alexametrics
26.7 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Operasi Tangani Covid-19 Tiga Juta Orang Dapat Teguran, Denda Capai Rp186 Juta

Selama operasi Aman Nusa II dalam pencegahan Covid-19, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mencatat ada 3 juta lebih teguran perorangan, teguran tertulis 95.523 orang dan kerja sosial kepada 4.201 orang.  “Ini sebagai upaya Polda Kalbar bersama Satgas penanganan Covid-19 untuk menekan angka penyebaran,” kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go dalam pres rilis akhir tahun 2020, kemarin.

Selain teguruan dan kerja sosial, kata Donny, Polda Kalbar juga menyebutkan terdapat 843 orang atau tempat usaha yang di denda dengan total denda sebanyak 186.500.000.  Kabid Humas Polda Kalbar melanjutkan, pananganan Covid-19 di tahun 2020 juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama. “Selain menggelar sosialisasi dan pendisiplinan kepada masyarakat agar patuh terhadap prokes, bentuk kepedulian Polda Kalbar dan para donator juga menyalurkan bantuan untuk masyatakar,” turut Donny

Ia menyebutkan, selama penaganan Covid-19 di tahun 2020. Polda Kalbar menyalurkan bantuan beras sebanyak 622 Ton yang dibagi dalam 4 tahap penyaluran.  “Semoga pandemi ini cepat kita tekan angka penyebarannya, dengan kesadaran menerapkan protkol kesehatan. Khususnya 3 M” tutup Donny.

Baca Juga :  Temukan 37 Persen Pengunjung Positif Covid-19

Sementara itu Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komaruddin mengatakan, untuk mengantisipasi penularan covid 19, pada libur Natal dan Tahun Baru, pihaknya akan menerapkan surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Pontianak dalam pembatasan aktivitas. Salah satunya dengan penutupan sejumlah ruas jalan. “Kami akan menerapkan surat edaran wali kota. Jika diperlukan kami juga akan menutup sejumlah ruas jalan dari maupun ke luar kota,” kata Komaruddin, kemarin.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melarang penyelenggaraan kegiatan perayaan malam pergantian tahun di Kota Pontianak.  Larangan itu pun dituangkan Edi Kamtono melalui surat edaran dengan nomor 470/80/Umum/2020 tentang Larangan Penyelenggaraan Kegiatan Perayaan Malam Pergantian Tahun di Kota Pontianak.

Edi menegaskan,  tempat hiburan malam, restoran, kafe dan warung kopi dilarang menggelar kegiatan dan aktivitas perayaan menyambut malam tahun baru 2021. “Bagi penyelenggara atau pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut, maka mereka akan dikenakan sanksi hingga pada penutupan sementara,” tegasnya. Selain itu, warga juga dilarang menjual, membunyikan atau memainkan kembang api maupun petasan pada malam pergantian tahun baru. Hal ini untuk menghindari terjadinya kerumunan orang yang berpotensi mudahnya penularan Covid-19. “Kita melarang segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang banyak di tengah pandemi saat ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Endus Sindikat Perdagangan Trenggiling, Dua Penjual dan 14 Kg Sisik Diamankan

Kemudian, dalam surat edaran itu disebutkan bahwa jam operasional seluruh kegiatan tempat usaha harus sudah ditutup pukul 23.00 WIB. Bagi yang melanggar ketentuan tersebut di atas, maka akan dikenakan sanksi. “Mulai dari pembubaran secara paksa, denda dan lainnya sebagainya,” ungkap Edi.

Pihaknya juga berencana melakukan pembatasan beberapa ruas jalan seperti Jalan Gajah Mada, Ahmad Yani dan beberapa ruas jalan lainnya yang diperkirakan akan terjadi kerumunan. “Kami juga akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap aktivitas di kafe, warkop, hotel maupun tempat hiburan,” tutupnya. (arf/mse)

Selama operasi Aman Nusa II dalam pencegahan Covid-19, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mencatat ada 3 juta lebih teguran perorangan, teguran tertulis 95.523 orang dan kerja sosial kepada 4.201 orang.  “Ini sebagai upaya Polda Kalbar bersama Satgas penanganan Covid-19 untuk menekan angka penyebaran,” kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go dalam pres rilis akhir tahun 2020, kemarin.

