31 C
Pontianak
Monday, June 5, 2023

Gubernur Dorong Konektivitas Kalbar dan Sarawak Kembali Normal

PONTIANAK- Sarawak Travel Fair yang digelar Sarawak Tourism Board (STB) bersama Konsulat Malaysia resmi ditutup, Minggu (27/11). Karnival Pelancongan Sarawak dan Program Konsulat Malaysia yang berlangsung sejak Jumat (25/11) itu, sukses menarik perhatian banyak warga yang mengunjungi Ayani Mega Mall.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji bersama beberapa pejabat di Kalbar hadir pada Minggu (27/11) . Dalam acara seremonial, Konsulat Malaysia dan STB menyerahkan token penghargaan kepada Gubernur Kalbar. Masing-masing diserahkan oleh Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri, dan Ketua Pegawai Eksekutif STB Sharzede Datu Hj Salleh Askor.

Gubernur Sutarmidji juga menyambangi satu per satu stand pameran dari total 16 booth yang meramaikan Sarawak Travel Fair. Seperti diketahui event tahunan ini diadakan sekaligus dalam rangka menyambut Ulang Tahun ke-65 hubungan diplomatik Malaysia-Indonesia.

Sutarmidji mengatakan, hubungan diplomatik antara Malaysia-Indonesia, memang sudah terjalin baik sejak lama. Namun khusus di kawasan Kalbar dan Sarawak, ia berharap ada kemudahan-kemudahan dalam berbagai hal. Karena sudah banyak yang berubah sejak adanya pandemi Covid-19, dalam dua tahun terakhir.

“Sebelum Covid-19 banyak kemudahan, kemudian berhenti karena Covid-19, lalu baru dibuka kembali tetapi belum lancar. Seperti misalnya angkutan udara (konektivitas), saat ini belum ada pesawat dari Kuching ke Pontianak atau sebaliknya. Mudah-mudahan bisa dinormalkan kembali secepatnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bulutangkis Pererat Hubungan Warga Dua Negara

Dengan adanya event besar seperti Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-25 BIMP-EAGA yang baru selesai diadakan di Kalbar, Sutarmidji yakin baik Kalbar maupun Sarawak sudah sama-sama siap membuka konektivitas, baik darat, laut maupun udara. Tinggal seberapa cepat itu bisa dilakukan karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Dalam artian Konsul (Malaysia di Pontianak) harus bicara dengan Kuala Lumpur dulu dan kita (Kalbar) harus bicara dengan Jakarta, kepada kementerian-kementerian untuk percepatan kelancararan hubungan orang maupun barang kedua wilayah di perbatasan ini,” ujarnya.

Gubernur Sutarmidji merasa, meski banyak kesamaan dari segi sosial budaya dan lainnya, antara Kalbar dan Sarawak, namun masing-masing tetap memiliki keunikan tersendiri. “Saya juga ucapkan selamat kepada Pak Konsul karena pilihan raya di Malaysia berjalan dengan lancar, dan (telah) menghasilkan perdana menteri yang ke sepuluh,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri mengungkapkan, Sarawak Travel Fair diadakan dalam rangka menyambut Ulang Tahun ke-65 hubungan diplomatik Malaysia-Indonesia. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar yang telah bersedia hadir di hari terakhir kemarin. “Acara ini diadakan pada tiga lokasi yakni Ayani Mega Mall, Museum Kalbar dan TVRI,” katanya.

Dengan telah dibukanya pintu perbatasan antara Kalbar, Indonesia dengan Sarawak, Malaysia ia berharap ekonomi antar kedua negara bertetangga itu bisa bangkit kembali. “Terutama untuk bidang pariwisata, pendidikan dan pengobatan (rumah sakit). Jadi ke depannya kami harap kerja sama ekonomi antar kedua negara, dalam berbagai aspek ini dapat terus ditingkatkan,” harapnya.

Baca Juga :  Kuching Operasikan Bus Gratis, Layani Rute Dalam Kota Hingga Tempat Wisata

Sementara itu, Director of Sarawak Tourism Board (STB) Barbara Benjamin Atan menambahkan, kegiatan Sarawak Travel Fair sebenarnya selalu diadakan setiap tahun di Kota Pontianak. Akan tetapi karena pandemi Covid-19, sempat ditiadakan selama dua tahun. “Jadi ini merupakan acara yang ditunggu-tunggu bagi kebanyakan exhibitors (peserta pameran),” katanya.

Seperti diketahui, dalam tiga hari pelaksanaannya, ada sebanyak 16 booth pameran yang meramaikan Sarawak Travel Fair. Mulai dari booth STB sendiri, kemudian Konsulat Malaysia di Pontianak, serta Universiti Malaysia Sarawak (Unimas). Termasuk dari Kalimantan Barat (Kalbar) ada Dekranasda Kalbar dan ASITA Kalbar.

