alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Midji Akui Pernah Positif Covid

Sembuh Dengan Terapi Uap Minyak Kayu Putih

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji berbagai pengalaman bahwa dirinya sempat terjangkit Covid-19 sebanyak dua kali. Meski demikian, kandungan virus di dalam tubuhnya sangat kecil sehingga lebih mudah diobati. Salah satu caranya dengan terapi air panas yang ditetesi minyak kayu putih.

Ia menyebutkan dari total sembilan kali melaksanakan tes usap (swab), dua kali ditemukan virus di dalam tubuhnya. Pertama kandungan virus di dalam sampel yang dites hanya sekitar 4,89 copies virus atau masih di bawah ambang batas untuk bisa dinyatakan positif Covid-19.

Sementara yang kedua jumlahnya mencapai 24 copies virus atau sudah masuk kategori positif Covid-19. Karena kandungan virusnya sangat sedikit, ia termasuk kategori pasien asimtomatik atau tanpa gejala. Pria yang akrab disapa Midji ini pun kemudian melakukan penanganan dengan cepat agar jumlah virus di dalam tubuhnya tidak bertambah.

Salah satu terapi yang dilakukannya adalah menghirup air panas yang sudah ditetesi minyak kayu putih. Caranya, dijelaskan dia, siapkan gayung. Isi dengan air panas sampai setengah lalu ditetesi minyak kayu putih tiga tetes. Setelah itu, tutup permukaan gayung dengan telapak tangan dan letakkan hidung dan mulut antara kedua telapak tangan tersebut.

“Tiup uap airnya, hirup dengan hidung, lalu dengan mulut, selama tiga menit. Tapi tetap perlu jaga imunitas dan kalau ada obat dokter minum juga,” ungkapnya, Selasa (27/10).

Untuk menjaga imunitas tubuh dengan baik, Midji melakukannya dengan makan makanan bergizi seperti sayur dan buah. Selain itu, rajin berjemur di tengah sinar matahari pagi. Sementara untuk obat, menurutnya tidak ada yang spesifik selain istirahat yang cukup. “Kalau biasanya saya tidur di atas jam 00.00, sekarang setengah 11 (malam) sudah tidur. Nah, alhamdulillah (virus) sudah inilah (hilang),” katanya.

Baca Juga :  Corona Varian Baru Masuk Kalbar

Dengan melaksanakan terapi serta menjaga imunitas secara disiplin, ia mengatakan hanya dalam waktu dua sampai empat hari dirinya sudah dinyatakan negatif. Sejatinya pasien positif cukup melakukan isolasi selama 10 hari dan kemudian sudah bisa dinyatakan sembuh tanpa perlu dites usap kembali.

Namun untuk lebih memastikan, orang nomor satu di Kalbar itu tetap melaksanakan tes usap dan ternyata dalam waktu beberapa hari memang sudah negatif. “Saya isolasi. Tunggu negatif baru saya keluar. Sudah negatif boleh saja (keluar) tapi saya tetap pakai sarung tangan. Saya tak mau banyak pertemuan dengan orang, interaksi sama orang. Datang ke kantor hanya tanda tangan lalu pulang,” ceritanya.

Dari kasus yang ia alami, dapat disimpulkan bahwa deteksi dini sangatlah penting. Semakin cepat diketahui seseorang tertular Covid-19 dan ketika virusnya masih sedikit maka akan mudah disembuhkan. “Makanya saya harus swab terus, karena saya berinteraksi dengan siapapun. Itu yang harus dilakukan. Walaupun saya sudah cukup disiplin ya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menjelaskan secara detail bagaimana Gubernur Kalbar sempat dinyatakan positif Covid-19. Pada 22 September 2020, pihaknya melakukan tes usap di Kantor Gubernur Kalbar dengan mengetes ajudan serta staf TU yang ada di sekitar gubernur. ” Pada waktu itu ada 25 orang dari hasil pemeriksaan yang dinyatakan kasus konfirmasi Covid-19 dan saat ini sudah dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Karena ditemukan ada 25 orang di sekitar gubernur yang positif Covid-19 maka pada 23 September 2020, gubernur melakukan tes usap dan hasilnya dinyatakan negatif dari Laboratorium PCR Untan.

