Jalan Simpang Kapur, Jalan Adisucipto dan Jalan Trans Kalimantan.

“Adapun pelanggaran di masing-masing titik itu berbeda-beda, mulai dari tidak menggunakan helm, pengendara bawah umur, mengemudi dalam keadaan tidak stabil, ngantuk, kecepatan tinggi atau sambil bermain alat komunikasi,” ungkapnya.

Tatang berharap,  operasi kali ini dapat menjadikan  para pengendara lebih tertib berlalu lintas dan menerapkan protokol kesehatan sehingga terhindar dari lakalantas dan terhindar dari wabah Covid-19. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/