Lalu beberapa rumah sakit di Sarawak seperti Borneo Medical Centre, KPJ Kuching Specialist Hospital, Normah Medical Specialist Centre, dan Timberland Medical Centre. Serta travel dan tempat-tempat wisata, yakni Great Leap Tours Travel Sdn Bhd, Innosar Holiday Sdn Bhd, Khaimal Borneo Travel & Tours Sdn Bhd, Al Fateh Worldwide Travel & Tours Sdn Bhd, Pullman Kuching & Pullman Miri Waterfront, Penview Hotel Kuching, dan Damai Beach Resort.**

PONTIANAK- Sarawak Travel Fair yang digelar Sarawak Tourism Board (STB) bersama Konsulat Malaysia resmi ditutup, Minggu (27/11). Karnival Pelancongan Sarawak dan Program Konsulat Malaysia yang berlangsung sejak Jumat (25/11) itu, sukses menarik perhatian banyak warga yang mengunjungi Ayani Mega Mall.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji bersama beberapa pejabat di Kalbar hadir pada Minggu (27/11) . Dalam acara seremonial, Konsulat Malaysia dan STB menyerahkan token penghargaan kepada Gubernur Kalbar. Masing-masing diserahkan oleh Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri, dan Ketua Pegawai Eksekutif STB Sharzede Datu Hj Salleh Askor.

Gubernur Sutarmidji juga menyambangi satu per satu stand pameran dari total 16 booth yang meramaikan Sarawak Travel Fair. Seperti diketahui event tahunan ini diadakan sekaligus dalam rangka menyambut Ulang Tahun ke-65 hubungan diplomatik Malaysia-Indonesia.

Sutarmidji mengatakan, hubungan diplomatik antara Malaysia-Indonesia, memang sudah terjalin baik sejak lama. Namun khusus di kawasan Kalbar dan Sarawak, ia berharap ada kemudahan-kemudahan dalam berbagai hal. Karena sudah banyak yang berubah sejak adanya pandemi Covid-19, dalam dua tahun terakhir.

“Sebelum Covid-19 banyak kemudahan, kemudian berhenti karena Covid-19, lalu baru dibuka kembali tetapi belum lancar. Seperti misalnya angkutan udara (konektivitas), saat ini belum ada pesawat dari Kuching ke Pontianak atau sebaliknya. Mudah-mudahan bisa dinormalkan kembali secepatnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Heboh Ular Dalam Dek Rumah Warga

Dengan adanya event besar seperti Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-25 BIMP-EAGA yang baru selesai diadakan di Kalbar, Sutarmidji yakin baik Kalbar maupun Sarawak sudah sama-sama siap membuka konektivitas, baik darat, laut maupun udara. Tinggal seberapa cepat itu bisa dilakukan karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Dalam artian Konsul (Malaysia di Pontianak) harus bicara dengan Kuala Lumpur dulu dan kita (Kalbar) harus bicara dengan Jakarta, kepada kementerian-kementerian untuk percepatan kelancararan hubungan orang maupun barang kedua wilayah di perbatasan ini,” ujarnya.

Gubernur Sutarmidji merasa, meski banyak kesamaan dari segi sosial budaya dan lainnya, antara Kalbar dan Sarawak, namun masing-masing tetap memiliki keunikan tersendiri. “Saya juga ucapkan selamat kepada Pak Konsul karena pilihan raya di Malaysia berjalan dengan lancar, dan (telah) menghasilkan perdana menteri yang ke sepuluh,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri mengungkapkan, Sarawak Travel Fair diadakan dalam rangka menyambut Ulang Tahun ke-65 hubungan diplomatik Malaysia-Indonesia. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar yang telah bersedia hadir di hari terakhir kemarin. “Acara ini diadakan pada tiga lokasi yakni Ayani Mega Mall, Museum Kalbar dan TVRI,” katanya.

Dengan telah dibukanya pintu perbatasan antara Kalbar, Indonesia dengan Sarawak, Malaysia ia berharap ekonomi antar kedua negara bertetangga itu bisa bangkit kembali. “Terutama untuk bidang pariwisata, pendidikan dan pengobatan (rumah sakit). Jadi ke depannya kami harap kerja sama ekonomi antar kedua negara, dalam berbagai aspek ini dapat terus ditingkatkan,” harapnya.

Baca Juga :  Tiga Terduga Teroris Masih Ditahan di Kalbar

Sementara itu, Director of Sarawak Tourism Board (STB) Barbara Benjamin Atan menambahkan, kegiatan Sarawak Travel Fair sebenarnya selalu diadakan setiap tahun di Kota Pontianak. Akan tetapi karena pandemi Covid-19, sempat ditiadakan selama dua tahun. “Jadi ini merupakan acara yang ditunggu-tunggu bagi kebanyakan exhibitors (peserta pameran),” katanya.

Seperti diketahui, dalam tiga hari pelaksanaannya, ada sebanyak 16 booth pameran yang meramaikan Sarawak Travel Fair. Mulai dari booth STB sendiri, kemudian Konsulat Malaysia di Pontianak, serta Universiti Malaysia Sarawak (Unimas). Termasuk dari Kalimantan Barat (Kalbar) ada Dekranasda Kalbar dan ASITA Kalbar.

Lalu beberapa rumah sakit di Sarawak seperti Borneo Medical Centre, KPJ Kuching Specialist Hospital, Normah Medical Specialist Centre, dan Timberland Medical Centre. Serta travel dan tempat-tempat wisata, yakni Great Leap Tours Travel Sdn Bhd, Innosar Holiday Sdn Bhd, Khaimal Borneo Travel & Tours Sdn Bhd, Al Fateh Worldwide Travel & Tours Sdn Bhd, Pullman Kuching & Pullman Miri Waterfront, Penview Hotel Kuching, dan Damai Beach Resort.**

Most Read

Artikel Terbaru