Baca Juga :  Pemkab Ajak Bersatu Cegah Covid 19

“Walaupun ada kandungan virus, viral load untuk target gen N-nya itu sebesar 4,89 copies, itu di bawah ambang level deteksi. Jadi beliau (gubernur) tidak dinyatakan positif karena virus di bawah level deteksi,” paparnya.

Selanjutnya, setelah diperiksa kembali beberapa hari kemudian, kandungan virus di dalam sampel tes usap gubernur sudah nol. Tepatnya pemeriksaan pada 23 September 2020. Setelah itu, gubernur disebutkan rutin melakukan tes usap setiap 10 hari dan kadang dimajukan menjadi tujuh hari sekali.

Hingga pada pemeriksaan terakhir pada 22 Oktober 2020, berdasarkan Lab Untan, gubernur dinyatakan positif Covid-19. Akan tetapi kandungan virusnya sangat sedikit, untuk Gen ORF di angka 24,08 dan target Gen N hanya 19,03 copies.

“Pak Gubernur isolasi mandiri dan melakukan peningkatan imunitas tubuh dan sudah mengerti sekali bagaiamana meningkatkan imun tubuh. Jadi kami periksa lagi pada 24 Oktober 2020 dan 26 Oktober 2020 dengan hasil sudah negatif,” terangnya.

Memang, diakuinya salah satu terapi yang dilaksanakan gubernur selama penyembuhan adalah menghirup uap air panas yang ditetesi minyak kayu putih. “Ini bisa menjadi referensi masyarakat kalau ingin terhindar atau mengobati dari tertular Covid-19,” katanya.

Sebenarnya, lanjut dia, ada banyak literatur yang menyebutkan bahwa herbal dengan minyak kayu putih bisa digunakan untuk mengatasi Covid-19 karena obat khusus untuk pengobatan penyakit ini belum ditemukan. “Jadi kita bisa mencoba obat yang tradisional atau obat alternatif untuk mengobati atau menghilangkan kandungan virus pada saat terpapar Covid-19,” pungkasnya.(bar)

Sembuh Dengan Terapi Uap Minyak Kayu Putih

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji berbagai pengalaman bahwa dirinya sempat terjangkit Covid-19 sebanyak dua kali. Meski demikian, kandungan virus di dalam tubuhnya sangat kecil sehingga lebih mudah diobati. Salah satu caranya dengan terapi air panas yang ditetesi minyak kayu putih.

Ia menyebutkan dari total sembilan kali melaksanakan tes usap (swab), dua kali ditemukan virus di dalam tubuhnya. Pertama kandungan virus di dalam sampel yang dites hanya sekitar 4,89 copies virus atau masih di bawah ambang batas untuk bisa dinyatakan positif Covid-19.

Sementara yang kedua jumlahnya mencapai 24 copies virus atau sudah masuk kategori positif Covid-19. Karena kandungan virusnya sangat sedikit, ia termasuk kategori pasien asimtomatik atau tanpa gejala. Pria yang akrab disapa Midji ini pun kemudian melakukan penanganan dengan cepat agar jumlah virus di dalam tubuhnya tidak bertambah.

Salah satu terapi yang dilakukannya adalah menghirup air panas yang sudah ditetesi minyak kayu putih. Caranya, dijelaskan dia, siapkan gayung. Isi dengan air panas sampai setengah lalu ditetesi minyak kayu putih tiga tetes. Setelah itu, tutup permukaan gayung dengan telapak tangan dan letakkan hidung dan mulut antara kedua telapak tangan tersebut.

“Tiup uap airnya, hirup dengan hidung, lalu dengan mulut, selama tiga menit. Tapi tetap perlu jaga imunitas dan kalau ada obat dokter minum juga,” ungkapnya, Selasa (27/10).

Untuk menjaga imunitas tubuh dengan baik, Midji melakukannya dengan makan makanan bergizi seperti sayur dan buah. Selain itu, rajin berjemur di tengah sinar matahari pagi. Sementara untuk obat, menurutnya tidak ada yang spesifik selain istirahat yang cukup. “Kalau biasanya saya tidur di atas jam 00.00, sekarang setengah 11 (malam) sudah tidur. Nah, alhamdulillah (virus) sudah inilah (hilang),” katanya.