Selain teguruan dan kerja sosial, kata Donny, Polda Kalbar juga menyebutkan terdapat 843 orang atau tempat usaha yang di denda dengan total denda sebanyak 186.500.000.  Kabid Humas Polda Kalbar melanjutkan, pananganan Covid-19 di tahun 2020 juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama. “Selain menggelar sosialisasi dan pendisiplinan kepada masyarakat agar patuh terhadap prokes, bentuk kepedulian Polda Kalbar dan para donator juga menyalurkan bantuan untuk masyatakar,” turut Donny

Ia menyebutkan, selama penaganan Covid-19 di tahun 2020. Polda Kalbar menyalurkan bantuan beras sebanyak 622 Ton yang dibagi dalam 4 tahap penyaluran.  “Semoga pandemi ini cepat kita tekan angka penyebarannya, dengan kesadaran menerapkan protkol kesehatan. Khususnya 3 M” tutup Donny.

Baca Juga :  Ada yang Histeris, Terpaksa Ditunda Vaksinasinya

Sementara itu Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komaruddin mengatakan, untuk mengantisipasi penularan covid 19, pada libur Natal dan Tahun Baru, pihaknya akan menerapkan surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Pontianak dalam pembatasan aktivitas. Salah satunya dengan penutupan sejumlah ruas jalan. “Kami akan menerapkan surat edaran wali kota. Jika diperlukan kami juga akan menutup sejumlah ruas jalan dari maupun ke luar kota,” kata Komaruddin, kemarin.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melarang penyelenggaraan kegiatan perayaan malam pergantian tahun di Kota Pontianak.  Larangan itu pun dituangkan Edi Kamtono melalui surat edaran dengan nomor 470/80/Umum/2020 tentang Larangan Penyelenggaraan Kegiatan Perayaan Malam Pergantian Tahun di Kota Pontianak.

Edi menegaskan,  tempat hiburan malam, restoran, kafe dan warung kopi dilarang menggelar kegiatan dan aktivitas perayaan menyambut malam tahun baru 2021. “Bagi penyelenggara atau pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut, maka mereka akan dikenakan sanksi hingga pada penutupan sementara,” tegasnya. Selain itu, warga juga dilarang menjual, membunyikan atau memainkan kembang api maupun petasan pada malam pergantian tahun baru. Hal ini untuk menghindari terjadinya kerumunan orang yang berpotensi mudahnya penularan Covid-19. “Kita melarang segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang banyak di tengah pandemi saat ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Rumah Sakitku, Rumah Keduaku; POPTI Berterima Kasih Atas Dukungan Gubernur Sutarmidji

Kemudian, dalam surat edaran itu disebutkan bahwa jam operasional seluruh kegiatan tempat usaha harus sudah ditutup pukul 23.00 WIB. Bagi yang melanggar ketentuan tersebut di atas, maka akan dikenakan sanksi. “Mulai dari pembubaran secara paksa, denda dan lainnya sebagainya,” ungkap Edi.

Pihaknya juga berencana melakukan pembatasan beberapa ruas jalan seperti Jalan Gajah Mada, Ahmad Yani dan beberapa ruas jalan lainnya yang diperkirakan akan terjadi kerumunan. “Kami juga akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap aktivitas di kafe, warkop, hotel maupun tempat hiburan,” tutupnya. (arf/mse)

Most Read

Wabup: Jabatan Bukan Hak PNS

Optimalkan Tingkat Desa

Asrama Mako Brimob Terbakar

Artikel Terbaru

/