alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

PONTIANAK – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki memandang sektor koperasi dan UMKM di Kalbar bisa didorong untuk naik kelas. Jika ini dimanfaatkan maksimal, dia yakin, bisa membuat pembiayaan di sektor mikro dan ultra mikro.

“Kami (Kementerian Koperasi dan UKM, Red) ditugaskan Presiden buat memetakan koperasi dan UMKM yang bisa didorong untuk naik kelas. Dari kunjungan saya beberapa hari ini di Kalbar, sudah banyak koperasi di sektor pembiayaan bahkan over likuid,” ujar Teten saat melihat UMKM Center Pontianak, Minggu (28/3).

Ia memandang, jika sektor koperasi dan UMKM dimanfaatkan untuk pembiayaan di sektor mikro dan ultra mikro akan cukup memadai. Potensi-potensi inilah yang diyakini dia, bisa mendorong koperasi masuk dalam sektor produktif. Dia memisalkan pada sektor agrikultur yang di sini begitu banyak potensinya. Kemudian ia melanjutkan, di sektor kelautan saat ini juga menjadi prioritas pemerintah. Dia memisalkan untuk menambah 300 ribu hektare tambak udang rakyat. “Kami ada pembiayaan dari koperasi, jika bisa dikerjasamakan dengan Jamkrida maka bisa didorong ke sektor produksi,” ujarnya.

UMKM yang eksis dan rintisan pun akan dibidik mereka agar bisa naik kelas dengan pendekatan inkubasi. Sebab Kalbar dipandangnya memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Jika bisa dikelola benar-benar kemudian bisa berbasis koperasi dan UMKM, dia yakin, tentu akan semakin baik.

Ia mengakui, di masa pandemi Covid-19 berdampak terhadap UMKM. Bahkan Asian Development Bank (ADB), diungkapkan dia, memperkirakan hampir 50 persen UMKM akan mati. Namun pada kenyataannya kekhawatiran tersebut, diakui dia, tidak terjadi. Sebab, dia menambahkan bagaimana pemerintah memiliki kebijakan pemulihan ekonomi nasional yang sangat besar. Dimisalkan dia, dengan program restrukturisasi pinjaman, termasuk hibah modal kerja bagi usaha mikro. Dari hasil survei mereka, hal tersebut cukup membantu program pemulihan ekonomi nasional, agar UMKM bisa bertahan.

Baca Juga :  Kurasi Produk Unggulan, BRI Hadirkan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022

“Sekarang kita berharap dengan vaksinasi Covid-19 kegiatan ekonomi bisa pulih kembali. Meskipun kita melihat di kuartal satu dan dua masih belum normal. Kunci pemulihan ekonomi pada program vaksinasi Covid-19,” ujarnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya mendorong sektor UMKM agar naik kelas. UMKM juga digenjot mereka, supaya bisa beraktivitas lebih produktif dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, menurut dia, diperlukan sinergisitas supaya UMKM bisa bergerak optimal di tengah pandemi. “Sebab keberadaan UMKM juga membuka banyak peluang kerja,” ungkapnya.

Ia berharap UMKM melakukan kreativitas dan inovasi terhadap produk unggulannya di tengah pandemi Covid-19. Dengan demikian dia yakin hasil kreasi dan inovasi produk atau dagangan tersebut akan menjadi incaran konsumen. Tak kalah pentingnya, diungkapkan dia mengenai kualitas sebuah produk dengan packaging atau kemasan yang menarik, juga menjadi nilai tambah terhadap produk itu sendiri. “Untuk pemasarannya bisa dilakukan secara online dengan memanfaatkan perangkat IT maupun offline,” tandasnya.

Baca Juga :  Raker Yarsi Hasilkan Komitmen Tingkatkan Pelayanan RS dan Kualitas Pendidikan

Bertahan di Tengah Pandemi

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie dalam kesempatan tersebut menyemangati pelaku kriya di tengah pandemi Covid-19. Agar UMKM tidak bertumbangan, pihaknya juga ikut membantu mempromosikan produk UMKM Kota Pontianak.

“Kita dari Dekranasda wajib membantu memasarkan produk mereka, agar pemasarannya mudah, kita juga buat katalog dengan tujuan produk mereka bisa tembus internasional,” ucap Yanieta.

Saat ini mereka telah melakukan kluster terhadap pelaku UMKM. Diungkapkan dia, ada pengrajin yang memang dari sisi kualitas, bahan baku dan pemasaran berjumlah 60 pelaku kriya.

Mereka sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas dari produk pelaku kriya, sehingga bisa terus bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Workshop dan diskusi juga terus mereka lakukan, dalam upaya meningkatkan kualitas produk.

Produk andalan tenun corak insang Kota Pontianak terus dipromosikan mereka. Selain itu, mereka juga sudah mengajak pelaku kriya untuk mengombinasikan produk tenun corak insang. “Kami berharap UMKM kami bisa naik kelas,” ujarnya.

Untuk harga tergantung produk, ia sendiri terus memotivasi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk. Lalu mereka menyesuaikan dengan keinginan pasar.

Karena sekarang konsumen lebih pintar, sehingga upaya untuk men-update pengetahuan terus mereka lakukan. Harapan dia, agar kualitas pengrajin bisa ditingkatkan, sehingga walaupun dengan kualitas yang baik harga juga disesuaikan tidak boleh terlalu tinggi. (iza)

PONTIANAK – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki memandang sektor koperasi dan UMKM di Kalbar bisa didorong untuk naik kelas. Jika ini dimanfaatkan maksimal, dia yakin, bisa membuat pembiayaan di sektor mikro dan ultra mikro.