Baca Juga :  Kejagung Bidik Mal Matahari, Inventarisir Aset Tersangka Asabri di Kalbar

Dengan melaksanakan terapi serta menjaga imunitas secara disiplin, ia mengatakan hanya dalam waktu dua sampai empat hari dirinya sudah dinyatakan negatif. Sejatinya pasien positif cukup melakukan isolasi selama 10 hari dan kemudian sudah bisa dinyatakan sembuh tanpa perlu dites usap kembali.

Namun untuk lebih memastikan, orang nomor satu di Kalbar itu tetap melaksanakan tes usap dan ternyata dalam waktu beberapa hari memang sudah negatif. “Saya isolasi. Tunggu negatif baru saya keluar. Sudah negatif boleh saja (keluar) tapi saya tetap pakai sarung tangan. Saya tak mau banyak pertemuan dengan orang, interaksi sama orang. Datang ke kantor hanya tanda tangan lalu pulang,” ceritanya.

Dari kasus yang ia alami, dapat disimpulkan bahwa deteksi dini sangatlah penting. Semakin cepat diketahui seseorang tertular Covid-19 dan ketika virusnya masih sedikit maka akan mudah disembuhkan. “Makanya saya harus swab terus, karena saya berinteraksi dengan siapapun. Itu yang harus dilakukan. Walaupun saya sudah cukup disiplin ya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menjelaskan secara detail bagaimana Gubernur Kalbar sempat dinyatakan positif Covid-19. Pada 22 September 2020, pihaknya melakukan tes usap di Kantor Gubernur Kalbar dengan mengetes ajudan serta staf TU yang ada di sekitar gubernur. ” Pada waktu itu ada 25 orang dari hasil pemeriksaan yang dinyatakan kasus konfirmasi Covid-19 dan saat ini sudah dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Karena ditemukan ada 25 orang di sekitar gubernur yang positif Covid-19 maka pada 23 September 2020, gubernur melakukan tes usap dan hasilnya dinyatakan negatif dari Laboratorium PCR Untan.

Baca Juga :  Kasus Positif 300 Ribu, Trump Justru Longgarkan Social Distancing

“Walaupun ada kandungan virus, viral load untuk target gen N-nya itu sebesar 4,89 copies, itu di bawah ambang level deteksi. Jadi beliau (gubernur) tidak dinyatakan positif karena virus di bawah level deteksi,” paparnya.

Selanjutnya, setelah diperiksa kembali beberapa hari kemudian, kandungan virus di dalam sampel tes usap gubernur sudah nol. Tepatnya pemeriksaan pada 23 September 2020. Setelah itu, gubernur disebutkan rutin melakukan tes usap setiap 10 hari dan kadang dimajukan menjadi tujuh hari sekali.

Hingga pada pemeriksaan terakhir pada 22 Oktober 2020, berdasarkan Lab Untan, gubernur dinyatakan positif Covid-19. Akan tetapi kandungan virusnya sangat sedikit, untuk Gen ORF di angka 24,08 dan target Gen N hanya 19,03 copies.

“Pak Gubernur isolasi mandiri dan melakukan peningkatan imunitas tubuh dan sudah mengerti sekali bagaiamana meningkatkan imun tubuh. Jadi kami periksa lagi pada 24 Oktober 2020 dan 26 Oktober 2020 dengan hasil sudah negatif,” terangnya.

Memang, diakuinya salah satu terapi yang dilaksanakan gubernur selama penyembuhan adalah menghirup uap air panas yang ditetesi minyak kayu putih. “Ini bisa menjadi referensi masyarakat kalau ingin terhindar atau mengobati dari tertular Covid-19,” katanya.

Sebenarnya, lanjut dia, ada banyak literatur yang menyebutkan bahwa herbal dengan minyak kayu putih bisa digunakan untuk mengatasi Covid-19 karena obat khusus untuk pengobatan penyakit ini belum ditemukan. “Jadi kita bisa mencoba obat yang tradisional atau obat alternatif untuk mengobati atau menghilangkan kandungan virus pada saat terpapar Covid-19,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/