alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Warga Diminta Waspadai Potensi Hujan Guntur

PONTIANAK – Setelah beberapa waktu sebelumnya dilanda gangguan cuaca berupa hujan lebat, petir, angin kencang, dan air pasang sampai menenggelamkan beberapa pemukiman masyarakat, hujan masih mendera sebagian wilayah Kalimantan Barat. BMKG Supadio Pontianak, merilis data sebaran terbarunya.

“Data curah hujan memperlihatkan secara umum cuaca di Kalimantan Barat berawan. Sebagian wilayah terjadi hujan. Secara umum hari tanpa hujan di wilayah Kalbar termasuk dalam kriteria sangat pendek, yakni 1-5 hari dan menengah 11 sampai 20 hari,” kata Sutikno, Forecaster BMKG Supadio Pontianak.

Dia menyebutkan bahwa gambaran ikhtisar kondisi cuaca di Stasiun Pengamatan di Kalbar diprakirakan bahwa cuaca di Kalbar pada pagi hari berawan, kabut, dan hujan ringan. Sementara pada siang hari cuaca cerah berawan, berawan, dan disertai hujan ringan. Diprakirakan sore hari sampai malam hari berawan disertai hujan ringan sampai dini hari.

Baca Juga :  Disporapar Kalbar Ajak Perhotelan Siapkan Paket Pertemuan Virtual

Untuk kecepatan angin dari arah barat – timur laut dengan kecepatan 10 sampai 20 km/jam. Masyarakat Kalbar tetap dimintai waspada potensi hujan disertai guntur atau petir beserta angin kencang berdurasi singkat.

Kabupaten dengan kecepatan angin maksimum tertinggi sebesar 42 km/jam terjadi di Kabupaten Ketapang. Sebaran suhu udara tertingginya yakni 31.0 Celcius berada di Kabupaten Sintang. “Untuk tiga hari ke depan wilayah Kalimantan Barat secara umum berawan. Sebagian wilayah berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan bahwa secara umum potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai petir, guntur, dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hari. Sebarannya berada di Kota Pontianak, Kubu Raya (Sungai Raya, Rasau Jaya, Kubu, Kuala Mandor B, Sungai Kakap, Batu Ampar), Mempawah (Siantan, Segedong), Landak (Sebangki).

Baca Juga :  Unit Pendidikan Yarsi Pontianak Semakin Diminati

Awal Januari sebelumnya, Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak
merelease cuaca cuaca ekstrem berupa hujan lebat,  petir,  angin kencang berdurasi singkat termasuk gelombang laut kategori tinggi hinga ekstrem bersama pasang air laut menerpa Kalbar. Pengaruhnyah karena banyakm faktor.

Untuk skala global, BMKG merelease bahwa La Nina kategori Moderat berpengaruh menambah potensi hujan. Aktifnya madden julian oscillation (MJO) menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.(den)

PONTIANAK – Setelah beberapa waktu sebelumnya dilanda gangguan cuaca berupa hujan lebat, petir, angin kencang, dan air pasang sampai menenggelamkan beberapa pemukiman masyarakat, hujan masih mendera sebagian wilayah Kalimantan Barat. BMKG Supadio Pontianak, merilis data sebaran terbarunya.

“Data curah hujan memperlihatkan secara umum cuaca di Kalimantan Barat berawan. Sebagian wilayah terjadi hujan. Secara umum hari tanpa hujan di wilayah Kalbar termasuk dalam kriteria sangat pendek, yakni 1-5 hari dan menengah 11 sampai 20 hari,” kata Sutikno, Forecaster BMKG Supadio Pontianak.

Dia menyebutkan bahwa gambaran ikhtisar kondisi cuaca di Stasiun Pengamatan di Kalbar diprakirakan bahwa cuaca di Kalbar pada pagi hari berawan, kabut, dan hujan ringan. Sementara pada siang hari cuaca cerah berawan, berawan, dan disertai hujan ringan. Diprakirakan sore hari sampai malam hari berawan disertai hujan ringan sampai dini hari.

Baca Juga :  DBD Renggut 21 Jiwa

Untuk kecepatan angin dari arah barat – timur laut dengan kecepatan 10 sampai 20 km/jam. Masyarakat Kalbar tetap dimintai waspada potensi hujan disertai guntur atau petir beserta angin kencang berdurasi singkat.

Kabupaten dengan kecepatan angin maksimum tertinggi sebesar 42 km/jam terjadi di Kabupaten Ketapang. Sebaran suhu udara tertingginya yakni 31.0 Celcius berada di Kabupaten Sintang. “Untuk tiga hari ke depan wilayah Kalimantan Barat secara umum berawan. Sebagian wilayah berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan bahwa secara umum potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai petir, guntur, dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hari. Sebarannya berada di Kota Pontianak, Kubu Raya (Sungai Raya, Rasau Jaya, Kubu, Kuala Mandor B, Sungai Kakap, Batu Ampar), Mempawah (Siantan, Segedong), Landak (Sebangki).

Baca Juga :  Disporapar Kalbar Ajak Perhotelan Siapkan Paket Pertemuan Virtual

Awal Januari sebelumnya, Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak
merelease cuaca cuaca ekstrem berupa hujan lebat,  petir,  angin kencang berdurasi singkat termasuk gelombang laut kategori tinggi hinga ekstrem bersama pasang air laut menerpa Kalbar. Pengaruhnyah karena banyakm faktor.

Untuk skala global, BMKG merelease bahwa La Nina kategori Moderat berpengaruh menambah potensi hujan. Aktifnya madden julian oscillation (MJO) menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/