“Kami (Kementerian Koperasi dan UKM, Red) ditugaskan Presiden buat memetakan koperasi dan UMKM yang bisa didorong untuk naik kelas. Dari kunjungan saya beberapa hari ini di Kalbar, sudah banyak koperasi di sektor pembiayaan bahkan over likuid,” ujar Teten saat melihat UMKM Center Pontianak, Minggu (28/3).

Ia memandang, jika sektor koperasi dan UMKM dimanfaatkan untuk pembiayaan di sektor mikro dan ultra mikro akan cukup memadai. Potensi-potensi inilah yang diyakini dia, bisa mendorong koperasi masuk dalam sektor produktif. Dia memisalkan pada sektor agrikultur yang di sini begitu banyak potensinya. Kemudian ia melanjutkan, di sektor kelautan saat ini juga menjadi prioritas pemerintah. Dia memisalkan untuk menambah 300 ribu hektare tambak udang rakyat. “Kami ada pembiayaan dari koperasi, jika bisa dikerjasamakan dengan Jamkrida maka bisa didorong ke sektor produksi,” ujarnya.

UMKM yang eksis dan rintisan pun akan dibidik mereka agar bisa naik kelas dengan pendekatan inkubasi. Sebab Kalbar dipandangnya memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Jika bisa dikelola benar-benar kemudian bisa berbasis koperasi dan UMKM, dia yakin, tentu akan semakin baik.

Ia mengakui, di masa pandemi Covid-19 berdampak terhadap UMKM. Bahkan Asian Development Bank (ADB), diungkapkan dia, memperkirakan hampir 50 persen UMKM akan mati. Namun pada kenyataannya kekhawatiran tersebut, diakui dia, tidak terjadi. Sebab, dia menambahkan bagaimana pemerintah memiliki kebijakan pemulihan ekonomi nasional yang sangat besar. Dimisalkan dia, dengan program restrukturisasi pinjaman, termasuk hibah modal kerja bagi usaha mikro. Dari hasil survei mereka, hal tersebut cukup membantu program pemulihan ekonomi nasional, agar UMKM bisa bertahan.

Baca Juga :  Raker Yarsi Hasilkan Komitmen Tingkatkan Pelayanan RS dan Kualitas Pendidikan

“Sekarang kita berharap dengan vaksinasi Covid-19 kegiatan ekonomi bisa pulih kembali. Meskipun kita melihat di kuartal satu dan dua masih belum normal. Kunci pemulihan ekonomi pada program vaksinasi Covid-19,” ujarnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya mendorong sektor UMKM agar naik kelas. UMKM juga digenjot mereka, supaya bisa beraktivitas lebih produktif dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, menurut dia, diperlukan sinergisitas supaya UMKM bisa bergerak optimal di tengah pandemi. “Sebab keberadaan UMKM juga membuka banyak peluang kerja,” ungkapnya.

Ia berharap UMKM melakukan kreativitas dan inovasi terhadap produk unggulannya di tengah pandemi Covid-19. Dengan demikian dia yakin hasil kreasi dan inovasi produk atau dagangan tersebut akan menjadi incaran konsumen. Tak kalah pentingnya, diungkapkan dia mengenai kualitas sebuah produk dengan packaging atau kemasan yang menarik, juga menjadi nilai tambah terhadap produk itu sendiri. “Untuk pemasarannya bisa dilakukan secara online dengan memanfaatkan perangkat IT maupun offline,” tandasnya.

Baca Juga :  Didukung BRI, Usaha Dawet Kemayu Bangkit dari Keterpurukan

Bertahan di Tengah Pandemi

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie dalam kesempatan tersebut menyemangati pelaku kriya di tengah pandemi Covid-19. Agar UMKM tidak bertumbangan, pihaknya juga ikut membantu mempromosikan produk UMKM Kota Pontianak.

“Kita dari Dekranasda wajib membantu memasarkan produk mereka, agar pemasarannya mudah, kita juga buat katalog dengan tujuan produk mereka bisa tembus internasional,” ucap Yanieta.

Saat ini mereka telah melakukan kluster terhadap pelaku UMKM. Diungkapkan dia, ada pengrajin yang memang dari sisi kualitas, bahan baku dan pemasaran berjumlah 60 pelaku kriya.

Mereka sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas dari produk pelaku kriya, sehingga bisa terus bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Workshop dan diskusi juga terus mereka lakukan, dalam upaya meningkatkan kualitas produk.

Produk andalan tenun corak insang Kota Pontianak terus dipromosikan mereka. Selain itu, mereka juga sudah mengajak pelaku kriya untuk mengombinasikan produk tenun corak insang. “Kami berharap UMKM kami bisa naik kelas,” ujarnya.

Untuk harga tergantung produk, ia sendiri terus memotivasi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk. Lalu mereka menyesuaikan dengan keinginan pasar.

Karena sekarang konsumen lebih pintar, sehingga upaya untuk men-update pengetahuan terus mereka lakukan. Harapan dia, agar kualitas pengrajin bisa ditingkatkan, sehingga walaupun dengan kualitas yang baik harga juga disesuaikan tidak boleh terlalu tinggi. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/